4 Aturan Berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta, Perhatikan Kembali!

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Pemerintah kembali memberlakukan aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta. Aturan ini diharapkan mampu membuat masyarakat tetap disiplin dengan protokol kesehatannya, guna menekan laju penyebaran virus Corona di ibu kota.

Anies Baswedan Kembali Memberlakukan PSBB Transisi di Jakarta

Sebelumnya Jakarta sempat menunjukan lonjakan kasus positif Corona, sehingga pemerintah kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar alias PSBB.

Namun pasca aturan tersebut berlaku, kini terhitung sejak 12 Oktober 2020 lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan justru mengendurkan ‘rem darurat’ nya dengan menerapkan PSBB Transisi.

PSBB Transisi ini kabarnya akan berlangsung hingga 25 Oktober mendatang.

Jika tak terlihat peningkatan kasus Corona, rencananya akan terus diperpanjang sampai 8 November 2020.

Keputusan PSBB Transisi sendiri diambil oleh Anies, karena kasus positif Corona di Jakarta sejak sepekan lalu terlihat mengalami penurunan, terutama untuk kasus positif harian.

Tak hanya itu saja, mengutip dari CNN Indonesia, alasan lainnya yang membuat Anies memberlakukan PSBB Transisi adalah karena fasilitas kesehatan di Jakarta yang kian hari kembali memadai.

Bahkan menurutnya, tingkat risiko penularan virus Corona di Jakarta sudah tergolong sedang dengan skor 2,095.

Sementara untuk tingkat kematiannya, DKI Jakarta juga turut mengalami penurunan hingga 2,2 persen, dan secara nasional ialah 3,2 persen.

Kegiatan yang Diperbolehkan saat PSBB Transisi Jilid 2

Sebelum membahas mengenai aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta, kamu pasti penasaran bukan apa saja kegiatan yang saat ini sudah diperbolehkan kembali?

Menurut hasil pantauan tim CekAja dari berbagai sumber yang beredar, setelah evaluasi yang dilakukan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta, kasus positif Corona sendiri tampak mengalami pelambatan.

Sehingga, pemerintah setempat pun sepakat untuk melonggarkan beberapa aktivitas di muka publik, termasuk pariwisata hingga aktivitas perkantoran.

Berikut beberapa aktivitas yang kembali diperbolehkan saat masa PSBB Transisi jilid 2:

  • Nonton bioskop: Dengan pembatasan jumlah pengunjung, yakni hanya 25 persen dari normalnya.
  • Gelanggang olahraga indoor: Boleh beroperasi namun tanpa penonton, dan dengan waktu operasional mulai dari pukul 6 pagi hingga 9 malam.
  • Pusat kebugaran: Boleh dikunjungi namun dengan jarak antar pengunjung sekitar 2 meter. Maksimal pengunjung hanya 25 persen dari kapasitas semula.
  • Pusat perbelanjaan dan Mall: Hanya boleh dikunjungi dengan kapasitas maksimal 25 persen dari normalnya. Batas operasional cuma sampai pukul 9 malam.
  • Acara pernikahan di gedung: Maksimal 25 persen tamu undangan atau dari kapasitas gedung. Jarak tempat duduk minimal 1,5 meter.
  • Makan di restoran: Total jumlah pengunjung hanya boleh 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan.
  • Bekerja dari kantor: Total karyawan yang diperbolehkan bekerja dari kantor hanya sekitar 50 persen.

(Baca Juga: 10 Calon Vaksin Corona dari Berbagai Negara)

Lalu, Bagaimana dengan Aturan Berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta?

Kalau tadi sudah diinformasikan mengenai aktivitas yang kembali diizinkan, kini saatnya CekAja mengulas tentang aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta berlaku.

Sebetulnya, aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta ini enggak jauh berbeda dari sebelumnya.

Hanya saja, beberapa diantaranya mengalami perubahan, seperti aturan ganjil-genap.

Penasaran, seperti apa sebenarnya aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta? Cek infonya di bawah ini, ya.

1. Wajib menerapkan protokol kesehatan

Bisa dibilang ini adalah aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta yang paling umum.

Baik dengan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil, maupun transportasi umum, setiap orang wajib menerapkan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan ini berupa wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer, menjaga jarak dengan orang lain, serta membawa disinfeksi sendiri terutama untuk yang menggunakan kendaraan roda dua.

2. Aturan naik transportasi umum

Dalam aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta, pemerintah juga memberlakukan hal serupa pada transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT.

Berikut ini aturan terbarunya seperti yang dihimpun dari Liputan6.

Transjakarta

Khusus Transjakarta, di masa PSBB Transisi jilid 2 ini, pihaknya akan beroperasi kembali secara normal dan menyesuaikan dengan aturan PSBB Transisi.

Untuk jam operasionalnya, Transjakarta tidak mengalami perubahan sama sekali, diantaranya:

  • Pelayanan transportasi dimulai pada pukul 5 pagi hingga 10 malam
  • Sementara untuk layanan tenaga kesehatan baru akan dimulai pada pukul 10 malam hingga 11 malam

Selama berada di halte ataupun bus Transjakarta, penumpang wajib menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, membawa handsanitizer, dan menjaga jarak.

Untuk proses pembayaran, saat ini Transjakarta hanya menyediakan dua metode pembayaran, yaitu QR Code dan electronic card.

MRT

Tidak seperti Transjakarta, MRT justru mengalami perubahan waktu operasional, diantaranya:

  • Saat weekdays atau hari kerja, kereta akan beroperasi mulai pukul 5 pagi hingga 9 malam
  • Pada jam sibuk, jarak antar kereta tiap 5 menit mengalami perubahan, yakni pada pukul 7-9 pagi, dan pukul 5 sore hingga 7 malam
  • Saat hari libur, kereta baru akan beroperasi pada pukul 6 pagi hingga 8 malam, dengan jarak tunggu kereta tiap 10 menit
  • Kapasitas penumpang dalam kereta juga mengalami perubahan, yakni hanya sampai 67 orang saja

LRT

Sementara untuk LRT, perubahannya terjadi pada waktu operasionalnya, antara lain:

  • LRT baru akan beroperasi pada pukul 05.30 hingga 21.00 WIB, dengan jarak tunggu antar kereta setiap 10 menit

3. Kapasitas kendaraan

Aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta lainnya yang diberlakukan oleh pemerintah setempat adalah kapasitas kendaraan.

Aturan tersebut sebetulnya lebih mengarah kepada pengguna kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil.

Khusus motor, pengendara wajib mengenakan masker yang pas menutupi hidung hingga ke bagian mulut bawah tanpa celah.

Kemudian, pengendara juga harus melakukan disinfeksi pada kendaraan maupun atribut yang digunakan setelahnya.

Sementara untuk mobil pribadi, maksimal kapasitas dalam mobil dihitung secara baris yakni 2 orang per baris, kecuali 1 domisili boleh 100 persen.

Semua penumpang dalam mobil juga wajib menggunakan masker, dan pemiliknya harus melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut setelah mobil digunakan.

4. Ganjil-genap kendaraan roda empat belum berlaku

Terakhir, yang termasuk dalam aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta adalah ganjil-genap kendaraan roda empat.

Di masa transisi jilid dua ini, aturan ganjil-genap masih belum diberlakukan oleh Polda Metro Jaya.

Bahkan pihaknya pun masih terus mengkaji aturan ini dari berbagai sisi, agar nantinya tepat menyasar masyarakat.

(Baca Juga: 3 Jenis Tes Covid-19 di Indonesia)

Nah, itu tadi informasi mengenai masa PSBB Transisi hingga aturan berkendara saat PSBB Transisi di Jakarta sendiri.

Meski di masa transisi ini sejumlah arus lalu lintas di Jakarta terpantau lancar. Namun semestinya saat berada di ruang publik, kamu juga harus menerapkan protokol kesehatan.

Jangan sampai, protokol kesehatan diri sendiri justru longgar. Karena, jika hal itu terjadi, kemungkinan angka lonjakan kasus Corona di ibu kota bakal kembali melandai.

Selain menjaga diri agar tetap sehat, kamu pun mesti memiliki proteksi tambahan dengan cara membeli polis asuransi kesehatan di CekAja.com

Kenapa Harus Membeli Polis Asuransi Kesehatan di CekAja?

Lewat CekAja, kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan dari mitra terbaik, yang pastinya sudah dilengkapi dengan bantuan klaim cepat dan cakupan manfaat menyeluruh.

Tak hanya membeli, bahkan melalui layanan kami juga kamu dapat membandingkan terlebih dulu seluruh produk asuransi kesehatan, yang sekiranya paling sesuai kebutuhan maupun bujetmu.

Proses pengajuannya juga sangat mudah, bahkan dilakukan secara online dengan syarat yang enggak ribet.

Yuk, beli polis asuransi kesehatannya sekarang juga, dan dapatkan penawaran premi setahuh hemat 2 bulan hanya dari CekAja.com!

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri