Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini, Yuk!

by Nadhillah Kusindriani on 28 Mei, 2020

Di zaman yang serba modern seperti saat ini, kamu sebagai orang tua bisa asah kreativitas anak dengan mainan edukatif, yang kini banyak dijual di toko buku atau pun toko mainan. Tetapi, rasanya akan lebih menyenangkan apabila anak juga di asah kreativitasnya menggunakan mainan edukatif tradisional.

Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini, Yuk!

Sebab selain menyenangkan, asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional juga dapat membantu anak mengenal kebudayaan, serta melestarikan mainan-mainan tradisional yang sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi ciri khas suatu daerah.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, CekAja.com akan mengulas delapan mainan edukatif tradisional yang mampu asah kreativitas anak khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Kenapa Mainan Edukatif Sangat Penting untuk Anak?

Sebelum membahas lebih jauh tentang mainan edukatif tradisional, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu pentingnya mainan edukatif bagi anak. Karena sesuai dengan namanya, mainan edukatif merupakan mainan yang dapat memberikan edukasi bagi anak.

Sehingga, anak tidak hanya bermain saja, tetapi juga belajar hal-hal baru melalui mainan edukatif tersebut. Jika melihat definisi menurut Mayke Sugianto. T dalam Badru Zaman yang dilansir dari asikbelajar.com, bahwa mainan edukatif atau alat permainan edukatif (APE) merupakan suatu permainan yang memang dirancang khusus untuk kepentingan pendidikan.

Umumnya, mainan edukatif ini digunakan oleh anak-anak TK atau yang berada pada rentang usia berkisar 3-6 tahun. Mainan edukatif sendiri dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak, baik secara motorik, sensorik, wawasan, tingkah laku, hingga keterampilan.

(Baca Juga: Sederet Ide Mainan Edukasi Anak yang Asah Motorik dan Kreativitas)
8 Mainan Edukatif Tradisional yang Asah Kreatifitas Anak

Jika berbicara tentang mainan edukatif, sebenarnya banyak sekali jenisnya. Mulai dari bermain peran, menggambar dan melukis di media kaos, membuat gelembung pelangi, hingga membuat rumah bongkar pasang.

Namun rasanya mainan-mainan tersebut sudah terlau sering digunakan oleh banyak orang tua, untuk asah kreatifitas anak. Akan lebih baik apabila kini kamu mulai asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional.

Karena seperti yang diketahui, banyak sekali permainan tradisional yang mampu asah perkembangan dan kreatifitas anak. Lantas, apa saja mainan edukatif tradisional tersebut? Berikut ulasannya!

1. Congklak

Congklak - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Bagi kamu generasi 90-an pasti tahu permainan tradisional yang satu ini. Bagaimana tidak, pasalnya congklak menjadi permainan tradisional yang sangat populer pada masa itu.

Permainan tradisional yang umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan ini, memiliki banyak sebutan sesuai dengan daerahnya masing-masing. Seperti misalnya di Lampung, permainan ini dikenal dengan nama dentuman lamban.

Kemudian di Sulawesi dikenal dengan nama makaotan, dan di Jawa sendiri permainan ini memiliki penamaan yang beragam, mulai dari congklak, dakonan atau pun dakon.

Untuk bisa memainkan permainan yang satu ini sangat mudah, kamu hanya memerlukan papan lengkung berbentuk sampan. Di mana, papan tersebut memiliki 14 lubang kecil serta 2 lubang besar yang sejajar dan saling berhadapan.

Dengan bermain permainan ini, secara tidak langsung otak kiri anak akan terlatih dan logika anak akan semakin berkembang. Sebab, permainan ini mengharuskan anak untuk menghitung jumlah sisa biji congklak yang dimilikinya.

Tidak hanya itu, kemampuan berbahasa, sosial dan motorik anak pun ikut terlatih ketika bermain congklak. Hal tersebut dikarenakan anak pasti berinteraksi dengan lawan mainnya, sebagai bentuk latihan untuk kemampuan berbahasa dan sosial.

Sedangkan untuk kemampuan motoriknya sendiri ditunjukkan ketika anak secara tidak langsung mengambil biji-biji congklak dari papan.

2. Petak Umpet

Petak Umpet - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Nyatanya, kamu juga bisa asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional petak umpet. Permainan ini, memiliki konsep yang mana terdapat satu pemain yang harus “jaga tiang” dan berhitung mundur ketika pemain lainnya berusaha untuk bersembunyi.

Jika hitung mundur sudah selesai dilakukan, maka pemain (yang “jaga”) tersebut harus mencari pemain lainnya yang bersembunyi. Kegiatan bersembunyi ini secara tidak langsung melatih daya kreativitas anak.

Sebab, anak diharuskan untuk membuat strategi agar tidak mudah tertangkap oleh pemain (yang “jaga”). Selain itu, permainan petak umpet ini juga melatih kemampuan bersosialisasi anak, karena anak-anak tersebut tentu akan saling berinteraksi satu sama lain. Lebih dari itu, permainan ini pun mengajarkan arti sabar, teliti dan waspada.

3. Gobag Sodor

Gobag Sodor - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Siapa diantara kamu yang tidak tahu gobag sodor? Permainan tradisional yang satu ini bisa dibilang sebagai permainan edukatif paket lengkap, karena tidak hanya asah kreativitas anak, tetapi juga melatih kecerdasan dan kemampuan kerja sama dalam tim.

Kemampuan kerja sama tersebut ditunjukkan saat anak bersama tim nya mencari serta menentukan strategi apa yang akan digunakan untuk bisa memenangkan permainan. Melalui gobag sodor ini, anak juga akan lebih banyak bergerak, sehingga anak akan lebih aktif dan sehat.

Dengan begitu, dapat diambil kesimpulan bahwa asah kreativitas anak dengan permainan edukatif tradisional yang satu ini menjadi cara yang tepat yang bisa kamu lakukan untuk anak.

4. Kasti

Kasti - asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional ini

Permainan keempat ada kasti yang mampu asah kreativitas anak. Permainan tradisional ini kerap kali dijadikan sebagai materi dalam pelajaran olahraga.

Untuk bisa memainkan permainan yang satu ini, ada beberapa peralatan yang perlu kamu persiapkan seperti bola kasti dan tongkat pemukulnya yang berbentuk seperti stick baseball.

Melalui permainan ini, secara tidak langsung mengembangkan kemampuan kinestetik anak. Tidak hanya itu, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan teman bermainnya pun semakin terlatih ketika sedang bekerja sama menyukseskan permainan.

5. Bentengan

Bentengan - asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional ini

Permainan edukatif tradisional kelima yang mampu asah kreativitas anak adalah bentengan. Untuk bisa bermain bentengan, kamu perlu membentuk dua buah grup terlebih dahulu. Setelah itu, setiap grup wajib memiliki markas yang berupa tiang “benteng”.

Masing-masing grup nantinya akan sama-sama menyusun strategi untuk bisa merebut dan memenangkan benteng milik lawan dengan cara menyentuhnya. Grup yang mampu menyentuh tiang lawan terlebih dahulu menjadi pemenangnya.

Proses menyusun strategi tersebut menjadi salah satu proses yang membantu anak melatih kecerdasan sosial anak.

6. Engklek

Engklek - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Selain lima permainan di atas, kamu juga bisa lho asah kreativitas anak dengan permainan edukatif tradisional yang satu ini. Meski engklek jarang sekali diketahui dan dimainkan oleh anak-anak di masanya, namun permainan ini memberikan banyak sekali manfaat bagi anak.

Beberapa manfaat tersebut di antaranya, yaitu kemampuan kinestetik dan motorik anak menjadi semakin terlatih. Sebab, di permainan ini anak-anak akan lebih banyak bergerak, seperti berlari, melompat, jongkok, dan lain sebagainya.

Permainan ini bisa dimainkan kapan saja, baik pagi, siang ataupun sore hari. Namun, akan lebih menyenangkan apabila dilakukan di pagi hari. Karena, selain udara yang masih segar, kamu pun bisa sekaligus berolahraga dan terkena panas matahari pagi yang baik untuk tubuh.

7. Layang-layang

Layang layang - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Siapa di antara kamu yang sampai saat ini masih bermain layang-layang? Permainan yang satu ini bisa dibilang permainan yang timeless dan bisa dimainkan oleh siapa saja tanpa memandang usia.

Namun, untuk bisa bermain permainan ini, kamu harus berlatih terlebih dahulu untuk bisa menerbangkan layang-layang dengan sempurna. Sebab, menerbangkan layang-layang tidak semudah kelihatannya.

Kadang kala, layang-layang yang berhasil kamu terbangkan tersangkut di pohon atau pun bersangkutan dengan layangan lainnya. Dengan begitu, secara tidak langsung suasana layaknya “kompetisi” hadir ditengah permainan.

Maka dari itu, tidak heran apabila bermain layang-layang mampu melatih dan meningkatkan kecerdasan emosional anak. Pasalnya, anak diharuskan untuk belajar sabar dan berhati-hati ketika bermain agar layang-layang miliknya tidak mudah rusak atau pun putus.

Tidak hanya itu, anak pun akan semakin tertantang daya kreativitasnya untuk membuat sendiri layang-layang miliknya dengan menghiasnya sesuai dengan keinginan.

8. Mobil-mobilan

Mobil mobilan - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Permainan edukatif yang terakhir adalah mobil-mobilan. Mungkin sebagian di antara kamu berpikir, bahwa mainan mobil-mobilan yang dimaksud adalah mobil mainan yang bisa ditemukan dan dibeli di toko mainan.

Namun, mobil-mobilan yang akan dibahas di sini berbeda. Karena, untuk asah kreativitas anak dengan permainan edukatif tradisional, anak tentu sebaiknya membuat mobil-mobilannya sendiri.

Anak bisa membuatnya dari berbagai jenis bahan, seperti kayu, pelepah pisang hingga kulit buah jeruk bali. Selain itu, kamu juga memerlukan bahan pendukung seperti lidi kayu dan karet sebagai penghubung dan perekat.

Jika kamu menggunakan pelepah pisang, kamu bisa membentuk bahan tersebut terlebih dahulu sesuai dengan model yang kamu inginkan. Setelah itu, kamu bisa sambungkan satu persatu bagiannya menggunakan lidi kayu dan direkatkan menggunakan karet. Bagaimana, sangat mudah bukan?

Dengan membuat mobil-mobilan ini, anak tidak hanya terlatih daya kreativitasnya saja. Tetapi juga meningkatkan kemampuan imajinasi, kecerdasan motorik dan kinestetik

(Baca Juga: Mengenal Metode Pendidikan dan Mainan yang Cocok untuk Anak Autis)
Manfaat Mainan Edukatif Tradisional untuk Perkembangan Anak

Pada pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui delapan mainan edukatif tradisional yang mampu asah kreativitas anak. Dari mainan-mainan tersebut sebenarnya kamu bisa mendapatkan banyak manfaat, yang di antaranya yaitu:

  • Mampu menstimulasi perkembangan anak dari segala aspek, salah satunya kemampuan motorik
  • Meningkatkan kecerdasan intelektual anak
  • Melatih daya kreativitas anak
  • Melatih dan mengembangkan kemampuan anak dalam bersosialisasi
  • Meningkatkan kecerdasan emosi anak
  • Melatih kesadaran anak dalam segi spiritual
  • Mengembangkan nilai moral dalam diri anak
  • Mengajarkan dan melatih anak untuk bijak dalam memanfaatkan kekayaan alam yang ada disekeliling
  • Dan lain sebagainya.

Bagaimana, sangat banyak bukan manfaat yang bisa anak dapatkan? Kamu tidak hanya asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional saja, tetapi kamu juga mendapatkan segudang manfaat lainnya.

Oleh karena itu, agar perkembangannya dapat terus berjalan dengan baik, kamu perlu menjaga dan melindungi anak agar selalu sehat. Terlebih, di tengah-tengah situasi pandemi virus corona seperti saat ini, apabila daya tahan tubuh tidak baik, maka tubuh mu sangat rentan untuk terkena virus dan sakit.

Untuk itu, jaga selalu kesehatan dengan mengonsumsi sayur, buah, minum air putih yang cukup akan semakin baik apabila kamu juga melindungi diri dengan asuransi kesehatan. Apabila kamu belum memiliki asuransi kesehatan tenang saja.

Pasalnya, kini kamu bisa mengajukan asuransi kesehatan dengan mudah dan cepat hanya di CekAja.com. Di mana, CekAja.com merupakan perusahaan financial technology yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tunggu apalagi? Ajukan sekarang, yuk!

Tentang Penulis