Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Alasan Kenapa Kamu Masih Miskin dan Tidak Bisa Menjadi Miliarder

by Ariesta on 4 Februari, 2016

tips kaya _ investasi - CekAja.com

Kenapa tidak semua orang bisa jadi miliarder. Ternyata banyak alasan dan yang bisa menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah tidak bisa memaksimalkan uang.

Liburan sambil memandangi sungai Seine di Paris, mendonasikan banyak uang ke lembaga amal, pensiun awal tanpa khawatir kekurangan uang adalah hal-hal yang mungkin terbayang saat kamu mendengar kata miliarder.

Setiap orang punya kesempatan untuk menjadi miliarder. Menteri kelautan Susi Pudjiastuti milsalnya, sukses menempati posisinya saat ini meski hanya lulusan SMP. Begitu juga dengan Bill Gates yang tidak pernah lulus dari Harvard University alias drop out demi membangun Microsoft.

Mereka memang tidak menyelesaikan pendidikan formal, namun mereka memiliki tekad dan mau bekerja keras untuk mewujudkan masa depan. Kamu pun bisa seperti mereka jika mampu menghancurkan empat dinding penghalang berikut ini.

Tidak mengerti bagaimana uang bekerja

Hal pertama yang harus kamu tanamkan dalam pikiran adalah uang tidak serumit yang dibayangkan. Sayangnya hanya sedikit yang tahu bagaimana cara menghasilkan, mengelola, menginvestasikan, dan memetik hasilnya.

Para miliarder paham bahwa uang bukan sesuatu yang ditemukan begitu saja atau dimenangkan tanpa berusaha. Menjadi kaya bukan sekedar keberuntungan karena banyak yang berasal dari keluarga namun jatuh miskin. Bayangkan jika kekayaan adalah permainan terbesar di dunia. Jika ingin menang, kamu harus paham aturan main dan merancang strategi yang tepat.

(Baca juga: Boleh Ditiru, Inilah Cara Miliarder untuk Mengusir Stres)

Bagaimana caranya?

Mulailah dengan membaca berbagai literasi soal keuangan seperti Rich Dad, Poor Dad oleh Robert Kiyosaki, The Total Money Makeover oleh Dave Ramsey, danThe Richest Man in Babylon oleh  George Clason.

Tapi jangan hanya sekedar dibaca. Diskusikan  pemahamanmu soal uang pada pasangan, teman, atau orangtua. Cara membangun kekayaan bisa dipelajari. Jika sudah menguasainya, kamu akan paham bahwa membangun kekayaan lebih mudah dari yang kamu pikirkan.

Tidak mau belajar

Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Steve Jobs memang tidak pernah menyelesaikan kuliah. Tapi bukan berarti mereka berhenti belajar. Pada akhirnya mereka memang mengorbankan pendidikan untuk membangun bisnis karena menjadi kaya memang membutuhkan pengorbanan.

Noah Kagan, entrepreneur asal Amerika membeberkan kunci kesuksesannya dalam sebuah wawancara bersama The Tim Ferriss Show. Dia mengaku selalu meluangkan waktu di pagi hari untuk membaca.

Bagaimana caranya?

Belajar tidak harus selalu melalui buku. Mengikuti seminar dan bertanya langsung pada orang sukses merupakan kesempatan belajar dari ahlinya.

Hidup hanya untuk hari ini

Apa yang kamu lakukan jika punya sisa uang di akhir bulan? Kamu yang merasa gaji pas-pasan, banyak pengeluaran, atau jarang makan enak pasti langsung menggunakannya tanpa berpikir dua kali. Banyak orang hanya memikirkan hidup untuk hari ini. Orang yang digaji Rp 100 juta pun tetap bisa bangkrut kalau gaya hidupnya lebih besar dari penghasilan.

Sebaliknya para miliarder sadar bahwa mereka harus memiliki pengeluaran yang lebih sedikit daripada pemasukan. Sebaliknya mereka justru mencari cara untuk menghasilkan lebih banyak uang lewat beragam investasi seperti saham atau bangunan.

Bagaimana caranya?

Print buku tabunganmu selama tiga bulan terakhir. Renungkan dihabiskan untuk apa saja setiap rupiah di rekening. Setelahnya, bagi setiap pengeluaran dalam beberapa kategori seperti kebutuhan sehari-hari, hang out, transportasi, dan lain sebagainya.Setelah itu, buat anggaran per bulan.

(Baca juga: Orang-orang Sukses Selalu Lakukan 7 Hal Ini Saat Baru Datang ke Kantor)

Tidak mengoleksi aset

Bekerja kantoran saja tidak akan membuatmu kaya. Lantas bagaimana caranya membangun kekayaan? Asetlah jawabannya.

Aset merupakan sumber bernilai ekonomi yang dimiliki individu, perusahaan, maupun negara di mana yang menyediakan keuntungan masa depan. Para miliarder mengoleksi aset. Bagaimana dengan kamu?

Sebuah aset dapat menguntungkan secara bisnis seperti portofolio atau real estate (meskipun real estate tidak selamanya menguntungkan). Mobilmu bukanlah aset. Begitu juga dengan gadget. Rumahmu juga tidak bisa sipertimbangkan sebagai aset jika memerlukan biaya pemeliharaan setiap bulannya.

(Baca juga: 10 Penyebab Kenapa Kamu Tidak Pernah Jadi Pengusaha Sukses)

Bagaimana caranya?

Buatlah daftar rinci dari semua aset yang kamu miliki serta nilai mereka saat ini. Kemudian buat rencana rinci untuk memperoleh lebih banyak aset. Menjadi miliarder tidak sesulit yang dibayangkan. Kamu hanya butuh cukup pengetahuan, aksi, dan tekad untuk mewujudkannya.

Tentang Penulis