Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Age Challenge Lucu Sih, Tapi Ternyata Berbahaya

by Gentur Putro Jati on 18 Juli, 2019

Sampai pukul 17.01 WIB, Kamis (18/7), tercatat ada sebanyak 20.800 cuitan #AgeChallenge yang dibuat oleh masyarakat Indonesia pengguna media sosial Twitter. Menempatkan tagar tersebut di posisi dua sebagai topik yang trending di Indonesia, di bawah #TAEYONG_LongFlight dengan 132.000 cuitan.

Foto Selfie Instagram

Banyaknya jumlah cuitan #AgeChallenge dipicu oleh penggunaan aplikasi bernama FaceApp.

Aplikasi ini memiliki filter yang bisa memperkirakan penampakan wajah penggunanya menjadi lebih tua, mengubah warna kulit, berkumis dan bercambang, bahkan berganti jenis kelamin berdasarkan foto selfie wajah yang terekam.

Popularitas aplikasi ini terus meningkat setelah penyanyi rap Drake dan grup pop The Jonas Brothers, memposting foto selfie yang mereka edit dengan FaceApp ke media sosial.

Namun, saat kamu menertawakan ramalan foto kamu sendiri atau foto teman dan keluarga di usia tua nanti, ternyata penggunaan aplikasi FaceApp memiliki risiko yang tinggi.

(Baca juga: 5 Aplikasi Inovatif yang Bikin Gampang Urusan Finansial)

Dikutip dari marketwatch.com, Jacob Passy menulis artikel berjudul “Read this before using FaceApp – you give up more personal data than you realize on this Russian-made app.”

Dalam artikel tersebut, Passy menuliskan pendapat para pakar keamanan dunia maya akan berbahayanya aplikasi yang dibuat Wireless Lab, sebuah perusahaan pengembang aplikasi kecil yang berbasis di Rusia.

Ia menyebut tanpa kamu sadari, saat mengunduh aplikasi tersebut tertera pengembang dapat menggunakan foto kamu dengan cara yang tidak terduga.

Berikut adalah syarat dan ketentuan yang dibuat Wireless Lab: Providers may transfer information that we collect about you, including personal information across borders and from your country or jurisdiction to other countries or jurisdictions around the world.

Lebih lanjut, Wireless Lab juga mencantumkan haknya untuk menggunakan, mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan secara publik dan menampilkan konten pengguna, nama pengguna di semua format dan saluran media yang sekarang dikenal atau dikembangkan kemudian.

“Konsumen hanya berpikir itu menyenangkan dan berbagi secara membabi buta. Orang bisa menertawakan foto mereka. Namun sebagai imbalannya, aplikasi semacam itu menginginkan potongan data Anda,” kata Robert Siciliano, Ahli Keamanan Siber dari Safr.Me.

Passy menambahkan, skandal Cambridge Analytica yang terjadi beberapa waktu lalu juga dipicu oleh banyaknya pengguna Facebook yang tanpa sadar berpartisipasi dalam kuis kepribadian “This Is Your Digital Life.”

Padahal dengan berpartisipasi, warga net mengizinkan pihak ketiga untuk mendapatkan akses ke data mereka dan teman-temannya. Mencakup data panggilan dan pesan yang dilakukan hingga informasi lokasi.

Data tersebut kemudian dikumpulkan dan dianalisis oleh perusahaan konsultan politik Inggris Cambridge Analytica yang sudah ditutup pemerintah, untuk menargetkan iklan kepada pengguna media sosial pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2016.

Cara Kerja FaceApp

Kembali lagi ke aplikasi FaceApp, yang bisa diunduh lewat Apple App Store dan Google Play. Silicano khawatir data berupa foto wajah yang dikirimkan ke perusahaan pengembang aplikasi digunakan untuk kepentingan rahasia Pemerintah Rusia yang bisa memaksa perusahaan-perusahaan di negaranya untuk menyerahkan database mereka.

Apalagi Pemerintah Rusia pernah dituduh mengganggu pelaksanaan Pemilihan Presiden AS 2016.

Menurut Silicano, pengembang FaceApp tidak menyebutkan kebijakan privasi untuk melindungi konten pengguna yang disimpan di server-nya, yang dilaporkan berlokasi di AS.

(Baca juga: Mengenal Fitur Kecepatan Baru di Google Maps, Aplikasi Terpopuler Buat Mudik Lebaran)

Secara sederhana, aplikasi FaceApp menyimpan dan mengantongi seluruh foto selfie wajah pengguna. Berdasarkan syarat dan ketentuan yang dibuatnya, pengembang FaceApp bisa saja menggunakan foto penggunanya untuk keperluan komersial. Sampai memanfaatkannya untuk pengembangan teknologi pengenalan wajah.

“Aplikasi apa pun yang mengumpulkan titik data yang dapat menyebabkan pengenalan wajah harus menjadi perhatian terutama ketika sedang digunakan oleh lembaga pemerintah, perusahaan asing atau intelijen asing,” kata Siciliano.

Waduh, pelik juga ternyata risiko yang bisa dialami para pengguna aplikasi itu ya. Dari pada bikin aplikasi yang merugikan orang lain, kenapa tidak kamu manfaatkan bakat di bidang teknologi untuk hal yang positif dan bermanfaat buat orang lain?

Jangan jadikan kendala permodalan menyurutkan semangatmu untuk membuat perubahan. Dapatkan kredit khusus Usaha Kecil Menengah (UKM) yang kamu butuhkan untuk memulai proyek tersebut lewat CekAja.com.

  

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami