7 Bahaya Baby Walker, Menghambat Pertumbuhan Hingga Bikin Cedera Serius!

5 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Bahaya baby walker yang sudah dirasakan banyak orang, membuat penggunaannya dilarang oleh para ahli. Padahal, dahulu banyak orang tua yang mengira, bahwa alat ini dapat membantu bayi belajar jalan lebih cepat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

7 Bahaya Baby walker, Menghambat Pertumbuhan Hingga Bikin Cedera Serius!

Apa Itu Baby Walker?

Baby walker adalah alat dudukan beroda, yang biasanya digunakan untuk bayi yang belum bisa berjalan. Bayi akan didudukkan di kursi yang mampu menopang berat badan bayi, lengkap dengan tatakan meja melingkar, mainan gantung di atas meja, dan roda di bagian bawah.

Sehingga bayi dapat bermain dalam posisi duduk, berdiri, maupun berjalan menggunakan roda di bawah baby walker tersebut.

Banyak orang yang mengira, menggunakan baby walker dapat membuat anak lebih cepat berjalan. Anak akan lebih mandiri dengan bermain dan belajar berjalan sendiri di atas baby walker.

Selain itu, orang tua juga tak perlu repot harus memegang bayi terus menerus, apalagi untuk bayi yang sedang aktif dan lebih senang bermain dalam posisi berdiri.

Kepraktisan baby walker rupanya tak sejalan dengan fungsi yang ditawarkan. Sebab, bahaya baby walker justru lebih banyak terjadi.

Temuan Kasus Cedera Akibat Baby Walker

Menurut seorang professor dan dokter ahli kesehatan anak asal Ohio, Amerika Serikat, yakni dr. Gary Smith, setiap tahunnya ada 2.000 anak yang membutuhkan perawatan khusus akibat cedera yang ditimbulkan dari penggunaan baby walker.

Smith sendiri sangat tidak menyarankan penggunaan alat tersebut, karena bahaya baby walker yang begitu nyata. Sayangnya, baby walker tetap saja dijual di pasaran. Bahaya baby walker yang belum diketahui semua orang membuat produk ini tetap memiliki pembeli.

(Baca Juga: Cara Terbaik Menyikat Gigi Bayi yang Baru Tumbuh)

Bahaya Baby Walker

Berikut ini beberapa bahaya baby walker yang harus orang tua waspadai:

1. Menghambat Perkembangan Bayi

Banyak orang tua yang mencari tahu waktu tepat menggunakan baby walker, dengan harapan anaknya bisa sesegera mungkin belajar berjalan. Padahal, hal ini justru tidak dibenarkan.

Bayi akan menunjukkan perkembangannya sendiri, sesuai dengan kesiapan tubuhnya. Dan tentu saja sesuai dengan stimulus yang diberikan oleh orang tua berupa latihan fisik tanpa memerlukan alat bantu seperti baby walker.

Jika latihan cukup dilakukan bayi berusia 6 bulan akan mampu duduk dan merangkak. Kemudian di usia 9 bulan, bayi akan semakin lihai merangkak dan mulai belajar berdiri. Perkembangan ini tentunya hanya bersifat umum, namun tidak bisa disamakan pada semua bayi.

Sebab ada sebagian bayi yang melewati fase merangkak dan langsung belajar berdiri. Ada pula bayi berusia 6 bulan yang justru lebih senang main dalam posisi berdiri, sehingga lebih cepat belajar berdiri.

Bayi yang menggunakan baby walker akan terbiasa berdiri dengan topangan kursi. Bahaya baby walker ini membuat otot bayi tidak semuanya terlatih dengan baik.

Belum lagi jika baby walker digunakan sebelum tubuh bayi siap belajar berdiri, maka akan menghambat perkembangannya.

Gerakan kaki yang terhalang tatakan meja juga membuat bayi kesulitan mengontrol gerakan, sebab dirinya tak dapat melihat langsung pergerakan kaki.

2. Menghambat Pertumbuhan Tulang Belakang

Kursi dengan topangan juga akan menghambat pertumbuhan tulang belakang bayi. Bahaya baby walker ini membuat otot bagian belakang tidak maksimal dilatih dan bekerja maksimal di masa pertumbuhannya.

Tulang belakang sendiri merupakan bagian terpenting karena merupakan pusat syaraf. Jika pertumbuhan tulang belakang tidak maksimal, bisa jadi akan menimbulkan kelainan pada perkembangan anak.

3. Menghambat Kecerdasan Motorik

Kemudian, bahaya baby walker akan membuat tubuh anak mudah bergerak tanpa perlu usaha lebih dalam mengoordinasikan kaki, otot, serta sendinya. Hal ini justru akan membuat kecerdasan motorik si anak terhambat, lho.

Sebaliknya, kecerdasan motorik anak yang dituntun oleh orang tua akan lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang menggunakan baby walker.

4. Bayi Berpotensi Terjatuh Hingga Cedera

Ini merupakan bahaya baby walker yang paling banyak memiliki kasus, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Roda pada baby walker memang membuat bayi leluasa bergerak dan belajar berjalan.

Tetapi, meja tatakan yang menghalangi bayi melihat gerakan kaki membuatnya tidak bisa mengontrol gerakan dan kecepatan berjalan dengan baik. Posisi roda yang berada lebih jauh dibanding posisi berdiri bayi juga membuat bayi lebih berpotensi terjatuh.

Misalnya terjatuh di tangga, terjatuh akibat gundukan dan lubang pada lantai atau tanah yang tidak rata, serta kecepatan jalan yang terlalu cepat sedangkan salah satu roda mengalami aus dan terjadilah sendatan yang mengakibatkan bayi terjatuh.

Kasus jatuhnya bayi dari baby walker dapat menimbulkan cedera ringan hingga serius seperti geger otak. Sebab posisi baby walker yang jatuh membuat bayi terjungkal dengan posisi kepala yang lebih dulu mendarat ke lantai atau tanah.

5. Jari Bayi Berpotensi Terjepit

Selain terjatuh, jari bayi juga akan berpotensi terjepit karena berjalan higga ke sudut ruangan dalam posisi tangan yang keluar dari area meja. Kasus ini juga paling sering terjadi setelah kasus bayi terjatuh dari baby walker.

6. Bayi Lebih Mudah Meraih Benda Berbahaya

Bahaya baby walker selanjutnya adalah kemudahan bayi dalam meraih benda berbahaya. Sekalipun kamu meletakkan bayi di ruang tengah yang dijadikan tempat bermain, bisa saja bayi meraih benda keras seperti gelas di atas meja, pajangan, wadah berisi air panas, dan lain sebagainya.

Kecepatan berjalan bayi saat diletakkan di baby walker juga tak bisa kita kontrol. Jadi, bisa saja bayi tiba-tiba berjalan cepat kea rah tertentu dan kita terlambat mencegah hal buruk terjadi.

7. Pengawasan Lebih Sulit Dilakukan

Bagi para ayah atau ibu yang merawat anaknya sendirian di rumah, penggunaan baby walker mungkin saja didasarkan pada nilai kepraktisan, agar mereka juga bisa sembari mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Tetapi, roda pada baby walker akan membuat anak bergerak tanpa arahan, sehingga pengawasan lebih sulit dilakukan. Apalagi jika tiba-tiba anak melaju cepat ke tempat berbahaya seperti tangga.

(Baca Juga: Cara Mengukur Kecerdasan Anak dengan Tes Akurat)

Baby Bouncer Lebih Aman?

Bahaya baby walker bisa membuat tumbuh kembang anak terganggu, dan keselamatan anak terancam. Benda sejenis seperti baby bouncer bisa menjadi pilihan alternatifmu.

Baby bouncer untuk anak usia 6 bulan ke atas memiliki bentuk yang hampir sama dengan baby walker. Bedanya, baby bouncer tidak memiliki roda (hanya stay di satu tempat), melainkan ayunan yang bergerak ke atas dan bawah. Benda ini dipercaya membuat anak lebih anteng, memudahkannya bermain sendiri dan belajar berdiri.

Walaupun lebih aman, namun baby bouncer hanya boleh digunakan sesekali dalam waktu yang sebentar saat ayah dan ibu sedang tidak bisa memegangnya dalam posisi bayi berdiri.

Penggunaan baby bouncer dalam waktu yang lama membuat bayi terbiasa berdiri dengan bantuan kursi yang menopang berat badannya. Sehingga kecerdasan motorik juga akan terhambat.

Cara Terbaik Melatih Anak Belajar Jalan

Bahaya baby walker memang nyata adanya. Oleh karena itu, akan lebih baik jika bayi dirawat tanpa menggunakan alat bantu yang seolah membuatnya tumbuh lebih cepat.

Tak ada yang bisa mengalahkan pengasuhan secara langsung oleh orang tua. Oleh karenanya, cara terbaik melatih anak berjalan adalah dengan menuntunnya secara langsung dengan bantuan genggaman ayah atau ibu sebagai pengasuh.

Lindungi Anak dengan Asuransi Kesehatan 

Selain itu, berikan pula perlindungan maksimal pada anak dengan kepemilikan asuransi kesehatan. Perawatan dan layanan kesehatan terbaik bisa kamu dapatkan dengan membayar premi terjangkau.

Tidak hanya diri sendiri, keluargamu juga akan terlindung dan terjamin dari segala risiko masalah kesehatan di masa mendatang.

Miliki asuransi kesehatan keluarga yang paling cocok untukmu lewat CekAja.com. CekAja.com akan membandingkan pilihan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, dan kamu pun bisa mengajukannya secara mudah lewat sistem online.

Tunggu apa lagi? Bandingkan dan ajukan asuransi kesehatan sekarang juga!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah