Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Atasi Tunggakan Tagihan Kartu Kredit

by JTO on 17 Juli, 2014

Miliki tunggakan tagihan kartu kredit memang tidak enak. Selain Anda harus dibebankan dengan bunga yang cukup lumayan, riwayat kredit Anda pun akan tercatat buruk dalam catatan Bank Indonesia (BI Checking).

Nah, pernahkan Anda mendapat tawaran menarik mengenai pembayaran tagihan kartu Kredit? Mungkin masih ingat dengan kata-kata seperti ini: “Kami membantu Anda menyelesaikan masalah kartu kredit secara legal. Bebas bunga.” Pertanyaannya, benarkah tawaran itu. Kali ini, uraian singkat untuk menguak cara mereka membantu menyelesaikan masalah tagihan pinjaman kartu kredit. Benar atau salah?

1. Memiliki Legalitas Usaha

Biasanya tawaran itu dilakukan karena mereka memiliki legalitas usaha dalam menjalankan usahanya. Mereka punya ijin usaha, NPWP dan sebagainya. Biasanya jasa ini berbentuk badan hukum seperi PT, CV bahkan UD.

2. Miliki Mesin Canggih (EDC)

Tak hanya legalitas, mereka juga memiliki alat canggih sebagai alat transaksi keuangan. Alat itu bernama EDC (Electronic Data Capture). Alat ini biasa kita lihat saat berbelanja di supermarket. Biasanya, bila tidak memakai uang cash, maka bisa  menggunakan kartu ATM Anda. Nah, mesin penggesek kartu ATM itu bernama EDC.

3. Bayar Tagihan secara Full 

Bila seluruh tagihan kartu kredit Anda dibayarkan sebelum jatuh tempo, apa yang terjadi? Tentunya Anda terbebas dari bunga. Perusahaan ini akan membayarkan seluruh tagihan kartu kredit Anda sebelumnya jatuh tempo. Istilahnya, tagihan Anda mereka yang talangi dulu.

Usai membayarkan seluruh kartu kredit Anda, mereka akan menggesek kartu kredit Anda. Dan uangnya akan masuk dalam rekening mereka. Untuk yang satu ini utang Anda akan muncul kembali dalam tagihan kartu kredit sebesar tagihan awal sebelum ditutup. Misalnya, jika tagihan yang ditutup 3 juta, maka setelah digesek akan muncul kembali tagihan kartu kredit anda sebesar 3 juta.

4. Bayar Fee

Selesai pembayaran tagihan kartu kredit, Anda diminta membayar fee. Besarnya antara 3-5%. Bahkan ada yang meminta hingga 10 %. Fee ini diminta tentunya untuk keuntungan mereka. Sebagian lainnya membayar administrasi di bank pemilik EDC.  Coba Anda perhatikan jiga berbelanja di supermarket yang menggenakan fee sebesar 2-3% setiap kali menggesek kartu kredit di mesin EDC mereka. Fee ini seharusnya menjadi beban merchant atau supermarket. Namun seringkal, fee ini dibebankan kepada pembeli.

5. Bayar Bunga Lebih Murah

Keuntungan lain melakukan cara ini adalah mencicil pinjaman kartu kredit Anda bulan selanjutnya.Seharusnya bunga yang dibayarkan kepada penerbit kartu kredit lebih rendah jika dibandingkan dengan menarik tunai uang anda di ATM. Itu bisa saja, karena Anda diangkat penerbit kartu kredit membeli produk dari perusahaan atau toko yang membantu Anda. Sehingga bunga yang ditetapkan merupakan bunga membeli produk. Bukan bunga tarik tunai. Kalau bunga tarik tunai biasanya lebih mahal ketimbang bunga pembelian barang.

6. Untuk Usaha

Cara ini kayaknya agak repot. Tapi jujur saha cara ini bisa digunakan untuk modal usaha. Caranya sama. Anda cukup membayar fee saja sebear yang diberika merchant.Laba yang Anda peroleh harus berada di atas fee tersebut setiap bulannya.(*)

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.