Aturan Lengkap Larangan Mudik 2021 Berlaku Mulai 6 – 17 Mei, Yuk Cek!

Aturan lengkap larangan mudik 2021 yang berlaku mulai 6 – 17 Mei, sepertinya wajib kamu ketahui. Pasalnya, melalui aturan tersebut pemerintah secara resmi melarang masyarakat, agar tidak melakukan mudik lebaran tahun ini.

Advertisement

Tujuan dari larangan keras mudik ini, tentunya untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19.

Sebab, penyebaran virus Covid-19 ini diketahui selalu meningkat drastis pada saat libur panjang, karena jadi momen terbaik untuk masyarakat perkotaan pulang kampung.

Oleh sebab itu, untuk liburan panjang menyambut Hari Raya Idul Fitri kali ini, pemerintah sangat melarang masyarakat melakukan mudik, dengan mengeluarkan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021.

Jika kamu ingin tahu aturan lengkap larangan mudik 2021, pada kesempatan kali ini, CekAja.com akan mengulasnya secara rinci khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Aturan Lengkap Larangan Mudik 2021

Berbicara soal aturan lengkap larangan mudik 2021, seperti yang diketahui aturan ini termuat dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penangan Covid-19 No. 13 Tahun 2021, tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Yang mana, dalam surat edaran tersebut disebutkan, kalau aturan larangan mudik 2021 akan diberlakukan mulai tanggal 6 – 17 Mei.

Melalui surat edaran itu juga, pemerintah secara tegas melarang masyarakat, agar tidak melakukan mudik lebaran tahun ini, sebagai langkah pencegahan meningkatnya angka penyebaran virus Covid-19.

Larangan yang sudah diresmikan itu pun, berlaku untuk tiga jenis moda transportasi, yaitu transportasi darat, laut dan udara.

Jadi, ketiga jenis moda transportasi itu, sudah memiliki aturan jelasnya masing-masing, terkait larangan mudik 2021.

Untuk tahu secara lengkap, apa saja aturan mudik yang diterapkan pada ketiga jenis moda transportasi tersebut, yuk langsung simak ulasan berikut ini!

(Baca Juga: Tempat Ngabuburit Gratis di Jakarta)

Aturan Lengkap Larangan Mudik 2021 untuk Transportasi Darat

Aturan lengkap larangan mudik 2021 yang akan kamu ketahui pertama, yaitu untuk transportasi darat.

Melansir dari kompas.com, Budi Setiyadi selaku Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan, kalau ada beberapa transportasi darat yang dilarang beroperasi saat mudik, di antaranya yaitu:

  • Kendaraan bermotor umum, berjenis mobil bus dan mobil penumpang
  • Kendaraan bermotor perseorangan, berjenis bus, mobil penumpang, mobil dan sepeda motor milik pribadi.

Meski sejumlah transportasi darat di atas dilarang beroperasi selama kurun waktu mudik, namun Kemenhub memberikan pengecualian kepada orang-orang tertentu, sehingga diperbolehkan melakukan perjalanan mudik.

Adapun beberapa orang tertentu yang dimaksud Kemenhub, di antaranya yaitu:

  • Orang yang pergi mengunjungi keluarga sakit
  • Orang yang melakukan kunjungan duka anggota keluarga meninggal
  • Orang yang bekerja atau melakukan perjalanan dinas, seperti ASN, Pegawai BUMD/BUMN, TNI, Polri, serta Pegawai Swasta yang memiliki surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah
  • Orang yang memiliki kepentingan melahirkan, dan didampingi oleh maksimal dua orang pendamping
  • Ibu hamil dengan satu orang pendamping
  • Pelayanan kesehatan darurat.

Di samping pengecualian terhadap orang-orang tertentu, Kemenhub juga memberikan pengecualian terhadap kendaraan.

Di mana, ada sejumlah kendaraan yang diperbolehkan melakukan perjalanan selama masa mudik, di antaranya yaitu:

  • Kendaraan pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia (RI)
  • Kendaraan dinas operasional yang memiliki plat dinas TNI atau Polri
  • Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol
  • Kendaraan untuk kesehatan darurat, seperti membawa ibu hamil dan keluarga intinya yang mendampingi
  • Kendaraan seperti ambulans, pemadam kebakaran dan mobil jenazah
  • Kendaraan yang membawa repatriasi pekerja imigran Indonesia, pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, WNI, dan pemulangan orang dengan alasan tertentu oleh pemerintah ke daerah asal, yang sesuai dengan ketentuan berlaku
  • Mobil barang yang tidak membawa penumpang.

Aturan Terkait Wilayah Aglomerasi

Buat kamu yang belum tahu, aglomerasi adalah satu kesatuan wilayah, yang terdiri dari beberapa pusat kota atau kabupaten yang saling terhubung satu sama lain.

Nah dalam aturan ini, pemerintah juga sudah menetapkan beberapa wilayah aglomerasi, yang mendapat pengecualian pergerakan kendaraan.

Tentunya, kebebasan beroperasi ini hanya ditujukan untuk moda transportasi darat dan kereta api.

Untuk moda transportasi darat sendiri, beberapa wilayah aglomerasi yang masuk ke dalam pengecualian aturan larangan mudik, yaitu:

  • Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek)
  • Medan, Binjai, Deli, Serdang dan Karo
  • Semarang, Kendal, Demak, Ungaran dan Purwodadi
  • Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbang Kertosusila)
  • Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros
  • Bandung Raya
  • Yogyakarta Raya
  • Solo Raya.

Sementara untuk moda transportasi kereta api, sejumlah wilayah yang masuk dalam pengecualian aturan larangan mudik, yaitu:

  • Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi termasuk Cikarang, dan Rangkas
  • Padalarang, Bandung dan Cicalengka
  • Kutoarjo, Yogyakarta dan Solo
  • Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Mojokerto dan Gresik.

Dari aturan yang sudah ditetapkan di atas, semua kendaraan dalam moda transportasi darat diminta secara tegas untuk mematuhinya.

Apabila aturan tersebut tidak dilakukan, maka akan dikenakan sejumlah sanksi, yang disesuaikan dengan jenis kendaraannya.

Untuk masyarakat dengan kendaraan umum atau pribadi, berupa sepeda motor dan mobil, akan dikenakan sanksi berupa putar balik, atau sanksi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sedangkan, jika aturan tidak dipatuhi oleh kendaraan travel atau angkutan barang yang dipakai untuk mengangkut penumpang, maka akan dikenakan sanksi berupa tindakan tegas dari pihak Kepolisian.

Tindakan tegas yang dimaksud pun sangat beragam, baik dalam bentuk penilangan atau tindakan lain, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Aturan Lengkap Larangan Mudik 2021 untuk Transportasi Laut

Berikutnya, kamu akan mengetahui aturan lengkap larangan mudik 2021 untuk moda transportasi laut.

Agus H. Purnomo selaku Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, sudah mengeluarkan aturan larangan mudik untuk moda transportasi ini.

Tetapi, Kemenhub juga tetap menyediakan layanan kapal laut untuk para pekerja imigran Indonesia, yang diharuskan untuk pulang ke Indonesia karena alasan khusus dan berada dalam kondisi mendesak.

Nah, sejumlah kapal yang dimaksud dalam pengecualian masa larangan mudik tersebut, di antaranya terdiri dari:

  • Kapal penumpang yang memberikan pelayanan transportasi rutin untuk pelayaran di daerah Perintis, daerah tertinggal, terluar, terpencil dan perbatasan
  • Kapal penumpang yang melayani kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI), WNI yang terlantar dari Pelabuhan negara perbatasan, serta pekerja imigran Indonesia
  • Kapal penumpang yang memberikan pelayanan transportasi rutin untuk pelayaran lokasi terbatas dalam satu kecamatan, kabupaten atau provinsi dengan ketentuan serta persyaratan pelayaran, yang dilakukan antar pulau atau pelabuhan dalam wilayah tersebut
  • Kapal penumpang yang diizinkan beroperasi untuk membawa barang-barang logistik, seperti barang pokok dan penting, obat-obatan dan peralatan medis, maupun barang penting lainnya yang dibutuhkan daerah, dalam hal ini ketika jumlah kapal kargo yang melayani suatu daerah tidak cukup
  • Kapal penumpang yang melayani kepulangan anak buah kapal WNI, yang bekerja di kapal niaga atau kapal pesiar yang dijalankan oleh perusahaan asing
  • Kapal penumpang yang memberikan pelayanan transportasi antar pulau khusus untuk ASN, TNI, Polri dan tenaga medis yang melaksanakan tugas.

Selain memberikan sejumlah pengecualian, Kemenhub juga melakukan pengawasan yang ditunjukkan dalam bentuk pos koordinasi.

Pos tersebut nantinya akan digunakan sebagai titik pengecekan, pada akses utama keluar masuknya terminal penumpang di pelabuhan.

Pos koordinasi itu sendiri, akan dibuka di 51 pelabuhan pantau pada H-15 dan H+15 masa mudik lebaran.

Kemudian, apabila terdapat sejumlah pihak yang melanggar aturan, akan diberikan sanksi tegas berupa sanksi administrasi. Dalam hal ini, maksudnya yaitu tidak diberikan pelayanan di pelabuhan.

Kemudian, ada pula sanksi dalam bentuk pencabutan izin SIUPAL, yang dilakukan sesuai dengan tahapan yang sudah diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Aturan Lengkap Larangan Mudik 2021 untuk Transportasi Udara

Selain aturan lengkap larangan mudik 2021 untuk transportasi darat dan laut, kini kamu juga akan mengetahui tentang transportasi udara.

Yang mana untuk transportasi udara sendiri, Novie Riyanto selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengungkapkan, ada sejumlah aturan terkait larangan penerbangan yang sudah ditetapkan dan harus dipatuhi, antara lain:

  • Larangan sementara penggunaan transportasi udara, yang hanya berlaku untuk angkutan udara niaga dan bukan niaga
  • Badan usaha yang akan melakukan penerbangan khusus, diharuskan untuk mengajukan flight attendant (FA) kepada Kementerian Perhubungan dan menggunakan izin rute eksisting.

Dibalik larangan sementara tersebut, Kemenhub juga memberikan pengecualian kepada sejumlah penerbangan, yang di antaranya:

  • Penerbangan yang membawa lembaga tinggi Negara RI dan tamu kenegaraan
  • Penerbangan operasional angkutan kargo
  • Penerbangan operasional angkutan udara perintis
  • Penerbangan operasional lainnya, yang mendapat izin dari Kementerian Perhubungan
  • Penerbangan operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat
  • Penerbangan operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, konsulat asing dan perwakilan organisasi internasional di Indonesia
  • Penerbangan operasional khusus repatriasi yang melakukan pemulangan WNI atau WNA.

Dari aturan yang sudah ditetapkan tersebut, apabila ditemukan pihak yang melanggar, baik itu maskapai penerbangan maupun badan usaha angkutan udara, akan dikenakan sanksi administratif sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

(Baca Juga: Negara yang Bisa Dikunjungi dengan Syarat Vaksin Covid-19)

Itulah aturan lengkap larangan mudik 2021, dari ketiga jenis moda transportasi, yang sudah kamu ketahui semua informasinya di pembahasan sebelumnya.

Dari informasi-informasi tersebut, kamu mungkin sudah memiliki solusi akan pergi kemana atau melakukan hal menarik apa, untuk menghabiskan waktu lebaran.

Namun, jika kamu dan keluarga tetap memutuskan untuk pergi, meskipun hanya ke kota-kota terdekat yang masuk dalam wilayah pengecualian larangan, sebaiknya tetap jaga kesehatan tubuh dan lindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Sebab, di masa pandemi saat ini, keberadaan asuransi kesehatan sangat penting, karena menjamin kesehatan setiap penggunanya, dengan cara menanggung semua biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit.

Jadi, jika kamu memiliki asuransi kesehatan, maka secara tidak langsung kesehatan tubuh dan finansialmu akan terjamin.

Untuk itu, buat kamu yang hingga saat ini belum melindungi diri dengan asuransi kesehatan, bisa segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kalau begitu, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga!

Advertisement