Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Rasain, Penimbun Masker dan Hand Sanitizer Bakal Dibui 5 Tahun

by Sindhi Aderianti on 3 Maret, 2020

Virus corona sudah masuk ke Indonesia. Walhasil, rasa panik berlebih mendera sebagian besar masyarakat. Supermarket langsung penuh sesak, pembeli berbondong-bondong menyetok bahan pangan untuk keluarga mereka. Demand masker dan hand sanitizer pun nyaris tak terbendung lagi.

Hukuman untuk penimbun masker dan hand sanitizer

Tanpa sadar, fenomena ini memancing kenaikan harga yang fantastis. Khususnya masker dan hand sanitizer, dimana kini amat dibutuhkan untuk mencegah penularan coronavirus. Lonjakan nilai kedua barang tersebut banyak ditemukan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur serta beberapa marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.

Jika masker dulu dihargai Rp50 ribu per kotak (isi 50 pcs), sekarang bisa Rp400 ribu dengan jumlah sama. Bahkan ada yang tega menjualnya hingga belasan juta rupiah. Hand sanitizer alias pembersih tangan juga demikian. Dari yang hanya Rp30 ribu per botol, kini dijual berkali-kali lipat seharga Rp200 ribu sampai Rp2,5 juta. Edan!

“I see human, but not humanity”, kata para netizen menanggapi kasus penimbunan ini. Amat disayangkan, karena para oknum tersebut bukannya saling membantu, malah sibuk mencari keuntungan yang bersifat pribadi.

Penimbun Bakal Dibui 5 Tahun

Melansir Suara.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah penimbunan masker di masyarakat. Selain itu, polisi juga menyelidiki tempat-tempat pembuatan masker untuk mengecek perizinan dan standar mutu dari produksi barang tersebut.

Presiden Joko Widodo juga memberi peringatan keras bagi pihak yang sengata mencari kesempatan meraup untung besar dalam kondisi seperti ini. Ia bahkan telah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk segera menangkap penimbun dan penjual masker dengan harga tinggi.

Sanksi penimbunan masker tak main-main, semua diatur sedemikian rupa pada undang-undang perlindungan konsumen. Dalam aturan tersebut, pelaku penimbun masker di masa krisis seperti wabah terancam Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan Ancaman 5 Tahun dan Denda Maksimal Rp 50 Miliar.

Dasar Hukum Bagi Penimbun Masker

Selain pasal dalam undang-undang tadi, kasus penimbunan masker dan hand sanitizer ini juga diperkuat oleh 3 dasar hukum lain. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Jika pelaku usaha masker bersama pesaingnya menimbun untuk menetapkan harga masker, maka dapat dipandang sebagai praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.

Pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting (seperti masker), dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang.

Sanksi pelaku usaha yang menetapkan harga masker dengan cara demikian, denda minimal Rp5 miliar dan maksimal Rp25 miliar atau kurungan pengganti denda maksimal 5 bulan.

Bagaimana, masih berani menimbun barang-barang tersebut di tengah wabah virus corona yang kian mengancam keselamatan sesama? Hukumannya berat, lho!

(Baca Juga: WNI Ibu dan Anak Positif Virus Corona, Begini Kronologi Penularannya)

Orang Sehat Tak Perlu Pakai Masker

Sejak virus corona menjadi isu global, masyarakat di berbagai negara memburu masker seperti orang yang kelaparan. Laporan dari Forkast News menyebut histeria perburuan barang ini terjadi di Hong Kong,  London, hingga New York.

Namun, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan penggunaan masker untuk menangkal COVID-19 hanya berlaku bagi orang yang sakit. World Health Organization (WHO), selaku Badan Kesehatan Dunia pun menghimbau hal senada.

Bukan tanpa alasan, penggunaan masker ketika sehat ternyata lebih berisiko tertular penyakit. Sebab, pengguna masker yang kerap menyentuh bagian luarnya justru dapat membahayakan diri sendiri. Bagian tersebut adalah filter yang berguna untuk menyaring virus, kuman, atau bakteri dari luar. Jika tersentuh, maka sumber penyakit itu dapat berpindah ke jari-jari tangan.

Untuk mencegah persebaran virus corona, langkah paling tepat tak lain dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih. Di samping itu, jauhi orang sakit apapun itu jenis penyakitnya. Sementara bagi yang kurang sehat meski hanya batuk-pilek, disarankan untuk tidak beraktivitas dan mengisolasi diri sementara.

Apabila sakit yang diderita tak kunjung sembuh, segeralah ke dokter. Gunakan asuransi kesehatan dari CekAja.com untuk meng-cover semua biayanya. Cincai!

(Baca Juga: Tenang, Ada Kemungkinan Sembuh Jika Terinfeksi Virus Corona!)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.