Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Awas Gemuk Kalau Kamu Sering Melakukan 8 Kebiasaan Ini

by Ariesta on 20 Agustus, 2016

penyebab kegemukan _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Hingga hari ini, banyak orang masih menganggap makan berlemak bisa membuat gemuk. Kenyataannya, anggapan ini tidak selalu benar.

Mengonsumsi lemak tidak selalu membuatmu gemuk karena faktanya kalorilah yang sebenarnya membuat kamu gemuk. Untuk itu berhati-hatilah pada produk berlabel rendah lemak atau bebas lemak namun justru mengandung kalori sama besarnya dengan versi biasa.

Gemuk juga tidak hanya disebabkan oleh konsumsi kalori yang berlebihan, melainkan kebiasaan. Repotnya, banyak kebiasaan negatif justru tidak sadar sering kita lakukan. Kalau kamu ingin langsing, hentikan delapan kebiasaan berikut.

Berhenti mengonsumsi produk low fat

veggies-yogurt-dip

Memang terdengar tidak masuk akal, tapi beginilah faktanya. Mulai sekarang, stop membeli produk yang berlabel rendah lemak atau bebas lemak. Mungkin kalori yang terkandung memang sedikit lebih rendah, tapi banyak bahan lain yang ditambahkan ke dalamnya dan bisa bikin gemuk. Banyak produk serupa ternyata mengandung kalori sama banyak dengan produk biasa.

Riset Universtias Alabama membuktikan bahwa makanan dengan kandungan karbohidrat rendah membuatmu cepat lapar. Dan akibatnya kamu malah makan lebih banyak. (Baca juga: Tinggal di 7 Kota Ini, Hidup Kamu Bakal Jadi Lebih Bahagia)

Tidak membaca tabel nutrisi

Sebelum membeli produk makanan, kamu terbiasa membaca tabel nutrisi yang tertera pada kemasan? Jika tidak, biasakan diri mulai sekarang. Saat peneliti Kanada mengirim rumusan diet dan olahraga pada 1.000 koresponden, para koresponden ini mulai memilah makanna mereka dengan memahami apa yang tertera pada tabel nutrisi. Sambil diimbangi olahraga, ternyata mereka bisa langsing dengan cepat dan sehat.

Sedikit tidur atau terlalu banyak tidur

woman-sleeping-work

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Wake Forest, mereka yang berdiet dan hanya tidur lima jam atau kurang menyimpan lemak di perut 2½ lebih banyak dari mereka yang tidur 6-8 jam. Ini karena mereka cenderung lapar dan metabolisme tidak lancar karena kurang tidur.

Minum soda

glasses-soda

Studi tahun 2005 menemukan bahwa minum dua botol soda per hari dapat meningkatkan risiko obesitas sebesar 33%. Soda dengan embel-embel nol kalori juga sama buruknya. Para peneliti mengungkap bahwa mereka yang sering minum soda, pinggangnya melebar lima kali lebih cepat. Penyebabnya, pemanis tambahan dalam minuman bersoda menaikkan nafsu makan, sehingga tanpa sadar kamu menyantap lebih banyak makanan.

Melewatkan waktu makan

Tidak makan seharian adalah cara diet yang salah. Alasannya, melewatan waktu makan justru meningkatkan risiko obesitas. Dan risiko gemuk akan semakin besar jika kamu melewatkan sarapan. Studi yang dilakukan American Journal of Epidemiology menemukan bahwa orang yang tidak sarapan 4,5 kali berisisko mengalami obesitas.

Mengapa? Karena melewatkan waktu makan membuat metabolisme melambat sehingga kamu pun lebih lapar. Tubuhmu kemudian bereaksi dengan menyimpan lemak lebih banyak saat kamu menyantap makanan.

Menghabiskan banyak waktu untuk menonton TV

Studi yang dilakukan University of Vermont menemukan bahwa orang yang mengurangi 50% waktu menonton TV mereka dalam sehari bisa membakar 119 kalori lebih banyak. Ini berarti kamu bisa lebih langsing 6kg dalam setahun tanpa melakukan apa-apa.

Makan terlalu cepat

man-burger

Sebelum kenyang betul, luangkan waktu 20 menit agar perutmu mengirimkan sinyal ke otak kalau kamu sudah kenyang. Studi yang dilakukan American Dietetic Association menemukan bahwa mereka yang makan lebih lambat mengonsumsi kalori 66% lebih sedikit daripada mereka yang makannya cepat. Kalau kamu bisa mengurangi 66% sekali makan, dalam setahun beratmu bisa berkurang lebih dari 10kg! (Baca juga: Cukup Manfaatkan Meja dan Kursi Kantor, 4 Gerakan Ini Bisa Bikin Kamu Langsing)

Makan paket hemat

fast-food-burger-fries

Studi yang tertera dalam Journal of Public Policy & Marketing menemukan bahwa memesan paket hemat di restoran cepat saji, justru membuatmu mengonsumsi lebih banyak kalori. Mengapa? Karena ketika kamu memesan paket dengan harga hemat, kamu cenderung memesan camilan lain seperti es krim dan kentang lebih banyak. inilah salah satu penyebab gemuk yang sering tidak kita sadari.

Tentang Penulis