Akan Ada Terminal Khusus Penerbangan Murah di Bandara Soetta

Kementerian Pariwisata (kemenpar) menargetkan dapat mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Pariwara

Sebagai salah satu strateginya, Kemenpar bersama otoritas terkait bakal membangun terminal khusus penerbangan murah.

Strategi unik itu dilandasrkan pada data bahwa mayoritas wisman menggunakan penerbangan murah untuk pelesiran di Indonesia. Mantap!

Dalam aksi tersebut, Kemenpar bakal menggandeng PT Angkasa Pura II guna membangun terminal khusus Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Rencananya Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang bakal disulap menjadi temoat mendaratnya maskapai berbiaya murah.

Menpar Arief Yahya mengatakan dirinya diberi waktu satu bulan untuk merealisasikan pembangunan LCCT.

“Kunjungan 20 juta wisman hampir pasti tidak akan tercapai, jika menggunakan cara yang biasa. Hasil yang luar biasa hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa, LCCT ini adalah salah satunya”, tambahnya.

Mengacu pada data Kemenpar, pertumbuhan penumpang internasional setiap tahunnya mencapai angka rata-rata 13%. Dari angka tersebut, pertumbuhan penumpang yang menggunakan layanan Full Service Carriers (FSC) sekitar 7%.

Sedangkan Low Cost Carriers (LCC) tumbuh 55% per tahun. Namun butuh waktu untuk merealisasikan LCCT di Indonesia.

“Terminal LCC paling tepat karena pertumbuhan trafiknya di atas 20% dan sejalan dengan target pertumbuhan pariwisata 21%. Sedangkan kalau mengandalkan Full Service Carrier Terminal (FSCT) seperti Garuda pertumbuhannya di bawah 5%, sehingga sulit diandalkan untuk mencapai target pariwisata”, jelasnya.

(Baca Juga : Tahapan Untuk Pendaftaran CPNS 2020)

Dengan adanya terminal LCC, maka maskapai bisa memotong biaya operasional hingga 50%, namun akan memiliki trafik yang meningkat dua kali lipat. Seperti diketahui tarif Passenger Service Charge (PSC) di Terminal 2 domestik Soekarno Hatta mencapai Rp 85.000 dan Terminal 2 Internasional Soekarno Hatta Rp 150.000.

Nah dengan adanya LCCT ini maka penerbangan murah bakal lebih tinggi lagi. Maklum saat ini sebanyak 45 maskapai LCC potensial belum terbang ke Indonesia. Seperti Indigo, maskapai penerbangan asal India dan Vietjet maskapai penerbangan asal Vietnam yang tidak mau membuka penerbangan ke Indonesia karena mahalnya Airport chargenya.

Meski begitu AirAsia, maskapai penerbangan murah asal negeri Jiran, Malaysia sudah berkomitmen untuk terbang dimanapun ada LCCT.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menambahkan anggaran revitalisasi, yang antara lain berorientasi menjadi LCCT itu, dialokasikan sebesar Rp 1,9 triliun untuk Terminal 1. Sisanya Rp 1,8 triliun untuk Terminal 2, sehingga totalnya Rp 3,7 triliun.

AP II juga kini sedang melakukan pengembangan Bandara Banyuwangi. Sesuai dengan arahan Menteri BUMN, Bandara Banyuwangi, Bali, serta Lombok (BBL) akan menjadi “Tourism Triangle” untuk me-sinergikan pariwisata di ketiga daerah tersebut. Dalam rangka mendukung program tersebut Bandara Banyuwangi akan dikembangkan menjadi Low Cost Carrier Airport (LCCA).

Dia menambahkan perusahaan menyiapkan total investasi tidak kurang dari Rp300 miliar. Pengembangan Bandara Banyuwangi ini juga sebagai program dukungan AP II untuk event Annual Meeting IMF – World Bank yang akan diselengarakan di Nusa Dua Bali pada bulan Oktober 2018.

Lebih lanjut dikatakan, Bandara Banyuwangi rencananya bakal diusulkan menjadi Bandara internasional. Aksi itu merupakan reaksai atas adanya permintaan dari beberapa maskapai untuk membuka rute internasional dari dan menuju Malaysia dan Australia.

Sebenarnya PT Angkasa Pura II sudah memiliki LCCT yakni Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. Ke depannya, AP II memprogramkan Terminal 1 menjadi full LCCT penerbangan murah untuk domestik. Sedangkan Terminal 2 full LCCT untuk penerbangan murah untuk domestik dan internasional.

Manfaat keberadaan LCCT dapat terlihat dari pertumbuhan grafik destinasi yang dikunjungi wisatawan di beberapa negara. Sebagai contoh, Jepang telah memulai pengembangan LCCT sejak 2012. Dengan mengembangkan LCCT, wisatawan inbound ke Jepang sejak 2011 hingga 2015 tumbuh 33%, dan tahun 2017 mencapai 28,7 juta turis dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.

Bagi Anda yang suka plesiran, hadirnya terminal khusus LCC ini tentunya akan membuka lebih banyak lagi pilihan lokasi untuk bepergian. Tapi jangan lupa lengkapi diri Anda dengan asuransi perjalanan agar wisata Anda lebih nyaman. Cek penawarannya di CekAja.com

Pariwara