Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Atur Gaji dengan Bijak Yuk, Demi Hidup yang Lebih Baik

by Tisyrin N. T on 17 June, 2019

Usai menerima Tunjangan Hari Raya (THR) belum lama ini, bagaimana kondisi kantongmu? Amankah atau menyedihkan? Nah, kalau kondisinya menyedihkan, nampaknya  kamu harus belajar lagi bagaimana cara atur gaji!

atur gaji - CekAja.com

Kalau bicara soal gaji, kamu pasti sering bertanya-tanya, berapa nominal yang paling layak untuk hidup di kota X? Nah, sadar gak sih, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan tersebut. Karena masing-masing orang punya kebutuhan, tujuan, serta gaya hidup  yang beda-beda bukan?

Seharusnya, kamu harus selalu mensyukuri berapa saja gaji yang kamu peroleh dan berupaya untuk hidup sesuai kemampuan. Jadi, janganlah memaksakan diri untuk hidup atau bergaya diluar kemampuan demi keren semata. Kalau memang tetap mau hidup atau bergaya seperti itu, artinya kamu harus kerja lebih keras, ambil peluang-peluang yang ada.

Seperti dilansir situs sikapiuangmu.ojk.go.id, ada beberapa hal yang bisa kamu terapkan untuk mengelola gaji berapapun yang kamu dapatkan. Untuk apa? Tentu saja untuk hidup yang lebih baik dan masa depan sejahtera.

Gak sedikit orang-orang yang memiliki pendapatan besar malah menghadapi masalah atau kesulitan keuangan lho. Karena ternyata untuk menciptakan hidup yang lebih baik dan masa depan sejahtera bukan seberapa besar gaji yang kita terima setiap bulan, tapi seberapa mahir kita dalam mengelola keuangan.

Nah, inilah kiat-kiat atur gaji seperti yang dilansir situs tersebut, simak yuk!

(Baca juga: Gaji UMP Mau Punya Rumah? Simak Caranya!)
Buatlah anggaran tiap bulan

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah membuat anggaran tiap bulan. Meski kedengarannya sepele, tapi masih banyak lho yang malas melakukannya. Padahal ini merupakan langkah jitu agar pengeluaran bisa terkendali.

Salah satu contohnya, kamu dapat gunakan metode 10-20-30-40. Penjabarannya yaitu 10 persen dari gaji digunakan untuk biaya kemanusiaan (seperti zakat dan infak). Selanjutnya, 20 persen untuk tabungan, investasi, dan proteksi. Lalu, 30 persen digunakan untuk cicilan utang, dan 40 persen untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, transport, tempat tinggal, dan lainnya. Angka yang dipakai bisa berbeda-beda disesuaikan lagi dengan kemampuan dan kebutuhanmu ya!

Tentukan tujuan keuangan

Kamu juga harus menentukan tujuan keuangan. Coba pikirkan apa tujuanmu bekerja? Apa tujuan hidupmu yang sebenarnya? Atau untuk jangka pendek misalnya, apa tujuanmu menyisihkan gaji tiap bulan di tabungan? Sudah bisa menjawabnya?

Tujuan keuangan tiap orang berbeda-beda, dengan memiliki tujuan keuangan yang baik dan terkonsep dengan baik maka kamu akan mampu bertahan hidup di masa depan. Kamu jadi semangat bekerja dan fokus mencapai tujuan itu.

Kalau kamu sungguh-sungguh ingin meraih tujuan itu, kamu pun akan lebih bijak menggunakan dana yang dimiliki. Mau senang-senang sesaat atau bersabar meraih tujuan yang kebahagiaannya lebih hakiki?

Jangan lupakan proteksi diri

Kamu juga harus punya yang namanya proteksi diri.  Proteksi ini tidak hanya berupa asuransi tetapi juga dana darurat. Berapapun gaji yang didapat, kamu wajib punya dana darurat maupun asuransi. Tanpa proteksi yang tepat, ada kemungkinan kita akan mengeluarkan biaya yang besar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau tak terduga.

Pilih asuransi yang tepat dan sesuai kebutuhan, jangan sampai kamu terpengaruh orang lain atau teman sendiri untuk membeli produk asuransi yang ternyata tidak dibutuhkan. Premi bulanan asuransi terasa berat? Kamu bisa memanfaatkan asuransi yang dikeluarkan pemerintah yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Perusahaan-perusahaan pada umumnya juga sudah mengikutsertakan karyawannya pada asuransi ini jadi kita tidak perlu membayar lagi kalaupun harus membayar juga sangat ringan.

(Baca juga: Ini Gaji CEO di Dunia, Ada yang Tembus Rp1,8 Triliun!)
Menabung dan investasi

Selanjutnya, ingatlah untuk menabung dan investasi.  Menabung yang bijak adalah yang dilakukan di awal waktu atau di hari yang sama saat menerima gaji, dengan begitu kamu juga melatih kedisiplinan dalam menyisihkan uang. Ingat sisihkan, bukan sisakan.

Untuk melancarkan niat menabung, kamu bisa memiliki dua atau lebih rekening bank. Contohnya, rekening A digunakan untuk menerima gaji dan kebutuhan sehari-hari, sementara rekening B khusus untuk menabung. Untuk tabungan, gunakan rekening dengan biaya administrasi bulanan yang rendah serta tidak memiliki fasilitas kartu ATM, jadi gak mudah tergoda untuk mengambil uangnya.

Sementara untuk berinvestasi, banyak sekali produk-produk yang bisa kamu pilih seperti saham, reksa dana, ORI, SBR, emas, properti, dan sebagainya. Investasi seperti ini biasanya baru memperlihatkan hasil setelah cukup lama karena sebenarnya investasi adalah untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Eits, hati-hati ya jangan mudah tergiur investasi yang memberikan hasil besar tapi dengan proses yang singkat dan tidak masuk akal. Banyak-banyak bertanya dan mencari informasi, bijaklah memilih investasi.

Itulah beberapa cara atur gaji yang bisa kamu praktikan. Kamu juga bisa cek di CekAja.com pilihan investasi yang tepercaya!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami