Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Awas, 4 Kata Ini Bisa Membuat Wawancara Kerjamu Berantakan!

by Tisyrin N. T on 26 September, 2016

Wawancara kerja adalah pintu gerbang seseorang menuju tempat kerja incaran. Momen ini cukup menegangkan bagi kebanyakan orang. Apabila kurang persiapan, kamu bisa gagal dalam wawancara kerja dan pekerjaan impian pun melayang.

Terkadang, ada hal-hal kecil yang sebenarnya sangat berpengaruh terhadap kesuksesan wawancara kerja. Salah satunya adalah kalimat yang kamu gunakan saat wawancara. Tanpa disadari, kata-kata tertentu yang kamu ucapkan bisa menciptakan kesan kurang baik, terutama jika kamu terlalu sering menggunakannya selama interview. Setidaknya hindari 4 kata ini saat kamu sedang wawancara kerja.

Selalu-Always

Contoh kalimat:

“Saya selalu rukun dengan rekan kerja dalam tim saya”

“Saya selalu mengerjakan tugas melampaui yang seharusnya”

Jenis deklarasi semacam itu akan membuat pewawancara bertanya-tanya, apakah ada orang yang benar-benar “selalu” melakukan sesuatu? Tidak realistis. Ketika pewawancara mendengar kata “selalu”, dia akan mengansumsikan kamu berlebihan atau terlalu percaya diri. Daripada mengatakan selalu melakukan sesuatu, lebih baik jabarkan secara kuantitatif (jika memungkinkan) yang menunjukan bagaimana kamu konsisten melakukan hal tertentu di masa lalu.

Misalnya ” Dalam lima tahun terakhir audit saya lulus 100%,” jauh lebih menarik daripada “Saya selalu berhasil dalam audit”. Kalaupun sulit menjelaskan dengan sesuatu yang terukur, coba berikan contoh yang relevan. (Baca juga: 9 Kata-kata Bijak yang Bisa Mendorong Kita Sukses Berkarir)

Tidak pernah-Never

Contoh kalimat:

“Saya tidak pernah mengeluh dalam pekerjaan”

“Saya tidak pernah melewati deadline”

Alasannya hampir sama dengan penggunaan kata “selalu”. Ketika kamu mengklaim bahwa kamu tidak pernah melakukan sesuatu, rasanya terlalu berlebihan. Saat kamu berupaya mengklaim kamu tidak pernah melakukan sesuatu, lebih baik kamu jelaskan bagaimana kamu berhasil menghindari hal itu di masa lalu.

Jika kamu tidak pernah mengeluh, misalnya, fokus pada bagaimana kamu tetap positif bahkan selama masa stres. Jika kamu tidak pernah melewati deadline, berikan rincian bagaimana kamu bisa melakukannya.

Akan-Would

Contoh kalimat:

“Saya pasti mampu memenuhi tujuan itu”

“Saya akan berhasil di pekerjaan ini”

Kamu mengatakan apa yang akan kamu lakukan di masa depan, bukan apa yang kamu lakukan di masa lalu. Kamu melakukannya karena berharap akan membuat pewawancara lebih percaya padamu. Sayangnya, pewawancara tidak terpengaruh dengan janji-janji karena hasilnya masih pasti jelas. (Baca juga: 7 Alasan Kuat untuk Bikin Surat Resign Cepat-cepat)

Mereka-They

“Mereka membuat aturan yang kurang realistis”

“Mereka tidak memberikan kesempatan pada saya untuk berkembang”

Penggunaan kata “mereka” saat wawancara kerja dapat menggambarkan kurangnya rasa hormat. Misalnya dalam dua kalimat tersebut, kamu terus-terusan menyebut manajemen perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya dengan “mereka”.

Kata “mereka” tersebut tidak menunjukan sikap positif dan terkesan tidak kooperatif. Hindari penggunaan kata tersebut, karena perusahaan ingin merekrut pekerja yang merasa menjadi bagian dari sebuah tim, meskipun pada suatu ketika bukan tidak mungkin ada ketidakcocokan.

Secara umum, hal yang akan merusak wawancara kerjamu adalah menggunakan bahasa yang kurang tepat dan fokus pada masa depan. Bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan 4 kata di atas. Kamu boleh menggunakannya asalkan jabarkan dengan lebih spesifik. Fokuslah berbagi tentang pengalaman nyata dan pencapaian di tempat kerja sebelumnya.

Butuh pinjaman dana tunai yang bisa segera cair? Ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan bunga ringan dan cicilan murah di sini

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.