Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Apa Manfaat Berjemur Sinar Matahari Pagi? Cek Ulasannya di Sini!

by Ayunindya Annistri on 29 Maret, 2020

Paparan sinar matahari pagi dianggap sebagai waktu yang tepat untuk berjemur. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat bahwa tubuh manusia membutuhkan vitamin D yang didapat dari sinar UVB alias ultraviolet B. Tidak hanya itu saja, faktanya masih ada banyak lagi manfaat berjemur sinar matahari pagi. Apa sajakah itu?

Manfaat Berjemur Sinar Matahari Pagi

Mitos vs Fakta Mengenai Matahari Pagi

Tak bisa dipungkiri, paparan sinar matahari memang memiliki manfaat bagi manusia, salah satu yang paling populer adalah tubuh mendapatkan vitamin D. Namun disisi lain pula, sebagian orang menganggap bila panas matahari justru memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan kulit.

Nah biar enggak salah persepsi, berikut CekAja bagikan mitos vs fakta mengenai manfaat berjemur sinar matahari pagi seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Paparan sinar matahari lebih baik di atas jam 11 pagi

Anggapan seperti ini jelas saja salah, dan justru berakibat fatal untuk kulit kamu. Soalnya menurut beberapa pakar kesehatan, berjemur di atas pukul 11 pagi justru merusak kulit dan mengakibatkan risiko terkena kanker kulit semakin meningkat.

Jadi, sebaiknya bila kamu ingin mendapatkan manfaat berjemur sinar matahari pagi lakukan saat pukul 10 dengan lama waktu 15 menit.

  • Menggunakan lotion yang mengandung SPF

Ini adalah fakta yang semestinya tidak boleh terlewat oleh kamu ketika berjemur di bawah terik matahari. Produk sun protection factor atau SPF bekerja efektif untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari.

Jika menggunakan lotion dengan kandungan SPF 24, maka kulitmu akan terlindungi dari matahari sebesar 97 persen. Sementara untuk lotion yang mengandung SPF 50 ke atas, akan memberikan perlindungan hingga 98 persen.

  • Perubahan permanen pada kulit jika terkena sinar matahari dalam waktu lama

Faktanya kulit dapat mengalami perubahan secara permanen akibat berjemur di bawah terik sinar matahari dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan kulit mengandung pigmen melanin, yang dihasilkan oleh melanosit, dimana fungsinya untuk menentukan warna kulit seseorang.

Ketika kulit mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap, ini berarti terdapat banyak pigmen melanin dalam tubuhnya.

Sementara bila kulit putih atau sedikit lebih pucat, maka dapat dipastikan tubuhnya hanya memproduksi pigmen melanin dalam jumlah yang sedikit.

Namun yang perlu diingat ketika sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin rusak, akan terjadi gangguan pigmentasi yang bisa saja mempengaruhi sebagian area kulit atau bahkan menyerang seluruhnya.

(Baca Juga: Biar Dompet Gak Boncos di Musim Corona, Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini)
The Sunshine Vitamin dari Matahari

Menurut laman Healthline, vitamin D yang diproduksi oleh tubuh manusia ketika terpapar sinar ultraviolet B dari matahari akan bekerja efektif untuk menyerap kalsium dan fosfor. Dua mineral yang sangat penting bagi kesehatan tulang manusia.

Itulah alasan mengapa banyak pakar kesehatan menganjurkan untuk berjemur saat matahari sedang terik, yaitu pukul 10 pagi.

Untuk masa sekarang ini, mungkin hanya sebagian orang saja yang tetap melakukan rutinitas berjemur di pagi hari. Padahal kebutuhan vitamin D untuk tubuh manusia rata-rata berkisar 15 mikrogram per harinya. Dan khusus orang yang berusia di atas 65 tahun, membutuhkan setidaknya 25 mikrogram vitamin D.

Jika kebutuhan mikrogram ini tidak dipenuhi secara tepat, kemungkinan terjadinya masalah kesehatan bisa sangat besar. Seperti penyakit osteoporosis, obesitas, radang sendi, gagal jantung, bahkan kanker usus besar.

Sejumlah Manfaat Berjemur Sinar Matahari Pagi
1. Meningkatkan fungsi otak

Selain dikenal bagus untuk kesehatan tulang, rupanya manfaat berjemur sinar matahari pagi juga mempengaruhi kinerja otak. Hal ini karena paparan matahari dapat meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan otak untuk membentuk dan memproses pikiran.

Tidak hanya itu saja, beberapa penelitian juga mengatakan sinar UVB yang terdapat pada matahari memicu pertumbuhan sel di hipokampus, salah satu bagian dari otak besar yang letaknya di lobus temporal, untuk mengatur dan menyimpan berbagai memori.

2. Mengurangi risiko kanker

Percaya atau tidak, namun menurut beberapa penelitian yang beredar paparan sinar matahari di saat pagi hari dapat mengurangi resiko seseorang terkena kanker payudara, prostat dan beberapa jenis kanker lainnya. Hal ini lagi-lagi karena vitamin D yang menjadi sumber kunci bagi kesehatan tubuh.

Jumlah yang direkomendasikan oleh masing-masing pakar kesehatan agar manfaat berjemur sinar matahari pagi lebih maksimal ketika pukul 10 pagi dengan lama waktu hingga 10 menit. Dan dilakukan setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Selain memenuhi kebutuhan vitamin D dari sinar matahari, kamu juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan-makanan bergizi, seperti ikan tuna, salmon, telur, susu, dan sereal.

Meski efek yang diberikan vitamin D untuk tubuh tergolong baik, tetap saja kamu tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Pasalnya, dalam tingkat serius vitamin D justru membuat kerusakan fungsi organ, seperti ginjal dan paru-paru.

3. Efektif menurunkan darah tinggi

Manfaat berjemur sinar matahari pagi yang berikutnya adalah menurunkan tekanan darah. Fakta ini didapat setelah banyaknya penelitian yang dilakukan. Dimana partisipan dengan penyakit darah tinggi diminta untuk berjemur selama kurang lebih 20 menit di bawah paparan sinar matahari.

Hasilnya, senyawa nitric oxide yang dilepaskan ke dalam pembuluh darah efektif membantu menurunkan tekanan darah tinggi segera setelah sinar matahari masuk ke dalam pori-pori kulit.

Enggak hanya menurunkan darah tinggi saja, seperti yang dikutip dari Wolipop Detik, berjemur di pagi hari juga dapat mempengaruhi umur seseorang, termasuk pula menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke.  

4. Memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah

Jangan takut gosong ketika berjemur di bawah terik matahari! Soalnya sinar UVB yang juga menjadi sumber vitamin D pada matahari yang dipercaya efektif untuk mencegah penyakit kardiovaskuler. Penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah dan jantung.

Untuk mencegahnya, kamu bisa memanfaatkan sinar matahari sewaktu pukul 10 pagi. Karena di waktu tersebut, tubuh memproduksi vitamin D secara maksimal untuk membantu mengaktifkan senyawa nitrit oksida, dan menurunkan risiko penumpukan plak serta kadar kolestrol di dalam tubuh.

Selain itu, vitamin D yang didapat dari hasil produksi tubuh ketika berjemur di terik matahari juga membantu otot jantung untuk lebih teratur memompa darah, serta mengurangi peradangan akibat penumpukan lemak berlebih.

5. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas tidur

Terakhir manfaat berjemur sinar matahari pagi adalah meningkatkan kualitas tidur. Hal ini dikarenakan produksi hormon melatonin di dalam tubuh mengalami rangsangan yang cukup signifikan setelah terpapar matahari pagi.

Melatonin adalah hormon yang terdapat dalam tubuh dimana fungsinya sendiri untuk menjaga siklus tidur manusia. Hormon ini secara alami diproduksi secara otomatis diantara pukul 11 malam hingga 3 dini hari.

Namun semakin bertambahnya usia, maka kemampuan tubuh untuk menghasilkan hormon melatonin ini justru menurun.

Makanya banyak peneliti yang menganjurkan agar manusia memanfaatkan sinar matahari pagi, untuk membantu menutup produksi hormon melatonin di waktu pagi hari dan kembali sampai matahari terbenam lagi.

Tujuannya tidak lain agar tubuh memahami bahwa ketika berjemur di bawah terik matahari adalah gambaran yang jelas untuk tidak tertidur dan bukanlah malam hari.

Sehingga proses biologis yang berpatok pada siklus 24 jam atau lebih dikenal ritme sirkadian kembali normal dan ini juga berpengaruh pada kualitas tidurmu.

Nah, itulah kelima manfaat berjemur sinar matahari pagi. Ingat, selalu sempatkan tubuh untuk mendapatkan vitamin D setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Ingin tambah proteksi diri? Gampang loh! Kamu hanya perlu ajukan asuransi kesehatan yang kini tersedia lengkap hanya di CekAja.com

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau