Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Atlet Juga Bisa Sukses Berbisnis, Ini Buktinya!

by Tisyrin on 21 Agustus, 2018

Euforia ajang olahraga Asian Games 2018 tengah berlangsung. Selain menyimak serunya pertandingan, mengintip sisi lain kehidupan para atlet dan mantan atlet juga terbilang seru, termasuk soal bisnis yang mereka geluti.

kesalahan pebisnis pemula - CekAja.com

Mengingat rata-rata atlet harus pensiun di usia muda, mereka pun harus mampu mempersiapkan dengan baik masa pensiunnya. Membangun bisnis menjadi salah satu pilihan bagi para atlet untuk tetap mendapatkan pundi-pundi penghasilan di masa pensiunnya.

Di masa jayanya, aksi gemilang para atlet di lapangan akan diikuti dengan berlimpahnya penghasilan serta hadiah, menggiurkan bukan? Namun, tak jarang, masa semacam itu hanya berlangsung sebentar saja yaitu ketika para atlet masih berusia muda. Karena, tak semua cabang olahraga masih memakai atlet yang sudah berumur.

(Baca juga: Jokowi Naik Motor dan Fakta-fakta Menarik Asian Games 2018)

Nah, intip yuk, bisnis beberapa mantan atlet dan atlet yang masih aktif ini!

Michael Hartono

Nama Michael Hartono disebut-sebut sebagai atlet terkaya dan tertua di ajang Asian Games 2018. Bagaimana tidak, karena selain dikenal sebagai seorang atlet, namanya ada di peringkat teratas orang terkaya Indonesia bersama adiknya Robert Hartono.

Meski sudah menginjak usia 79 tahun, dirinya masih berpartisipasi di Asian Games 2018 sebagai atlet bridge, olahraga yang memakai kartu. Olahraga ini memang tak menguras tenaga fisik karena merupakan olahraga otak.

Michael mengenal bridge sejak kecil. Dia melihat pamannya sering bermain bridge. Dia pun tertarik memainkannya dan kemudian mengikuti berbagai perlombaan.

(Baca juga: Cek Yuk! Promo Kartu Kredit Sambut Asian Games 2018)

Di dunia bisnis, pria ini adalah bos grup Djarum bersama adiknya Budi Hartono. Mereka juga pemegang saham terbesar di BCA. Berdasarkan data Globe Asia, keduanya berada di peringkat pertama orang terkaya Indonesia 2018 dengan kekayaan 21 miliar dolar Amerika Serikat.

Bisnis grup Djarum menjalar di berbagai bidang usaha yang meliputi rokok, bank, industri, hingga telekomunikasi. Kini, keluarga Hartono juga menaruh ketertarikan pada perkebunan dan pabrik kelapa sawit, yang menorehkan pertumbuhan stabil tiga tahun terakhir.

Mereja juga melirik bisnis infrastruktur komunikasi yang dijalankan melalui Tower Bersama. Tak hanya itu, Hartono bersaudara juga menjajal bisnis e-commerce melalui Blibli.com.

(Baca juga: Daftar Bisnis yang Moncer Saat Asian Games 2018, Cek Yuk!)

Alan Budikusuma dan Susi Susanti

Alan Budikusuma dan Susi Susanti, mantan atlet bulu tangkis kenamaan yang menjadi sepasang suami istri, telah memiliki bisnis yang menjanjikan. Ketika berjaya, mereka menyumbangkan sederet prestasi, salah satunya masing-masing berhasil membawakan medali emas dari Olimpiade Barcelona 1992.

Untuk urusan bisnis, mereka berhasil mengembangkan merek peralatan olahraga Astec. Astec adalah singkatan dari Alan Susi Technology (Astec), bisnisnya fokus pada produksi raket bulu tangkis.

Sebelum terjun ke peralatan olahraga, bisnis yang pernah mereka  geluti antara lain jual beli mobil yang tidak bertahan lama. Kemudian, mereka juga pernah menjajal menjadi agen raket buatan perusahaan Jepang tetapi konsumennya tidak puas.

(Baca juga: Ingin Berkontribusi Pada Negara? Yuk Investasi SBR!)

Karena itulah, mereka memutuskan membuat merek sendiri yaitu Astec. Ternyata bisnis ini terbilang maju. Tak hanya Indonesia, pasarnya sudah meluas ke negara lain seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, dan bahkan Perancis. Tak hanya raket, Astec juga mengeluarkan produk lain yaitu tas olahraga, celana, sepatu, baju dan sebagainya.

Liliyana Natsir

Atlet bulu tangkis yang tengah bersiap-siap memasuki masa pensiun, Liliyana Natsir, juga telah membangun bisnis. Wanita berusia 33 tahun ini sudah memulai bisnis bidang properti serta refleksi dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk bisnis properti, dia telah memulai sejak 2014 dengan membangun cluster perumahan di Bekasi. Sementara bisnis refleksi telah berjalan sejak 2016 melalui Nine Family Reflexiology.

(Baca juga: Ini Persamaan Peringkat Utang Negara dan Skor Kredit Anda!)

Liliyana akan memasuki masa pensiun sebagai atlet pada tahun depan. Sejauh ini dia telah mengukir banyak prestasi, mulai dari meraih medali perunggu pada Asian Games 2010 hingga meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Tahun ini, dia masih ikut serta dalam ajang Asian Games 2018.

Liem Swie King

Pemain bulu tangkis legendaris Liem Swie King juga beralih ke dunia bisnis usai pensiun. Berdasarkan informasi dari website pribadinya, setelah pensiun dari bulu tangkis pada tahun 1988, dia terjun di dunia hotel dan spa milik mertuanya di Jalan Melawai Jakarta Selatan. Setelah itu, pria ini melebarkan sayap dengan membuka usaha griya pijat kesehatan di beberapa lokasi.

Pria kelahiran Kudus, 28 Februari 1956, ini tertarik bisnis perhotelan karena sebagai atlet sering menginap di hotel berbintang. Dia tertarik dengan penataan hotel yang indah. Sementara bisnis griya pijat menarik hatinya karena selama menjadi atlet, dia membutuhkan terapi pijat usai berlatih atau bertanding.

(Baca juga: 5 Strategi Agar Capai Kemerdekaan Finansial)

Saat sering mengunjungi griya pijat ketika masih menjadi atlet, dia menilai usaha tersebut prospektif karena kalangan eksekutif dan pengusaha juga membutuhkan relaksasi.

Selama 15 tahun berkiprah di bidang olahraga bulu tangkis, dia meraih berbagai prestasi antara lain Juara II All England pada tahun 1976 dan 1977), tiga kali menjadi juara All England pada tahun 1978, 1979, dan 1981, meraih medali emas Asian Games di Bangkok 1978, serta tiga medali emas pada Piala Thomas tahun 1976, 1979, dan 1984.

Hariyanto Arbi

Hariyanto Arbi pensiun sebagai atlet bulu tangkis pada tahun 2000 ketika usianya 28 tahun. Seperti pasangan Alan Budikusuma dan Susi Susanti, dia juga menggeluti bisnis perlengkapan olahraga melalui merek Flypower. Dia merintis bisnis tersebut tidak lama setelah pensiun.

(Baca juga: Yuk, Kunjungi 5 Daerah Ini untuk Mengenang Sejarah Kemerdekaan Indonesia)

Dia telah menorehkan prestasi antara lain gelar juara bergengsi saat All England tahun1993 dan 1994 serta Piala Thomas tahun1994, 1996, 1998, dan 2000.

Itulah sederet bisnis yang dijalani atlet dan mantan atlet demi masa pensiun yang produktif. Bagaimana dengan Anda? Anda juga tengah mengembangkan bisnis? Tentu Anda membutuhkan modal yang memadai agar bisnis berjalan lancar.

Jangan ragu, ajukan pinjaman secara online untuk modal bisnis melalui CekAja.com. CekAja.com adalah e-commerce finansial yang menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan terpercaya.

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami