Deretan Atlet yang Bangkrut, Apa Penyebabnya?

Menjadi atlet terkenal merupakan impian banyak orang. Selain mampu menjadi terbaik di bidangnya, atlet popular juga kerap kali mendapatkan banyak kesempatan meraup kekayaan.

Deretan Atlet yang Bangkrut, Apa Penyebabnya?

Namun ternyata, banyak deretan atlet yang mengalami kebangkrutan lepas ketenarannya meredup dan karier olahraganya menurun. Apa penyebabnya? Simak berikut ini!

Deretan Atlet yang Bangkrut

Meskipun pernah bergelimang harta, deretan atlet yang bangkrut ini kini berada dalam kondisi finansial yang mengkhawatirkan. Sebagian dapat bangkit, namun ada juga yang masih terpuruk.

1. Ronaldinho

Pegiat dunia sepakbola di Indonesia pasti tak asing dengan Ronaldhino. Urutan pertama dalam deretan atlet yang bangkrut ini sempat meramaikan jagat sepakbola dengan permainannya yang ciamik.

Pernah memperkuat grup besar seperti Barcelona dan AC Milan, Ronaldinho tentu mendapatkan bayaran fantastis selama masa kontraknya. Saat di AC Milan, menerima 8 juta poundsterling atau Rp114 miliar.

Selain gaji, pendapatannya berasal dari tawaran iklan dan brand ambassador untuk berbagai merk kenamaan contohnya Nike, Pepsi, Gatorade, Heineken, hingga Coca Cola. Ia juga aktif mengikuti organisasi amal.

Ia juga kerap kali menjadi bintang endorse untuk merk lain di akun instagramnya yang memiliki 63 juta pengikut. Akun sosial media pemain yang kerap mendapatkan nomor punggung 10 menjadi salah satu aset pentingnya.

Dengan sumber pendapatan yang berlimpah, sulit rasanya membayangkan Ronaldinho mengalami kebangkrutan. Namun, gaya hidupnya yang mewah seperti mengoleksi mobil sport menjadi titik awal kehancuran finansialnya.

Bermasalah dengan kontrak kerjanya di klub sepakbola Brazil, Flamengo dan Fluminense, ini juga dipecat sebagai brand ambassador Coca-Cola setelah mendapati Ronaldinho meminum soda dari kompetitornya, Pepsi.

Pemerintah Brazil juga mendapati terdapat pembangunan illegal di daerah dilindungi yang dilakukan oleh Ronaldinho. Jumlah denda yang cukup signifikan menyebabkan Ronaldinho harus menjual aset propertinya yang lain.

Dikabarkan Ronaldinho sempat hanya memiliki Rp100 ribu di rekeningnya akibat hutang dan dendanya. Kini, kondisi keuangannnya mulai bangkit setelah dia mendapatkan status “Golden Residency” dari raja Dubai.

(Baca Juga: 21 Atlet Terkaya di Dunia)

2. Boris Becker

Beralih dari sepakbola, kini kita membahas atlet yang bangkrut dari olahraga tenis. Seorang petenis legendaris, Boris Becker asal Jerman, dideklarasikan mengalami kebangkrutan di tahun 2017 di pengadilan London.

Boris Becker menorehkan sejarah saat mampu mengalahkan Kevin Curren pada final Wimbeldon 1985, menjadikan ia hingga kini pemain termuda yang menjadi juara Wimbledon sepanjang sejarah pada usia 17 tahun.

Selama karier tenisnya, Boris berhasil meraih gelar juara Grand Slam sebanyak 6 kali, Year-End Championship sebanyak 5 kali, Master Seriws sebanyak 13 kali, hingga medali emas Olimpiade 1992 ganda putra.

Pernah menduduki peringkat 7 petenis dengan pendapatan terbesar dari hadiah turnamen, Boris Becker mengadopsi gaya hidup jetset dengan harta yang dimilikinya. Perubahan terbesar terjadi setelah ia pensiun.

Sempat menjadi pelatih Novak Djokovic, membantu petenis Nomor 1 dunia ini mendapatkan 6 gelar Grand Slams, Boris Becker kerap kali tersangkut kasus skandal seks dan perceraian hingga terlilit hutang besar.

Hutang ini, ditambah dengan gagalnya bisnis yang dilakoninya serta biaya perceraian dan child support yang tinggi menyebabkan keuangan Boris memburuk. Kini, ia terancam hukuman penjara hingga 7 tahun.

Kasus ini ditenggarai Boris Becker menutupi laporan kondisi finansial pribadinya seperti kepemilikan properti, akun rekening, serta tidak melaporkan hutang yang dimilikinya. Persidangan dimulai di tahun 2020.

Untuk mengumpulkan dana, Boris Becker melelang hampir seluruh medali dan pialanya yang menghasilkan hingga Rp13 miliar. Perusahaannya pun mulai mendapatkan keuntungan setelah melunasi hutangnya.

3. Evander Holyfield

Kini membahas dunia tinju, atlet yang bangkrut terakhir dalam daftar ini adalah Evander Holyfield. Momen yang paling membekas di ingatan khalayak umum tentu saat ia melawan Mike Tyson yang mengigit telinga kanannya.

Selain menjadi bagian dari pertandingan legendaris itu, Evander juga memilki  karier gemilang di dunia tinju dari tahun 1984 hingga 2014. Gelar yang didapatkannya pada berbagai kelas menjadikan ia legenda tinju dunia.

Petinju ini pernah menghasilkan hingga 350 juta Poundsterling dalam sepak terjangnya selama 30 tahun. Ia pernah menjadi bintang iklan merk kenamaan Coca-Cola serta memiliki video game-nya sendiri.

Ia juga tampil di berbagai acara TV karena pamor selebritisnya yang tinggi. Acara TV yang pernah disambanginya antara lain Fresh Prince of Bel-Air, Phineas and Feb, Dancing with the Stars, hingga Celebrity Big Brother UK.

Di tahun 2008, mansion seharga $10 juta kepemilikannya terpaksa harus disita karena Evander tidak mampu membayar pinjaman dari bank. Evander juga memiliki beberapa bisnis yang harus gulung tikar.

Selain itu, menjadi ayah dari 11 anak dari 5 wanita yang berbeda menyebabkan tingginya biaya child support yang harus dibayarkannya. Ia juga memiliki hobi mengoleksi jam tangan dan mobil mewah.

Untuk mengembalikan kondisi finansialnya, ia menjual jubah yang dikenakannya saat Mike Tyson mengigit telingnya serta menjual mobil-mobil kesayangannya. Medali dan sarung tangannya pun ikut dijual.

Kini, kondisi keuangan Evander meskipun masih jauh dari ideal mulai mendapatkan keuntungan dari investasi di saluran televisi serta label rekaman.

Mengapa Atlet Mengalami Kebangkrutan?

Mendengar kisah dari deretan atlet yang bangkrut ini tentu membuat kita berpikir, bagaimana bisa aset yang begitu besar serta karier yang baik mampu berakhir dengan kondisi pailit?

Padahal, mereka tentu memiliki akses kepada akuntan berpengalaman untuk mengurus transaksi asetnya seperti rekening tabungan, properti, hingga investasi sehingga kebangkrutan menjadi hal yang sulit dipercaya.

Faktor terbesar dari fenomena ini adalah gaya hidup yang berlebihan. Tentu hal yang umum saat atlet mencapai level selebritas tertentu, mereka akan menggunakan kekayaannya untuk membeli barang-barang mewah.

Kadang pembelian benda mewah seperti mobil sport, jam tangan, atau mansion dilakukan bukan hanya untuk memenuhi hasrat, namun juga untuk berkompetisi dengan selebriti lain dalam memiliki hal terbaru atau termewah.

Pembelian ini tidak dibarengi dengan perencanaan finansial yang matang karena kepercayaan diri yang terlalu tinggi sehingga tidak mempersiapkan kondisi keuangan hingga 20 tahun ke depan di mana kariernya akan meredup.

Literasi finansial yang rendah juga menyebabkan keputusan keuangan yang diambil tidak berdasarkan pada analisis. Meskipun memiliki perencana keuangan finansial, pengambilan keputusan tetap diambil atlet.

Pengambilan pinjaman dalam jumlah fantastis atau pemilihan instrumen investasi yang tidak stabil menjadikan atlet rentan kehilangan uang dalam jumlah besar. Perceraian dan biaya asuh anak juga menjadi faktor lain.

(Baca Juga: Gak Mau Hidup Bangkrut? Lakukan 5 Hal Ini!)

Kebangkrutan in harus menjadi pelajaran bagi kita untuk terus meningkatkan literasi keuangan. Salah satunya adalah memilih produk tabungan yang tepat untuk menyimpan aset untuk masa depan.

Dengan banyaknya bank yang menawarkan jenis tabungan, diperlukan analisa yang baik untuk mengetahui fitur serta biaya dari tiap produk.

Untuk membantu kamu menentukan tabungan terbaik untuk kebutuhanmu, CekAja.com menawarkan layanan perbandingan untuk mencari produk yang sesuai.

Selain itu, pengajuan tabungan kini tidak perlu rumit karena dengan CekAja.com, apply tabungan online bisa dilakukan dengan cepat, mudah, dan aman.

Segera gunakan CekAja.com untuk mencari tabungan yang sesuai dengan kebutuhanmu agar terhindar dari kebangkrutan.