Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ada Zat Radioaktif di Tangerang Selatan, Ini Dampak dan Bahayanya

by Gito on 17 Februari, 2020

Wilayah Serpong, Tangerang Selatan belakangan ini dikejutkan dengan adanya zat radioaktif yang ditemukan di sebidang tanah. Usut punya usut, zat tersebut merupakan limbah radioaktif dari hasil pemanfaatan teknologi nuklir. Namun sekecil apapun zat radioaktif, tetap saja memiliki dampak terhadap manusia.

Hal tersebut pertama kali terdeteksi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Salah satu Lembaga Negara tersebut kala itu melakukan uji fungsi alat pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak yang meliputi area Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah dan Stasiun KA Serpong.

Nah dari aksi tersebut diketahui, terdapat kenaikan nilai paparan radiasi di sebidang tanah yang berada di areal Perumahan Batan Indah.

Pita kuning bertuliskan dilarang melintas langsung dipasang di sekitar tempat tersebut.

Hingga saat ini, Bapeten sendiri masih melakukan kajian untuk melihat asal muasal zat radioaktif tersebut.

Lembaga Pemerintah Non Kementerian tersebut tengah mengumpulkan data siapa-siapa saja yang mendapatkan izin menggunakan zat tersebut.

(Baca juga: Prospek Pekerjaan Jurusan Teknik Nuklir Bergaji Tinggi)
1. Zat radioaktif yang ditemukan adalah Cesium 137

Cesium 137 atau yang dikenal dengan kode CS-137 merupakan salah satu zat yang biasa digunakan dalam perangkat terapi radiasi medis. Biasanya penerapannya untuk pengobatan bagi penderita kanker.

Melansir laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), CS-137 bisa digunakan untuk pengobatan kanker jika digunakan dalam jumlah yang besar.

Dalam jumlah kecil, Cesium biasanya digunakan untuk mengkalibrasi peralatan pendeteksi radiasi seperti alat hitung Geiger Mueller.

Cesium 137 juga bisa digunakan dalam skala industri. Salah satu contohnya adalah dalam industri kertas.

Melalui zat ini perusahaan bisa mengukur ketebalan bahan kertas, kertas film ataupun lembaran logam.

2. Bentuknya biasanya bubuk

Salah satu zat radioaktif tersebut bisa dengan mudahnya terikat dengan klorida. Oleh karena itu penemuan Cesium biasanya berbentuk bubuk kristal. Bukan dalam bentuk aslinya, yakni cairan.

Meski begitu, dalam penggunannya Cesium dalam jumlah kecil biasa dimasukkan kedalam tabung. Sementara untuk jumlah yang lebih besar, CS-137 biasanya dikemas dalam tabung timah ataupun logam.

3. Zat yang sama dalam bencana Chernobyl

Pada tahun 1986 lalu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl yang berada di kota Pripyat, Ukraina meledak. Jutaan partikel radioaktif akhirnya lepas dan terbang ke angkasa.

Sebarannya diduga sampai ke negara lain di sekitarnya dan juga beberapa negara di Eropa.

Bencana Chernobyl dikatakan sebagai bencana nuklir terburuk, betapa tidak sebanyak lebih dari 350 ribu orang terpaksa dievakuasi untuk menghindari efek paparan radioaktif.

Ratusan ribu orang tersebut dipindahkan ke wilayah Belarus, Rusia dan juga Ukraina.

Ribuan orang dikabarkan tewas dan ratusan ribu orang yang tergabung dalam misi penyelamatan juga warga kota yang berada di Pripyat diduga ikut terkontaminasi.

fek dari paparan radioaktif ternyata cukup parah. Puluhan ribu orang yang tinggal di dekat Kawasan tersebut terserang kanker yang muncul akibat radiasi.

Maklum dari ledakan tersebut zat radioaktif berhamburan ke udara laksana hujan beracun.

Selain itu, paparan radiasi juga dikabarkan membuat terjadinya mutasi genetik pada hewan ternak dan juga burung.

World Health Organization (WHO) menyebutkan, sebanyak 4.000 orang meninggal akibat terpapar radiasi.

Salah satu literasi menyebutkan, radiasi yang ditimbulkan dari bencana tersebut 100 kali lebih besar dari tragedi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

(Baca juga: 6 Kanker Penyebab Kematian Terbanyak dan Cara Pencegahannya)
4. Terpapar Cesium 137 bisa sebabkan kanker

Dalam jumlah besar, paparan Cesium 137 bisa menyebabkan kanker pada tubuh seseorang.

Hal itu dipicu oleh radiasi gamma bernergi tinggi. Selain itu efek lainnya juga bisa menimbulkan luka bakar, penyakit radiasi akut dan terburuknya adalah kematian.

Jangkauan radiasi yang sangat luas membuat dampak zat radioaktif menjadi sangat berbahaya.

Pasalnya dalam temuan Bapeten, serpihan radioaktif yang ditemukan ukurannya sangat kecil, namun wilayah yang sudah tercemar sudah mencapai 10×10 meter.

Hal tersebut membuktikan dampak radioaktif bisa meluas dengan cepat. Nah di wilayah Sepong sendiri, diakui oleh Bapeten memang memiliki banyak fasilitas nuklir.

Bahkan terdapat satu area khusus yang dinamakan Kawasan Nuklir Serpong (KNS).

Kebanyakan fasilitas tersebut dipunyai oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) seperti Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PLTR), fasilitas pembuangan limbah radioaktif PLTR dan Pusat Reaktor Serba Guna

Selain itu, operasionalisasi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Industri Nuklir Indonesia (INKI) juga dilangsungkan di dalam KNS.

Apapun itu, kamu harus bisa menjaga diri dan keluarga dan bahaya apapun. Jangan lupa lindungi kesehatan keluarga tercinta dengan produk asuransi. Tidak ada waktu? Akses CekAja.com saja.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit