Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Atasi Kredit Macet di Pinjaman Online Tanpa Panik

by Teti Purwanti on 2 Maret, 2020

Pinjaman online yang marak berkembang di Indonesia bisa menjadi alternatif saat membutuhkan dana mendesak.

atasi kredit macet

Persyaratan pengajuan pinjaman yang mudah dan cepat. Karena semua proses dilakukan secara online serta proses pencairan dana yang hanya dalam hitungan jam membuat banyak masyarakat melirik layanan ini.

Akan tetapi, beberapa dari masyarakat yang mengajukan pinjaman melalui pinjaman online belum memahami mengenai mekanisme pinjaman online.

Termasuk juga banyak yang tidak paham bahwa ada banyak pinjaman online ilegal yang beredar dan beroperasi tanpa pengawasan dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sehingga pinjaman yang diberikan sangat memberatkan nasabah. Karena memiliki aturan suka-suka yang tidak mengikuti ketentuan regulasi.

Dalam kondisi ini membuat banyak nasabah terjebak dalam lilitan utang serta menyebabkan kredit macet. Tidak jarang pada saat terjadi tunggakan pembayaran, ada aksi penagihan yang tidak menyenangkan dilakukan oleh layanan aplikasi pinjaman online, khususnya yang ilegal.

Bila kondisi seperti ini terjadi pada kamu, tidak perlu panik. Karena ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk atasi kredit macet tersebut.

Jangan Lakukan Aksi Gali Lubang Tutup Lubang

Cara pertama atasi kredit macet adalah jangan sekalipun melakukan aksi gali lubang tutup lubang dengan meminjam kembali uang dari aplikasi online lainnya untuk melunasi utang di aplikasi online sebelumnya.

Banyak ditemukan nasabah yang memiliki pinjaman di lebih dari 10 aplikasi pinjaman online.

Aksi gali lubang tutup lubang ini tentu bukan solusi. Karena hanya akan menambah beban finansial dan psikologis.

Kamu tidak perlu melakukan gali lubang tutup lubang. Karena masalah pinjaman ini harusnya bisa didiskusikan dengan si pemberi pinjaman, atau dalam hal ini aplikasi pinjaman online.

Yang Perlu Kamu Lakukan Antara Lain:
1.  Ajukan Restrukturisasi Pinjaman

Apabila merasa berat karena beban utang dari pinjaman online semakin membesar, maka kamu bisa menghubungi layanan aplikasi pinjaman online tempat mengambil pinjaman untuk mengajukan restrukturisasi pinjaman.

Restrukturisasi pinjaman bisa dilakukan pada saat kamu tidak mampu melunasi utang pada saat jatuh tempo.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masyarakat bisa meminta penjadwalan ulang pembayaran utang agar bisa leluasa membayar utang.

2. Minta Pengurangan Beban Utang

Beban utang yang harus dikembalikan nasabah biasanya berasal dari biaya bunga yang memberatkan. Bagi aplikasi pinjaman online yang legal, mereka sepakat untuk memberikan beban utang maksimal 0,8 persen per hari serta denda maksimal biaya yang harus dikembalikan apabila gagal membayar adalah dua kali dari jumlah pinjaman.

Sementara itu, banyak aplikasi layanan pinjaman online ilegal yang menetapkan beban bunga melampaui kesepakatan tersebut dengan menetapkan bunga hingga 1,5 persen per hari.

Apabila kamu terjerat dalam besaran utang yang harus dibayarkan karena beban bunga, coba hubungi layanan aplikasi online tempat mengajukan pinjaman untuk meminta pengurangan bunga.

Otoritas Jasa Keuangan menyarankan nasabah melakukan ini agar ada kemungkinan nasabah bisa mengembalikan utang sesuai kemampuan.

3. Cari Penghasilan Tambahan

Bila kedua cara di atas berhasil, maka ada ruang untuk kamu bisa melunasi utang.

Agar kemampuan kamu membayar utang bertambah, cobalah untuk mencari sumber pendapatan lain agar ada dana lebih untuk bisa melunasi beban utang tersebut.

Dengan memiliki penghasilan tambahan, di masa depan kamu tidak perlu meminjam lagi melalui pinjaman online setelah utang lunas.

Karena ada sumber tambahan lainnya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah demi bisa memenuhi kebutuhan yang mungkin meningkat.

Selain bekerja sampingan untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan, cara tercepat yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tambahan dana agar bisa membayar utang adalah dengan menjual aset ataupun barang berharga yang kamu miliki.

4. Manfaatkan Pinjaman Berbunga Lunak

Walaupun terpaksa harus mengambil pinjaman lain agar bisa melunasi utang yang ada di pinjaman online, kamu bisa memanfaatkan sumber pembiayaan dengan bunga lunak untuk atasi kredit macet ini, yang tentunya bukan berasal dari pinjaman online lainnya.

Pinjaman berbunga lunak bisa berasal dari pinjaman perbankan melalui Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang walaupun sebenarnya bunga KTA juga tinggi, tapi tidak sebesar bunga pinjaman dari pinjaman online.

Bahkan ada beberapa KTA yang menawarkan bunga di bawah 1 persen per bulan untuk nasabah yang memiliki payroll di bank tersebut.

Selain dari perbankan, pinjaman berbunga murah juga bisa didapatkan dari koperasi simpan pinjam untuk mendapatkan dana yang bisa dipakai melunasi utang pada pinjaman online.

Sebelum mengambil pinjaman dari perbankan ataupun koperasi, kamu perlu melakukan perbandingan terlebih dahulu siapa yang menawarkan bunga terendah.

Setelah itu, ajukan pinjaman dengan tenor lebih dari satu tahun. Agar beban cicilan yang harus dibayar setiap bulannya tidak terlalu besar sehingga cashflow keuangan bulanan tidak terganggu.

Selain pinjaman berbunga rendah, kamu juga bisa mencari sumber pembiayaan tanpa bunga yang dananya bisa dipakai untuk melunasi utang pinjaman online.

Sumber pinjaman tanpa bunga bisa berasal dari kantor tempat kamu bekerja yang biasanya memiliki fasilitas pinjaman tanpa bunga untuk karyawannya.

Apabila memungkinkan, minta tenor pengembalian lebih dari satu tahun agar keuangan kamu tidak terbebani.

Kamu juga bisa mengajukan pinjaman tanpa bunga ke orang tua ataupun kerabat dekat, namun harus memiliki komitmen untuk mengembalikan dana pinjaman tepat waktu.

Agar tidak merusak hubungan baik kekeluargaan hanya karena utang.

5. Cermat Memilih Pinjaman Online

Cara lain atasi kredit macet adalah pilihlah layanan aplikasi pinjaman online dengan cermat.

Hal yang perlu menjadi perhatian utama adalah aspek legalitas pada layanan pinjaman online yang bersangkutan, apakah sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu perlu memahami ciri-ciri dari layanan pinjaman online yang legal dan yang ilegal. Bagi layananan pinjaman online yang legal memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. Terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  2. Data identitas pengurus dan alamat kantor jelas
  3. Ada seleksi ketat dalam penyaluran pinjaman
  4. Transparan dalam menyampaikan informasi biaya pinjaman dan denda
  5. Besaran biaya pinjaman mulai dari 0,05% hingga maksimal 0,8% per hari
  6. Maksimum pengembalian termasuk pembatalan sebesar 100 persen dari pinjaman pokok
  7. Maksimum waktu penagihan 90 hari
  8. Akses data ponsel nasabah hanya melalui kamera, microphone, dan location
  9. Mempunyai layanan pengaduan konsumen
  10. Memasukkan data nasabah yang tidak melunasi pinjaman setelah batas waktu 90 hari ke dalam daftar hitam Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil)

Sementara itu, bagi pinjaman online yang ilegal juga memiliki ciri-ciri yang perlu dipahami, antara lain:

  1. Tidak terdaftar dan tidak memiliki izin operasional resmi dari Otoritas Jasa Keuangan
  2. Alamat kantor dan identitas pengurus, owner, dan investor tidak jelas
  3. Sangat mudah menyalurkan pinjaman
  4. Tidak ada informasi jelas dan transparan terkait biaya pinjaman (bunga) dan denda
  5. Tidak ada batasan maksimal pada penetapan bunga pinjaman
  6. Tidak memberikan batas maksimal pada denda
  7. Melakukan penagihan tanpa mengenal waktu
  8. Mengakses seluruh data nasabah yang ada di ponsel
  9. Melakukan ancaman berupa teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, tindakan asusila, serta menyebarkan foto ataupun video pribadi nasabah
  10. Tidak memiliki layanan pengaduan konsumen

Apabila kamu terlanjur mengajukan pinjaman pada aplikasi pinjaman online yang ilegal dan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan pada saat penagihan, kamu bisa melaporkannya kepada kepolisian.

Untuk membuat laporan kepada kepolisian, hal yang perlu kamu lakukan adalah melampirkan kartu identitas seperti KTP ataupun identitas lainnya pada saat membuat laporan.

(Baca Juga: Coba Langkah-Langkah Ini Agar Terbebas Dari Utang Pinjaman Online)

Setelah itu, kamu ceritakan kronologis kejadian dari perlakukan tidak menyenangkan yang kamu terima tersebut dari layanan pinjaman online.

Kamu juga perlu memperkuat dengan bukti yang ada seperti rekaman pembicaraan telepon, tangkapan layar atau screenshot dari percakapan, email atau bukti lainnya yang menunjukkan adanya ancaman, pelecehan, ataupun teror yang dilakukan aplikasi pinjaman online.

Bentuk ancaman ataupun teror yang biasa dilakukan aplikasi pinjaman online, khususnya yang ilegal antara lain:

  • Meneror melalui telepon dengan menghubungi nasabah setiap hari, tanpa mengenal waktu
  • Penagihan utang dilakukan dengan menghubungi keluarga, kerabat, teman hingga atasan tempat bekerja dengan cara mengakses kontak data dalam handphone nasabah secara ilegal
  • Membuat grup Whatsapp yang berisi keluarga, kerabat, teman, hingga atasan kerja nasabah
  • Selanjutnya, penagihan utang dilakukan dengan menyebarkan foto nasabah hingga foto-foto berbau pornografi bila ada di dalam handphone nasabah ke dalam grup whatsapp yang dibuatnya tersebut
  • Mengancam nasabah dengan mewajibkan nasabah menjual ginjal hingga melakukan pelecehan seksual agar nasabah membayar utangnya
  • Mengintimidasi dengan cara mengirimkan pesan singkat (SMS) ke seluruh nomor kontak yang ada di handphone nasabah
  • Mengintimidasi dengan kata-kata kasar caci maki dan berbau pelecehan seksual
  • Masih banyak bentuk ancaman lain dari debt collector layanan pinjaman online ilegal yang harus diwaspadai untuk membuat nasabah gentar dan melunasi utangnya.

Apapun bentuk intimidasinya harus dilaporkan kepada kepolisian. Oleh karena itu, pastikan selalu menggunakan layanan pinjaman online yang legal dan terdaftar di OJK.

Selain itu, ajukannya pinjaman dengan bijak dan hanya ajukan pinjaman untuk kondisi yang benar-benar mendesak untuk atasi kredit macet.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.