Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ajak ‘Self Love’ Lewat Foto, Tara Basro Nyaris Kena UU ITE

by Sindhi Aderianti on 6 Maret, 2020

Rabu (4/3) lalu, Tara Basro ramai diperbincangkan netizen. Tak seperti influencer lain yang berbondong-bondong memamerkan body goals mereka, pemeran tokoh Cempaka dalam film ‘Gundala’ (2019) ini justru menyajikan perspektif berbeda.

Ajak Self Love Lewat Foto, Tara Basro Nyaris Kena UU ITE

Melalui sejumlah postingan di Twitter dan Instagram, ia justru memperlihatkan tubuhnya sendiri yang berisi, bahkan memiliki lipatan perut. Kulit eksotisnya pun dibiarkan terekspos dengan guratan stretch marks di sekitar paha.

Dalam caption fotonya, Tara mengungkapkan maksud dari unggahan tersebut. Ia ingin menyebarkan pesan positif ke semua orang, kalau cantik itu tak selalu memandang bentuk tubuh. Wanita bernama lengkap Andi Mutiara Pertiwi Basro ini juga menceritakan bagaimana ia sempat melihat tubuhnya dari sudut pandang yang negatif. Pada akhirnya, Tara memilih untuk lebih bersyukur dan mencintai diri sendiri.

Foto tersebut menuai banyak pujian, lantaran ia dianggap berhasil menyuarakan aksi self love alias mencintai diri sendiri, dan secara tidak langsung melawan body shaming serta beauty shaming yang semakin menjadi budaya di Tanah Air.

Terlebih nama Tara Basro sudah begitu dikenal masyarakat, maka pengarunya juga amat besar terhadap mereka yang memang punya isu kepercayaan diri dan sudah lama butuh dukungan moril. Namun, Kominfo malah berpendapat sebaliknya. Why oh why?

Hampir Kena Pasal UU ITE

Jika ribuan netizen dan public figure lain mendukung aksi Tara Basro, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melontarkan pendapat bernada kontra. Tak sampai 24 ja setelah diunggah, foto tersebut mendadak hilang di Twitter.

Melalui humas Kominfo, Ferdinandus Setu mengatakan, unggahan aktris berusia 29 tahun ini telah menampilkan ketelanjangan. Bahkan, konten itu dianggap telah melanggar kesusilaan yang diatur dalam pasal 27 ayat 1 Undang Undang ITE, Undang-Undang nomor 11 tahun 2008, dan Undang-Undang nomor 19 tahun 2016.

Tanggapan ‘gagal paham’ ini kemudian mendatangkan kritik pedas dari banyak kalangan, termasuk di antaranya Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). ICJR menilai, pernyataan pihak kementerian mengenai foto itu justru menyebarkan iklim ketakutan dalam berekspresi dan berpendapat. Sehingga, ICJR juga meminta Kominfo untuk memberi penjelasan ke masyarakat bahwa tak ada pelanggaran UU ITE pada foto wanita berdarah Sulawesi itu.

Sementara, Menkominfo Johnny G Plate justru menegaskan kalau unggahan foto Tara Basro tidak melanggar UU ITE terkait postingan hanya dengan one piece dan tanpa busana di media sosial pribadinya. Johnny menyebut foto tersebut berkaitan dengan ‘self love’.

(Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Motivasi Hidup yang Bikin Kamu Percaya Diri)

Dear Negaraku, Stop Beripikir Apa-Apa Porno

Melihat pernyataan Kominfo, nampaknya paham misoginis sudah terlanjur melekat di negara ini. Misoginis adalah cara pandang yang selalu menyalahkan tubuh perempuan. Ya, memang cukup sulit mendefinisikan pornografi lantaran sifatnya bisa subjektif. Namun untuk kasus Tara Basro, sebenarnya mudah sekali dibedakan.

Postingan foto Tara jelas memiliki konteks. Konteks yang tak sekedar memperlihatkan lekuk tubuh, tapi ada pesan bermakna di balik itu semua. Seperti dilansir Tirto.id, Aktivis Perempuan Tunggal Pawestri ikut buka suara. Ia justru melihat ada kampanye positif mengenai body positivity yang mendorong para perempuan menjadi lebih percaya diri atas tubuhnya.

Tafsir pornografi atau ketelanjangan dalam UU ITE ini sejak awal memang problematik. Apalagi di sana tercantum ancaman mulai dari menurunkan postingan, hingga jeratam pidana bagi pelanggarnya. Jika ditafsirkan tanpa konteks, imbasnya bisa sangat berisiko bagi masyarakat yang tengah melakukan edukasi. Semisal, edukasi reproduksi, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), atau penyuluhan seputar kanker serviks.

Pentingnya Self Love Untuk Psikis Seseorang

Selalu diejek karena bentuk tubuh yang jauh dari kata ideal, memang tidak enak. Ujung-ujungnya, kita jadi sulit untuk mencintai diri sendiri karena terkurung oleh standar kecantikan dunia. Bahkan tak sedikit yang mengalami gangguan psikis karenanya.

Di sini lah pentingnya menerapkan self love untuk diri sendiri. Entah sampai kapan kita harus selalu iri dengan artis-artis dengan tubuh langsing dan kulit putih mulus mereka. Namun berkat Tara Basro, orang-orang yang pernah mengalami body shaming dan beauty shaming mulai bangkit dan percaya diri.

Hal itu juga bisa menjadi teguran keras bagi pelaku bullying, bahwasanya memang tidak ada orang yang sempurna, sekalipun ia artis papan atas.  Jadi tak perlu minder jika terlahir dengan kulit coklat, punya stretch marks atau bekas luka, dan tubuh besar. Semua tetap bisa tampil menarik serta pastinya memiliki hak yang sama untuk diperlakukan baik.

Bagaimana caramu menerapkan self love dalam hidup? Semoga cara berpikir kita bisa lebih positif seperti Tara Basro. Bagaimanapun warna kulit atau bentuk tubuh yang dimiliki, bersyukur dan bangga pada diri sendiri itu nomor satu. Perawatan tentu boleh saja, asalkan jangan sampai menyiksa ya.

Manfaatkan berbagai promo dari kartu kredit untuk memanjakan dirimu sebagai bentuk self love. Belum punya CC? Apply secara online di CekAja.com.

(Baca Juga: 5 Alasan Psikologis Kenapa Kamu Selalu Ingin Makan)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.