Apa Itu Vaksin Gotong Royong dan Perbedaannya dengan Vaksin Individu?

Kalau ditanya “Apa itu Vaksin Gotong Royong?”, apakah kamu sudah mengetahuinya? Jika belum, atau masih bingung membedakannya dengan program vaksin lainnya, yuk simak ulasan berikut ini.

Apa Itu Vaksin Gotong Royong dan Perbedaannya dengan Vaksin Individu?

Berbicara tentang Vaksin Gotong Royong, ini sebenarnya program yang muncul atas usulan dari dunia usaha melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), yang ingin berpartisipasi dalam program pemerintah.

Mengingat, pemerintah telah berjanji untuk menjamin vaksinasi Covid-19 seluruh masyarakat Indonesia secara gratis.

Maka dari itu, KADIN menyelenggarakan program Vaksinasi Gotong Royong, yang sudah dimulai sejak 18 Mei 2021 lalu.

Jika kamu ingin tahu lebih jauh apa itu vaksin gotong royong, pada artikel kali ini CekAja akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Apa Itu Vaksin Gotong Royong?

Sesuai dengan judulnya “Apa Itu Vaksin Gotong Royong?”, sebagian dari kamu mungkin banyak yang belum tahu informasi dasar seputar Vaksin Gotong Royong.

Jadi seperti yang sudah disinggung sebelumnya, vaksin gotong royong merupakan program yang hadir atas usul dari dunia usaha melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Program ini, pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan vaksinasi program pemerintah, yaitu tidak membebankan biaya kepada para peserta vaksin, alias gratis.

Hal itu karena, pendanaan untuk vaksin gotong royong bersumber dari pendanaan mandiri perusahaan atau badan usaha.

Yang mana, mereka memiliki tujuan untuk melakukan vaksinasi gratis kepada karyawan, karyawati dan keluarganya. Dengan demikian, adanya vaksin gotong royong membuat cakupan vaksinasi Covid-19 menjadi lebih cepat dan luas.

Untuk anggota KADIN sendiri, vaksin gotong royong ini sangat berguna, karena dapat memperluas cakupan vaksinasi para tenaga kerja Indonesia, sehingga bisa berproduksi kembali seperti semula.

(Baca Juga: Hal yang Dipersiapkan Sebelum Vaksin)

Hadirnya program Vaksinasi Gotong Royong ini, sebelumnya juga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021, tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Perbedaan Vaksin Gotong Royong dengan Vaksin Jalur Individu

Agar lebih mengenal apa itu vaksin gotong royong, sebaiknya kamu ketahui juga perbedaannya dengan vaksin jalur individu.

Karena sebenarnya, Vaksin Jalur Individu merupakan bagian dari Vaksin Gotong Royong, atau dikenal dengan sebutan Vaksin Gotong Royong Individu.

Tetapi, walaupun sama-sama Vaksin Gotong Royong, sistem yang digunakan pada VGR Individu berbeda. Program ini akan membebankan biaya kepada para peserta vaksinnya.

Meskipun, program VGR Individu sifatnya tidak wajib dan tidak menghilangkan vaksin gratis dari pemerintah, yang juga bisa digunakan oleh masyarakat.

Kalau begitu, lantas apa yang membedakan Vaksin Gotong Royong dengan Vaksin Jalur Individu? Untuk tahu lebih jelasnya, yuk simak uraian berikut ini.

Vaksin Gotong Royong

  • Pelaksanaan sudah dimulai sejak 18 Mei 2021
  • Jenis vaksin yang digunakan Sinopharm dan Cansino Biologics
  • Sasarannya karyawan atau karyawati suatu badan usaha dan keluarganya
  • Biaya vaksin ditanggung badan hukum atau badan usaha.

Vaksin Jalur Individu (VGR Individu)

  • Rencana pelaksanaan dimulai 12 Juli 2021 (namun tertunda)
  • Jenis vaksin yang digunakan Sinopharm
  • Sasarannya WNI dan WNA
  • Biaya vaksin ditanggung peserta.

Dari semua perbedaan tersebut, bisa dibilang kalau Vaksin Gotong Royong biasa, lebih ditujukan untuk perusahaan, badan hukum atau badan usaha, yang pendanaannya ditanggung mereka, sehingga pesertanya tidak dibebankan biaya apapun.

Berbeda dengan Vaksin Jalur Individu atau VGR Individu, yang pendanaannya berasal dari para peserta vaksin, sehingga mereka dikenakan biaya sekitar Rp879.140,- untuk dua dosis vaksin plus biaya layanannya.

Jenis Vaksin Gotong Royong

Dari dua pembahasan di atas, kamu sedikit banyak mungkin sudah mengenal apa itu Vaksin Gotong Royong dengan baik. Apalagi, jenis vaksin yang digunakan pun sudah diketahui, yaitu Sinopharm dan Cansino Biologics.

Namun yang masih banyak menjadi pertanyaan, yaitu mengapa hanya dua vaksin itu yang digunakan? Bagaimana dengan AstraZeneca, Sinovac, dan lain sebagainya?

Jadi begini, khusus untuk Vaksin Gotong Royong, jenis vaksin yang boleh dipergunakan hanya Sinopharm dan Cansino Biologics.

Untuk jenis vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax dan Pfizer pemerintah secara resmi tidak memperbolehkannya, karena keempat jenis vaksin itu dipakai oleh program vaksin gratis yang diberikan pemerintah.

Tujuan tidak diperbolehkannya sudah jelas, yaitu agar tidak saling mengganggu stok vaksin untuk masing-masing program yang berjalan.

Jadi ditetapkan untuk program Vaksin Gotong Royong, jenis vaksin yang boleh digunakan hanya Sinopharm dan Cansino Biologics.

Tetapi ada pengecualian untuk vaksin yang didapat dari hibah dengan merek yang sama dengan program Vaksin Gotong Royong, bisa juga dipakai untuk vaksin program pemerintah.

Seperti contoh, Negara Uni Emirat Arab menghibahkan 500 ribu dosis vaksin Sinopharm beberapa waktu lalu ke Indonesia.

Nah, vaksin tersebut walaupun sebenarnya hanya dipakai untuk Vaksin Gotong Royong, namun karena berasal dari hibah, bisa juga dipakai untuk vaksin program pemerintah nantinya.

Tetapi secara keseluruhan, inti dari jenis vaksin yang digunakan untuk Vaksin Gotong Royong adalah Sinopharm dan Cansino Biologics, yang informasinya akan diulas berikut ini.

1. Sinopharm

Ini adalah jenis vaksin Covid-19 yang sudah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta telah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu terbukti dari terbitnya izin penggunaan darurat vaksin Sinopharm pada 29 April 2021. Sementara untuk penyediaannya, pemerintah sudah melakukan kontrak untuk penyediaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis.

2. Cansino Biologics

Jenis vaksin berikutnya yang digunakan untuk Vaksin Gotong Royong, yaitu Cansino Biologics. Untuk jenis vaksin ini, pemerintah telah menyiapkan sekitar 5 juta dosis.

Menariknya, vaksin ini menjadi yang pertama kali mendapatkan hak paten dari pemerintah China, yaitu pada 11 Agustus 2020.

Dalam pemberiannya, vaksin Cansino Biologics ini hanya disuntikkan sebanyak satu dosis untuk setiap peserta vaksinasi, tidak seperti vaksin Sinopharm dan jenis vaksin lainnya yang digunakan Indonesia.

Harga Vaksin Gotong Royong

Kalau berbicara mengenai harga, Vaksin Gotong Royong memiliki harga pelayanan yang sudah ditentukan dan tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021/.

Tetapi, itu baru hanya pelayanan. Untuk harga vaksin produksi Sinopharm-nya sendiri melalui penunjukkan PT Bio Farma (Persero), yaitu:

  • Harga tertinggi pembelian vaksin per dosis, Rp321.660,-
  • Harga tertinggi untuk pelayanan vaksinasi per dosis, Rp117.910,-

Dengan harga tersebut, maka jika ditotal biaya untuk dua dosis Vaksin Gotong Royong, yaitu sekitar Rp879.140,-.

Perlu diketahui, harga yang diberikan itu merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli badan hukum atau badan usaha.

Harga itu juga sudah termasuk biaya produksi serta keuntungan yang didapat, yaitu sekitar 20 persen. Penetapan harga tertinggi ini, tentunya sudah mendapat pandangan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, para ahli, akademisi, serta aparat hukum.

(Baca Juga: Daftar Penyedia Tabung Oksigen)

Itulah sejumlah informasi tentang Vaksin Gotong Royong, yang sudah kamu ketahui di pembahasan sebelumnya. Bagaimana, sekarang sudah tidak bingung bukan, jika ditanya apa itu Vaksin Gotong Royong?

Kalau begitu, apakah kamu tertarik untuk segera melakukannya? Atau masih ragu dan takut dengan keamanannya?

Eits, tenang aja! Semua vaksin memiliki kegunaan yang sama, yaitu membentuk kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19. Apalagi, untuk Vaksin Gotong Royong ini, pengadaannya merupakan tanggung jawab Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Bio Farma.

Selain itu, walaupun pelaksanaannya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta, namun data vaksinasinya tetap dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

Jadi, semua prosedur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah terjamin keamanannya. Dengan begitu, kamu tak perlu lagi khawatir untuk melakukan vaksinasi.

Kemudian untuk mendapatkan proteksi kesehatan optimal, kamu juga sebaiknya menggunakan asuransi kesehatan. Sebab, asuransi tersebut akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Sehingga, apabila nantinya terjadi sesuatu pada kondisi kesehatanmu, kamu tidak perlu pusing memikirkan besarnya biaya pengobatan yang harus dibayar, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Oleh karena itu, buat kamu yang hingga saat ini belum melindungi diri dengan asuransi kesehatan tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang juga asuransi kesehatan terbaikmu, secara online melalui CekAja.com.