Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Alasan Berat Badan Cepat Bertambah Menjelang Usia 50 dan Cara Mencegahnya

by Ariesta on 7 September, 2016

Pernahkah kamu merasa heran mengapa banyak orang di usia 40-an memiliki perut buncit dan bergelambir? Banyak orang mengira jawabannya karena metabolisme tubuh yang melambat setelah usia 30-an.

Sebenarnya, kenaikan berat badan menjelang usia 50 tahun tidak hanya disebabkan melambatnya metabolisme melainkan karena kita semakin malas bergerak. Meski kedengarannya tidak mengejutkan, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi perlambatan metabolisme. Namun, ketahui lebih dulu hal mendasar tentang metabolisme berikut ini.

Sekilas tentang metabolisme

Metabolisme (RMR) diukur dari seberapa banyak energi yang terbakar saat kita beristirahat. Hal ini ditentukan dari kombinasi berbagai faktor seperti tinggi badan, gender dan gen dari orangtua. Faktor tersebut mutlak dan tidak bisa diubah. Tak heran bila kedua orangtuanya bertubuh subur, anaknya pun akan gemuk. (Baca juga: Cara Usain Bolt Habiskan Kekayaan)

Aktivitas sehari-hari juga mampu membakar kalori

Saat kita makan, sebenarnya kalori juga ikut terbakar. Inilah yang disebut dengan ‘efek termal dari makanan’, dan ini merupakan fase pertama dari metabolisme. Kamu bisa memperbesar proses pembakaran kalori dengan minum minuman stimulan seperti kopi atau mengonsumsi sejumlah besar protein.

Minum minuman yang mengandung kafein, teh hijau, atau makan makanan pedas memang tidak langsung membuat berat badanmu turun drastis, karena meski metabolisme makin lancar, belum tentu berat badanmu berkurang.

Bergerak aktif

Lalu bagaimana cara yang efektif agar berat badan cepat turun di usia nyaris setengah abad? Jawabannya adalah melakukan banyak aktivitas fisik baik itu menaiki anak tangga, berjalan kaki, hingga rutin berolahraga. Para ahli menyebut ini sebagai physical-activity expenditure atau metabolisme fase kedua.

Setelah latihan yang berat, tubuhmu sebenarnya terus membakar lebih banyak kalori daripada saat beristirahat. Inilah yang dimaskud dengan excess post-exercise oxygen consumption atau metabolisme fase ketiga.

Jadi ketika ingin berat badan cepat turun di usia setengah abad, diet yang paling baik adalah yang diimbangi dengan aktivitas fisik ringan namun efektif membakar kalori seperti berlari dan berjalan kaki.

Bagaimana dengan olahraga angkat beban?

Banyak orang berpikir latihan angkat beban masuk dalam kategori, tapi fakta berkata sebaliknya. Mengangkat beban tidak berefek banyak pada metabolisme. Mengapa? Karena otot tidak membakar kalori. “Otak yang bekerja menyumbang 20% dari proses metabolisme,” kata Dr. Claude Bouchard, profesor genetik dan nutrisi dari Pennington Biomedical Research Center of Louisiana State University.

“Selanjutnya adalah jantung yang berdetak sepanjang waktu dan menyumbang 15-20%. Lalu paru-paru, ginjal, dan jaringan lain yang berkontribusi hingga 20-25%. Sisanya adalah otot,” pungkasnya. Jadi meskipun olahraga angkat beban menyehatkan dan bermanfaat bagi keseimbangan, dampaknya tidak terlau pesat bagi metabolisme. (Baca juga: Cara Bedakan Tas Bermerek Asli dan KW)

Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Di usia tua orang harus lebih selektif dalam memilih makanan. Sayangnya di waktu bersamaan mekanisme pengontrol nafsu makan tidak berjalan dengan baik. Akibatnya orang di atas umur 40-an kurang tanggap dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Agar metabolisme berjalan baik makanlah dengan porsi kecil namun rutin. Sebaliknya hindari  makan dalam porsi besar sekaligus.

Makan dalam porsi besar membuatmu makan berlebihan namun justru cepat kembali lapar. Dengan tetap aktif dan memperbanyak konsumsi makanan sehat (dalam porsi kecil namun sering), kamu bisa mendapatkan berat badan yang kamu inginkan meski di usia hampir setengah abad.

Sakit bisa membuat kondisi keuangan berantakan. Untuk itu, lindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan terbaik. Ajukan sekarang di sini

Tentang Penulis