Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Anak Dian Sastro Pernah Idap Autisme, Kenali 7 Ciri-Cirinya

by Sindhi Aderianti on 27 Agustus, 2019

Setelah 8 tahun berlalu, akrtis Dian Sastrowardoyo baru mengungkapkan bahwa anak pertamanya dulu sempat mengidap autisme (berkebutuhan khusus). Kenali 7 tandanya di sini!

Di samping berprofesi sebagai aktris dan pengusaha, Dian Sastrowardoyo juga dikenal sebagai ibu yang sangat telaten mengurus anak-anaknya. Ia memiliki dua anak yang bernama Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo (8) dan Ishana Ariandra Nariratana Sutowo (6). Namun yang mengejutkan.

Wanita 37 tahun ini baru saja membuat pengakuan kalau putera sulungnya pernah terdiagnosa mengidap autisme. Pada sebuah acara parenting bernama Special Kids Expo (SPEKIX) 2019, Dian secara blak-blakan menceritakan perjuangannya merawat sang putra sulung hingga sembuh dari autisme.

Ketika masih berusia 8 bulan, ia mendapati beberapa kejanggalan pada gerak-gerik Shailendra. Shaien, begitu sapaan akrabnya bahkan menunjukkan semua ciri yang menandakan anak berkebutuhan khusus.

Seperti enggan menatap mata lawan bicara ketika diajak berinteraksi. Tak hanya itu, ia juga sering mengamati anaknya merespons sebuah peristiwa secara berlebihan jika terjadi tidak sesuai dengan rencana. Untuk bermain dengan anak seumurannya pun, ia tampak kurang tertarik.

Autisme memang bisa dikenali cirinya sejak dini. Secara umum, gangguan tersebut ditandai dengan munculnya kesulitan berkomunikasi. Berikut ciri-ciri autisme yang dibagi menjadi dua tahapan, saat bayi dan balita:

Ciri Autisme pada Bayi
1. Tidak melakukan kontak mata

Ciri awal autisme dapat langsung terlihat dari kontak mata. Bayi dengan gangguan ini hampir tidak pernah melakukan kontak mata dengan siapapun yang ada di dekatnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan, bayi yang mengalami gangguan spektrum autisme, menunjukkan penurunan kontak mata antara usia 2 dan 6 bulan.

(Baca juga: 5 Inspirasi dari Dian Sastro yang Patut Diteladani)
2. Tidak merespons interaksi

Normalnya, bayi merespons apa yang dilihat dan didengarnya dari suara orang lain, terutama suara ibu dan ayah. Jika bayi tampak diam dan tak tertarik untuk merespon, hal ini juga menunjukkan ciri autisme.

Bayi dengan autisme lebih jarang melihat, mendengarkan orang lain, serta enggan memberi respons saat namanya dipanggil. Bahkan menanggapi lewat bentuk interaksi lainnya, seperti ekspresi wajah pun tidak.

3. Tidak mengoceh

Bayi umumnya akan mulai mengoceh dan bereksperimen dengan suara dari usia 3 bulan. Tapi pada bayi penyandang autisme, ocehan tersebut kemungkinan besar tak muncul hingga menginjak usia sembilan bulan.

Bicara merupakan bagian dari proses belajar, sehingga kehilangan kemampuan verbal di usia awal dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak.

Ciri Autisme pada Balita
1. Enggan bersosialisasi

Semakin besar, anak dengan gangguan autisme kian menunjukkan ciri yang signifikan. Mereka kemungkinan tidak berinteraksi dengan anak-anak lain atau berbagi pengalaman lewat bermain.

Jika sedang kesulitan, anak pengidap autisme lebih memilih untuk menyimpannya sendiri ketimbang mencari bantuan.

2. Sulit berkomunikasi

Ketika mencoba berkomunikasi, balita atau anak pengidap gangguan spektrum autisme memiliki variasi suara, kata, serta gerakan yang amat sedikit. Mereka biasanya juga tidak bisa mengucapkan satu kata pun pada usia 16 bulan.

Jika balita secara konsisten tidak melakukan interaksi sosial dengan orangtuanya atau anak-anak lain di umur tersebut, mungkin ada baiknya segera berdiskusi dengan dokter tumbuh kembang.

(Baca juga: Evolusi Industri Radio: Beradaptasi dengan Digitalisasi)
3. Mengulang gerakan tertentu

Selain kesulitan bersosialisasi dan bicara, penyandang autisme di usia balita hingga anak-anak juga cenderung melakukan tindakan atau gerakan yang sama berulang kali.

Gerakan tersebut misalnya seperti bertepuk tangan, menggoyang-goyang tubuh atau berputar-putar. Menurut peneliti, itu satu-satunya hal yang bisa membantu tenangkan hati mereka.

4. Tidak mau menggerakkan tubuh

Pada anak usia 12 bulan, rasa keingintahuan anak umumnya sudah muncul. Sehingga otomatis, perilaku dasar seperti menunjuk atau mengoceh amat terlihat. Contohnya menunjuk benda atau mainan yang menurutnya menarik.

Pada anak yang menderita autisme, perilaku seperti ini tidak muncul. Ketika harus menunjuk, ia akan meminjam tangan orang lain, persis seperti yang pernah dialami putera sulung Dian Sastro.

Autisme Bisa Sembuh

Berbekal keteguhan hati, bahkan sempat tak mendapat dukungan suami yang tak percaya putera mereka autis, Dian Sastro kekeuh melakukan berbagai upaya sejak dini untuk menyembuhkan sang anak. Seperti apa cara-cara pemeran film AADC ini dalam menghadapi anak dengan autisme?

Pertama untuk memastikan diagnosis awal terhadap anaknya yang ia duga memiliki ciri-ciri autisme, Dian mendatangi tiga dokter dan psikolog demi mendapatkan informasi yang akurat.

Setelah cek ke dokter tumbuh kembang, barulah ia percaya kalau anaknya terdiagnosa mengidap gangguan spektrum autisme di usianya yang saat itu baru 8 bulan.

Tanpa menunggu lama, Dian langsung membawa putranya ini menjalani berbagai terapi agar bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik seperti anak-anak pada umumnya. Shaien menjalani terapi sampai umur lima tahun, di antaranya:

  • Terapi okupasi
  • Wicara
  • Perilaku

Tak hanya itu. Putranya juga memiliki respons berlebih ketika sebuah peristiwa terjadi tidak sesuai rencana. Mengetahui hal tersebut, peraih anugrah Piala Citra di Festival Film Indonesia 2004 itu mengajarkan Shaien untuk menenangkan diri. 

Ada teknik napas marinir yang diajarkannya, yakni hitung satu, dua, tiga, empat. Setelah 10 kali napas, barulah ia sudah lebih tenang.

Usai dokter menyatakan putranya tidak perlu lagi menjalani terapi, Dian lalu mengganti terapi dengan les agar Shaien semakin berkembang. Mulai dari basket, hingga renang dua kali seminggu. Alhasil, putra sulungnya itu sudah tak lagi menunjukkan ciri-ciri autisme.

Kini, Shaien sudah dapat bersekolah dengan normal seperti anak lainnya. Bahkan ia termasuk siswa berprestasi dengan nilai di setiap mata pelajaran yang sangat memuaskan. Selain kemampuan dalam pelajaran, kemampuan Shaien dalam bersosialisasi juga sudah sangat baik.

Pengalaman seorang Dian Sastrowardoyo, bisa menjadi contoh untuk semakin aware jika anak menunjukkan ciri-ciri autisme. Dari kisahnya ini juga, kita pun mengerti kalau ternyata gangguan spektrum autisme bisa sembuh 100%. Maka tidak perlu denial, lebih cepat ditangani lebih baik hasilnya. 

Kamu yang ingin melakukan liburan juga lebih baik untuk segera memiliki asuransi perjalanan. Temukan dan ajukan produk asuransi yang cocok untuk keluargamu di CekAja.com!

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami