Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Apa Itu Reksadana Saham, Reksadana Campuran, dan Saham?

by hanna on 10 April, 2015

Anda tentu pernah mendengar tentang reksa dana saham, reksa dana campuran, dan saham sebagai komponen investasi. Namun, apa sebenarnya produk tersebut? Berikut adalah penjelasannya.

Untuk Anda yang ingin keuntungan besar dari investasi dan punya kesabaran menunggu, jenis investasi saham bisa menjadi pilihan Anda. Dibandingkan produk investasi tunai dan investasi pendapatan tetap, investasi saham memiliki imbal hasil yang lebih tinggi. Namun, jenis investasi ini mempunyai risiko yang besar.

(Baca juga: Tips Memilih Investasi Sesuai Karakter yang Anda Miliki)

 

1. Reksa dana saham

Pada reksa dana saham, minimal 80% aset Anda diinvestasikan dalam efek ekuitas (saham). Penempatan dana ini membuat Anda mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan jenis reksa dana lain. Keuntungan tersebut diperoleh dari pertumbuhan harga saham dan dividen. Untuk mendapatkan keuntungan ini, Anda harus menempatkan dana dalam jangka panjang, lebih dari 5 tahun.

Dengan keuntungan tinggi, reksa dana saham juga memiliki risiko tinggi, yakni penurunan harga saham yang dipengaruhi mekanisme pasar di bursa efek. Fluktuasi harga saham tersebut juga dipengaruhi kondisi ekonomi dan politik. Tiap kebijakan politik dan hukum yang berhubungan dengan usaha bisa memengaruhi harga saham Anda.

 

2. Reksa dana campuran

Investasi reksa dana campuran dilakukan dalam efek ekuitas (saham) dan efek utang (obligasi). Imbal hasil reksa dana ini lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Untuk mendapatkan keuntungan itu, Anda harus menyimpan dana dalam jangka menengah-panjang, minimal 3 tahun.

Jangka waktu yang panjang ini diperlukan agar Anda terhindar dari risiko reksa dana campuran, yakni fluktuasi yang lebih besar dibandingkan reksa dana pendapatan tetap. Tapi Anda bisa tenang karena risiko ini masih lebih kecil daripada reksa dana saham.

(Baca juga: Agar Untung, Singkirkan Emosi Saat Lakukan Investasi)

 

3. Saham

Saham adalah instrumen pasar keuangan yang diterbitkan perusahaan sebagai sumber pendanaan. Saham juga merupakan tanda penyertaan modal Anda dalam suatu perusahaan. Dengan berinvestasi saham, Anda mendapatkan klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, serta berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keuntungan Anda dalam investasi saham didapat dari dividen dan capital gain. Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan dengan persetujuan pemegang saham dalam RUPS. Untuk memperoleh dividen, Anda harus menanamkan modal dalam jangka waktu lama. Selain dividen tunai, keuntungan ini bisa dibagikan dalam bentuk saham (dividen saham).

Sementara keuntungan lain, capital gain, diperoleh saat Anda menjual saham di pasar sekunder dengan harga lebih tinggi daripada harga beli saham.

Di samping keuntungan, saham memiliki beberapa risiko. Salah satu risiko tersebut adalah capital loss. Hal ini merupakan kebalikan dari capital gain, yakni Anda menderita kerugian akibat harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli saham.

Risiko lain yang bisa diderita investor adalah likuidasi. Hal ini terjadi jika perusahaan tempat Anda menanam modal dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan perusahaan bubar. Hak Anda akan diberikan setelah seluruh kewajiban perusahaan terpenuhi.

Setelah mendapatkan informasi tentang jenis investasi, waktunya Anda memilih produk yang tepat di lembaga keuangan yang terpercaya di sini.

 

Tentang Penulis

Social media writer, coffee lover, twenty-something.