Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Alat Deteksi Corona, Akankah Asuransi Menanggung?

by Maria Nofianti on 24 Maret, 2020

Wabah virus Corona semakin mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Kenaikan jumlah orang yang terinfeksi juga naik semakin drastis. Dari update per 23 Maret 2020 telah terkonfirmasi ada 308 ribu lebih kasus. Dari jumlah yang sangat banyak itu di dunia hampir 95% mengalami gejala ringan saja. Dan hanya sekitar 5% yang mengalami kondisi kritis. Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan sembuh sudah ada lebih dari 95 ribu kasus. Untuk kasus dengan kematian diperkirakan ada 13.069 kasus di seluruh dunia. Virus ini memang berasal dari kota Wuhan China, namun di sana pasien yang sembuh sudah banyak sekali. Bahkan untuk pertama kalinya China tidak mengalami penambahan kasus infeksi virus Corona. 

alat-alat deteksi corona

Keadaan berbanding terbalik dengan wilayah di luar China. Virus Corona ini semakin hebat menyebar ke hampir semua negara di dunia. Saat ini jumlah penderita karena virus ini paling banyak berada di Italia. Bahkan akhir-akhir ini angka kematian di Italia menjadi yang tertinggi memecahkan rekor angka kematian di China, tempat virus itu berasal. Indonesia juga tidak luput dari serangan wabah virus Corona ini. Tercatat sudah ada 579 orang yang positif terinfeksi virus Corona, yang sembuh ada 30 orang dan meninggal dunia ada 49 orang. Lonjakan pasien yang terinfeksi membuat pemerintah harus cepat tanggap dalam mengatasi kasus wabah virus Corona ini. 

Penyebaran virus Corona

Beberapa kebijakan pemerintah telah diluncurkan dalam mengatasi masalah ini. Mulai dari liburnya anak-anak sekolah, kantor dan tempat wisata ditutup, hingga anjuran bekerja dari rumah. Ini berguna untuk menekan penyebaran virus Corona. Penetapan ODP dan PDP pun semakin banyak seiring dengan banyaknya orang-orang yang melakukan perjalanan keluar negeri atau melakukan kontak langsung ke penderita positif infeksi virus Corona. Nah kalau kita merasa sudah melakukan salah satu hal diatas maka sebaiknya kamu isolasi diri kamu sendiri selama 14 hari. Jika selama 14 hari terdapat gejala-gejala yang mengarah ke penyakit pandemik ini kamu harus melakukan serangkaian tes untuk mengetahui apakah positif atau negatif infeksi virus corona. Beberapa orang mulai menanyakan bagaimana prosedur tes Corona itu? Apa saja alat-alat deteksi Corona itu? Apakah nantinya asuransi akan menanggung biayanya?  

(Baca Juga: Cek Harga Tes Corona di Berbagai Balai Pengobatan)

Karena jika tidak dilakukan tes, masyarakat hanya menebak nebak saja kondisi mereka dan naasnya jika tak menunjukkan gejala namun ternyata positif. Tentu ini yang ditakutkan, sedangkan jika sudah melakukan tes, maka kita bisa lebih waspada dan sadar dengan kondisi kita. Jikalau positif maka akan melakukan isolasi, dan jika negatif maka akan semakin memberlakukan hidup sehat lagi.

Dengan banyaknya pertanyaan seputar tes ini maka kita akan mencoba membantu menjelaskan alat-alat deteksi Corona dan rangkaian tesnya sampai asuransi apa saja yang bisa menanggungnya. Yuk kita simak penjelasannya berikut ini.

Ketika kamu ingin melakukan tes Corona memang bisa dilakukan secara mandiri atau kehendak sendiri tanpa rujukan dokter. Apalagi jika kamu merasa ada riwayat perjalanan ke luar negeri di mana itu merupakan negara terjangkit atau telah melakukan kontak langsung dengan penderita positif infeksi virus Corona. Serangkaian tes yang akan kamu jalani mencakup beberapa alat. Alat-alat deteksi Corona yang dipakai oleh media antara lain:

Termometer

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu tubuh manusia. Suhu tubuh manusia dewasa normal menurut penelitian adalah sekitar 37°C tapi ini akan naik turun sepanjang hari atau tidak tetap. Suhu tubuh juga bisa dipengaruhi karena cuaca panas, setelah berolahraga atau berpakaian tebal akan meningkatkan suhu tubuh manusia. Termometer analog atau digital akan memberikan data yang aktual tentang suhu tubuh. Nah salah satu indikasi terjangkit penyakit Covid-19 karena virus Corona ini adalah demam. Namun tidak semua demam juga dipastikan terinfeksi virus Corona. Demam adalah mekanisme tubuh untuk menemukan penyusup yang masuk ke tubuh dan tubuh akhirnya akan berusaha untuk meningkatkan suhu tubuh demi melawan penyusup tersebut. Skrining thermal seperti ini memang bukan menjadi landasan yang kuat mengatakan orang terinfeksi Corona. Tapi ini bisa menjadi langkah awal untuk mendeteksi apakah akan dilakukan tes atau tidak. Karena jangan sampai kita kecolongan ya, merasa baik baik saja namun ternyata suhu tubuh tak normal.

X-Ray

Pemeriksaan selanjutnya adalah pemindaian paru-paru menggunakan X-Ray. Karena virus Corona menyerang sistem pernapasan maka dilakukan pemindaian paru-paru beserta saluran pernapasannya ini. Gejala serius dari penyakit ini adalah adanya pneumonia yang bisa ditunjukkan oleh hasil X-ray paru-paru. Dengan mengetahui hasil X-ray paru kita bisa melihat apakah ada kerusakan atau peradangan pada sistem pernapasan. Namun perlu di ingat ya bahwa hasil X-ray paru-paru tidak bisa mendeteksi apakah dalam tubuh ada virus Corona atau tidak. Alat-alat deteksi Corona seperti X-Ray ini hanya menjadi penunjang saja. Jadi sebisa mungkin lakukan tes lanjutan jika kamu mendapati paru paru tidak normal, karena ini akan semakin menunjang hasil pemeriksaan.

Blood test

Cek darah juga menjadi serangkaian tes untuk tes deteksi virus corona. Darah akan diambil dan di tes untuk diketahui apakah ada racun dalam tubuh, fungsi organ berjalan baik atau tidak hingga kesehatan secara menyeluruh. Alat tes darah ini juga dipakai untuk menunjang kondisi dari pasien yang diduga terinfeksi virus Corona. Jadi silahkan pergi ke rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan pandemik ini dan lakukanlah cek darah agar hasilnya lebih akurat.

PCR 

Tes menggunakan alat-alat deteksi Corona seperti PCR ini yang paling efektif untuk mendeteksi adanya virus Corona dalam tubuh atau tidak. Metode ini tingkat akurasinya sangat tinggi. Namun pengerjaannya butuh waktu 3-4 hari. Usapan dari hidung atau tenggorokan diambil untuk dites. Jaringan yang diambil ini akan di bacakan RNA nya apakah ada yang identik dengan model virus Corona ini. Jika ada yang identik maka orang tersebut dikatakan positif terinfeksi virus Corona.  

Rapid Test

Rapid test menjadi hal yang sangat dinanti karena sekarang pemerintah mencoba untuk melakukan opsi tes massal dalam menanggulangi wabah virus Corona. Pada rapid test ini diharapkan untuk mengetahui hasil pemeriksaan tidak selama memakai PCR. Memang rapid test bertujuan untuk tes massal dengan hasil yang cepat. Alat ini memiliki tingkat sensitivitas yang rendah. Alat ini juga memakai sampel darah untuk diuji. Waktu yang dibutuhkan bagi alat rapid test ini hanya 15-20 menit untuk mengetahui apakah terpapar virus atau tidak. Pemerintah mengklaim telah memesan lebih dari 500.000 alat tes ini. Namun rapid test ini bisa menunjukkan hasil “false negative” dimana yang sebenarnya positif malah menunjukkan hasil negatif. Sedangkan yang positif mungkin adalah pasien yang sudah sembuh. Ini disebabkan rapid test hanya berdasarkan pada antibodi yang dihasilkan tubuh saat ada virus terdeteksi. Pasien yang telah sembuh sudah pasti membentuk antibodi untuk virus Corona itu dan itu akan terlihat sebagai positif di rapid test.

Rapid Test di Toko Online

Setelah Presiden mengumumkan akan membeli alat rapid Test untuk tes massal infeksi virus Corona ini tiba-tiba di pasar e-commerce Indonesia ramai, karena ada yang menjual alat rapid test ini mulai dari harga Rp1 juta. Penjelasan yang disebutkan hanya mengatakan bisa menampilkan hasil hanya dengan waktu 2-10 menit. Sayangnya tidak ada penjelasan lanjut mengenai alat ini. Keaslian dan efektivitasnya juga masih diragukan. Tindakan semacam ini tentu sangat disayangkan, seolah membuka lahan bisnis di tengah bencana. Seperti halnya masker dan hand sanitizer yang harganya meroket pun sudah membuat masyarakat mengelus dada. Tapi alangkah baiknya masyarakat yang memang sedang panik dan sebagian mungkin merasa ketakutan, janganlah membeli rapid test di sembarang tempat, jikalau mau tes, ya bisa tes saja ke rumah sakit, kan hasilnya lebih bisa dipertanggungjawabkan. Jangan karena malu melakukan tes, maka kamu memilih tes di rumah dan membeli alat rapid tes sendiri. Ingatlah bahwa Corona bukan aib, justru jika kita terbuka, maka kita akan menolong lebih banyak orang.

Biaya tes virus Corona

Nah itu dia alat-alat deteksi Corona yang dipakai oleh medis selama ini. Ketika akan melakukan serangkaian tes tentu memerlukan biaya. Ada banyak kabar mengenai biaya untuk tes virus Corona ini. Beberapa menyebutkan kalau tes harus membayar mulai dari Rp250.000 sampai Rp750.000. Ada pula yang menyebutkan akan dibayar oleh negara. Jadi mana nih yang benar? Daripada bingung yuk simak penjelasan di bawah ini.

Pengecekan untuk tahu apakah kita terpapar virus Corona atau tidak memang masih dikabarkan menelan biaya yang banyak. Namun itu akan dibiayai oleh negara. Tak hanya oleh negara, klaim asuransi pun akan menanggung biaya pengecekan ini. Selama ini memang asuransi dikatakan bisa menanggung biaya perawatan bagi yang terjangkit virus Corona ini. Tentu saja sesuai dengan ketentuan masing-masing asuransi. Rata-rata pihak asuransi menganjurkan untuk mengambil polis tambahan untuk infeksi virus Corona ini dan  klaim dilakukan selama periode tertentu dari awal tahun sampai bulan Maret ini. 

(Baca Juga: Sabun atau Hand Sanitizer? Mana yang Lebih Efektif?)

Jadi asuransi akan membayarkan biaya untuk tes Covid-19 ini. Misalkan saja asuransi kesehatan Prudential yang mengatakan bahwa semua biaya tes Covid-19 akan ditanggung sampai dengan biaya rawat inap jika harus rawat inap. Prudential juga akan menanggung tes bagi nasabah yang memegang polis PRUWorks. Sudah banyak asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan tambahan bagi nasabah yang terinfeksi virus Corona ini. Karena memang banyak masyarakat yang mempertanyakan hal ini, bahkan untuk BPJS pun masyarakat berharap pemerintah dapat membuat kebijakan baru agar BPJS Kesehatan mengcover pasien Corona.

Dengan mengambil perlindungan tambahan ini maka banyak sekali manfaat yang bisa diambil. Asuransi seperti Prudential, Manulife, AIA, FWD dan lainnya memberikan perlindungan mulai dari tes sampai pengobatan bahkan jika sampai meninggal dunia. Jadi segera hubungi perusahaan asuransimu dan pilih perlindungan tambahan untuk virus Corona ini agar kamu lebih tenang. Karena bukan rahasia lagi bahwa perawatan untuk pasien yang terjangkit Corona terbilang mahal. Dengan mengambil asuransi tambahan, maka jika kemungkinan terburuk terjadi, semua akan bisa dijalani dengan lebih tenang, dan tidak menambah masalah finansial untuk keluargamu.

Jangan lupa mililki asuransi kesehatan untuk kamu dan juga keluarga untuk menghadapi ancaman virus yang terus menyebar! Miliki sekarang di Cekaja.com.

Tentang Penulis