Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Awas, Polusi Bisa Sebabkan Kejahatan!

by Gito on 19 April, 2019

Tahukah kamu bahwa polusi tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan serius. Menurut penelitian dari London School of Economics, meningkatnya tingkat polusi sejalan dengan meningkatnya tingkat kejahatan.

Kesehatan Pencemaran Udara Anak - CekAja

Ancaman kesehatan yang disebabkan oleh polutan memang sangat berbahaya. Namun pihak pengusaha dan juga pemerintah tampaknya belum menjadikan hal itu sebagai hal serius yang harus ditangani dengan segera.

Beberapa gangguan yang disebabkan oleh polusi adalah menurunnya tingkat kecerdasan, gangguan terhadap ibu hamil dan juga gangguan lainnya yang sifatnya mengganggu pertumbuhan anak dan juga remaja.

Selain itu, ada juga penyakit serius yang mengintai jika bahan polutan terus menerus terhisap oleh tubuh. Berikut merupakan beberapa penyakit yang umumnya dialami oleh warga yang tinggal di kota berpolusi. Simak yuk!

1. Asma

Ada yang bilang kalau penyakit asma merupakan penyakit yang bersifat genetis atau keturunan. Salah pemahaman tersebut sudah terjadi sejak lama, sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa penyebab utama munculnya penyakit asma adalah seringnya tubuh terpapar bahan polutan.

Asma biasanya terjadi secara tiba-tiba. Hal itu merupakan indikasi bahwa paru-paru kita sedang mengalami peradangan yang diakibatkan oleh polusi. Jika sudah begitu, penderita asma biasanya mengalami sesak nafas, batuk kering dan perasaan sempit pada otot dada

Hal yang tidak kalah mengkhawatirkannya dari penyakit asma sendiri adalah, terdapat fakta yang menyebutkan bahwa lebih dari 1 juta jiwa masyarakat di Jakarta terkena penyakit pernapasan tersebut.

Pesatnya pembangunan dan juga tinggnya mobilitas warga di Ibukota ternyata tidak sejalan dengan tingkat kesadaran akan kesehatan.

(Baca juga: Lebih dari 90% Anak di Dunia Menghirup Udara Berbahaya, Ini Faktanya)
2. ISPA

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang biasanya diderita oleh warga yang terpapar polusi tinggi. JIka sudah terkena ISPA, penderita tidak dapat bernapas dengan leluasa dan nyaman.
ISPA juga bisa menular lewat udara.

Nah bagi tubuh yang memiliki sistem imunitas rendah, akan dengan mudah dihinggapi penyakit ini. Jadi seringlah melakukan olahraga dan makan dan minum makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pasalnya jumlah penderita ISPA saat ini sudah mencapai lebih dari 2 juta jiwa. Mudahnya penyebaran penyakit ini membuat ISPA menjadi momok yang menakutkan bagi warga yang tinggal di wilayah industri ataupun wilayah yang dikenal memiliki polusi tinggi.

3. Pneumonia

Pneumonia atau paru – paru basah bisa menyerang kamu yang sering terpapar polusi akibat udara yang tercemar. Biasanya penyakit ini diawali dengan demam dan sulit bernapas. Paru – paru basah bukan berarti paru-paru kamu terendam air, tetapi paru-paru kamu mengalami bengkak yang berisi cairan.

Bila sudah begitu, aktivitas kamu pun menjadi terbatas. Kamu tidak bisa keluar saat malam hari, kemudian tidak boleh berkendara menggunakan kendaraan roda dua juga. Karena pada saat malam hari produksi karbon dioksida melimpah, maklum tumbuhan baru melepaskan gas yang dinamakan CO2 itu di saat matahari mulai terbenam setelah melakukan fotosintesis di pagi harinya.

Penyakit ini tidak hanya melanda orang dewasa saja lho. Anak-anak dan juga lansia juga bisa terkena penyakit ini bila terus terpapar zat polutan tinggi.

4. Jantung Koroner

Penyakit ini disebut – sebut sebagai pembunuh nomor satu di dunia. Ya, banyak yang tidak menyadari kehadiran penyakit ini didalam tubuh. Karena sifatnya yang mendadak dan juga panjang waktu kontraksinya.

Jantung koroner terjadi lantaran aliran darah yang mengalir ke jantung mengalami penyumbatan. Hal ini dipicu oleh adanya plak yang timbul di aliran darah. Semakin sering terpapar polutan semakin tinggi juga penimbunan plak yang ada di dalam aliran darah.

Akhirnya asupan oksigen dalam darah ke otak menjadi berkurang dan berakibat pada kematian secara mendadak. Gejaanya biasanya diawali dengan timbulnya rasa nyeri di bagian dada.

(Baca juga: 5 Alasan Penting Punya Asuransi Kesehatan Selagi Muda)
Polusi Membuat Orang Menjadi Jahat?

Selain memengaruhi kesehatan jasmani, polutan juga menyebabkan kesehatan rohani atau jiwa. Bahkan tingginya tingkat polusi juga bisa memicu orang untuk berperilaku jahat.

Melansir laman Times of India, ada hubungan antara naiknya tingkat polusi dengan tingkat kejahatan. Meskipun bukan kejahatan yang sifatnya besar dan juga berencana, polusi dapat memicu kejahatan seperti mengutil barang dan juga mencopet.

Riset yang dilakukan di London, Inggris menyebutkan bahwa tingkat kejahatan di negara albion itu mengalami kenaikan 0,9 persen sejalan dengan naiknya indeks kualitas udara (air quality index) sebesar 10 poin.

Kemudian ketika indeks kualitas udara mencapai lebih dari 35 poin, tingkat kejahatan juga naik 2,8 persen. Berdasarkan riset, hal itu bisa terjadi lantaran polusi udara membuat tubuh memproduksi hormon cortisol dengan cepat, akibatnya hormon tersebut melimpah di dalam tubuh.

Nah kalau sudah begitu, efek lain dengan berlebihnya cortisol adalah timbul rasa stres dan juga berkurangnya kebahagiaan. Karena hormon tersebut juga berfungsi untuk memberikan rasa bahagia dan mengontrol mood.

Kelebihan hormon cortisol juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Penelitian di University of Southern California juga mengungkapkan partikulat (PM2,5) atau partikel udara yang brukuran lebih kecil dari 2,5 mikron berbahaya bagi struktur otak dan dan berpotensi meningkatkan perilaku nakal atau kebiasaan buruk.

PM 2,5 sangat berbahaya karena partikulat ini mampu menembus masker yang biasa dipakai untuk menghalau debu dan asap polusi. Tingginya gas buang dari asap kendaraan dan juga hasil pembuangan dari Pembangkit listrik ikut berperan meningkatkan PM2,5 di sekitar kita.

Laporan World Air Quality Report 2018 itu menyebutkan, konsentrasi rata-rata tahunan particulate matter (PM) 2,5 tahun 2018 di Jakarta mencapai 45,3 µg/m3. Angka itu sudah melebihi batas aman tahunan yang, menurut standar nasional pada PP Nomor 41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara berada di angka 15 µg/m3.

Agar hidup terasa lebih nyaman untuk dijalani, ada baiknya kamu melengkapi diri dengan asuransi kesehatan. Tidak ada orang yang menginginkan sakit, tetapi menjadi lebih baik ketika musibah itu datang kita sudah siap menghadapinya.

Akses CekAja.com untuk mendapatkan produk asuransi pilihan yang cocok untuk kamu. Tidak perlu ribet dan antri, cukup mainkan di ponsel pintar kamu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami