Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Baca Sekarang, Ini Tips Beli Rumah Bagi Pekerja Freelance

by Rafly Aditia on 22 Januari, 2016

lelang rumah - CekAja.com

Memiliki rumah memang bukan hal yang mudah bagi warga kota besar seperti di Jabodetabek. Lantaran harga rumah yang mahal kebanyakan pembelian dilakukan secara kredit dengan melengkapi persyaratan yang rumit.

Syarat yang diajukan bank pun terkadang menyulitkan bagi mereka para pekerja tidak tetap alias freelancer. Para pekerja lepas ini pun sering menjadi tidak percaya diri saat ingin mengajukan kredit rumah.

Namun, bagi kamu yang berstatus sebagai freelancer, bukan berarti kamu tidak bisa membeli rumah. Ada banyak siasat yang bisa dilakukan untuk membeli rumnah secara kredit. Berikut ini 5 tips yang bisa dilakukan pekerja lepas agar membisa beli rumah:

Tabung 30% pendapatan

Dengan asumsi berpenghasilan Rp 5 hingga Rp 7 juta per bulan, setidaknya uang yang harus ditabung mencapai 40% dari pendapatan minimal per bulan. Sehingga, dalam waktu dua tahun kamu akan memiliki tabungan sebesar Rp 48 juta.

Uang Rp 48 juta tersebut akan digunakan untuk pembayaran uang muka alias DP rumah seharga Rp 150 jutaan. Sejumlah developer rumah tipe sangat sederhana di kawasan Jl Raya Cileungsi, Jonggol, masih bisa diperoleh dengan harga Rp 150 jutaan. Coba lakukan riset di sejumlah situs jual beli rumah untuk memperoleh rumah dengan harga tersebut.

Mengingat DP rumah KPR biasanya berkisar 30% dari harga rumah, maka uang Rp 48 juta rupiah sudah cukup dijadikan uang muka.

(Baca juga:Strategi Mengumpulkan Uang Muka Rumah 300 Jutaan Bagi Pegawai Kantoran)

Sisihkan uang untuk biaya lain-lain

Banyak biaya lain yang harus disiapkan saat kamu akan membeli rumah seperti biaya notaris, balik nama kepemilikan rumah dan biaya administrasi lainnya, maka pintar-pintar lah untuk menabung dari sisa penghasilan.

Setidaknya alokasikan 10% penghasilan bulanan untuk biaya lain-lain. Dengan cara ini, dalam kurun waktu dua tahun kamu akan memiliki uang Rp 12 juta yang bisa digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.

Manfaatkan promo kredit rumah

Carilah bank yang melakukan promosi kredit dengan memberikan tenor atau jangka waktu kredit hingga 15 tahun. Pastikan angsuran rumahnya murah agar bisa sesuai dengan pendapatan yang kamu peroleh setiap bulan.

Kesesuaian ini penting agar bank dapat menyetujui permohonan KPR yang kamu ajukan.

(Baca juga: Empat Mitos Finansial yang Selalu Membuat Hidup Penuh Penyesalan)

Cari alternatif KPR

Perlu diketahui, sebenarnya KPR bukan satu-satunya solusi untuk mendapatkan rumah secara kredit. Selain KPR bank ada fasilitas lain yang bisa kamu manfaatkan yaitu sistem kredit in house dimana pembeli langsung berutang kepada developer.

Di sini developer akan berperan persis seperti bank. Namun, biasanya jangka waktu kredit yang ditawarkan tidak terlalu panjang. Kamu juga bisa meminjam dana dari orang tua atau saudara untuk membeli rumah.

Berikan penjelasan dan skema pembayaran yang logis agar mereka percaya kamu akan melunasi pinjaman tersebut.

Tentang Penulis

Writer. Fitness enthusiast.