Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Bank Indonesia Sebut Jumlah Uang Palsu Turun di Ramadan 2018

by Achmad Fauzi on 7 Juni, 2018

Kini, Anda tak perlu takut mendapatkan uang rupiah palsu selama Ramadan dan saat Lebaran. Pasalnya, rasio uang palsu tercatat terus menurun. Menurut data Bank Indonesia (BI), rasio uang palsu pada Ramadan 2018 yakni 1:3. Artinya, dari satu juta lembar uang rupiah hanya 3 lembar uang yang palsu.

rupiah melemah

Rasio itu sangat jauh menurun dibandingkan tahun lalu. Pada Ramadan tahun 2017, rasio uang palsu 1:9. Dengan makin turunnya rasio uang palsu, maka Ramadan tahun ini Anda lebih mudah terhindar dari peredaran uang palsu.

Hingga saat ini, Bank Sentral juga belum menerima laporan dari pihak kepolisian tentang temuan uang palsu. Maka dari itu, BI pun memastikan bahwa uang yang beredar di masyarakat merupakan uang asli bukan yang palsu.

“Kenapa terjadi penurunan? Karena BI memperkuat koordinasi dengan hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku uang palsu. Kami ingin menindak tegas,” kata Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi saat konferensi pers di Komplek Perkantor BI, Jakarta, Rabu (6/6).

Cara Bedakan Uang Palsu dengan Asli

Meski uang palsu tak beredar pada Ramadan tahun ini, tetapi Anda tetap harus waspada. Karena, kemungkinan masih ada oknum-oknum yang masih ingin mengedarkan uang palsu ke masyarakat. Maka dari itu, Anda harus jeli untuk membedakan uang palsu dengan uang yang asli.

Rosmaya Hadi mengungkapkan, cara membedakan uang palsu dengan asli itu sangat simpel yakni dengan 3D, Dilihat, Diraba dan Diterawang. Nah berikut penjelasan tata cara membedakan uang palsu dengan uang asli. (Baca juga: Anda Bisa Menukar Uang Pecahan Kecil di Jalur Mudik, Cek di Sini!)

Dilihat

Uang asli

Untuk uang rupiah asli, jika dilihat dengan mata maka warnanya cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah. Karena dicetak dengan tinta khusus, jika dilihat dengan sudut pandang yang berbeda warna uang asli juga berubah warna. Selain itu, benang pengaman bisa berubah-ubah warna sesuai dengan sudut mata.

‎Uang palsu

Untuk uang palsu akan terlihat berwarna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli. Tinta pembuatnya pun tidak menghasilkan perubahan apabila dilihat dari sudut pandang yang lain. Tidak hanya itu, benang pengamannya, warnanya tetap alias tidak berubah meski dilihat dari berbagai sudut.

Diraba

Uang asli

Jika diraba, uang asli terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek. Lambang negara yang terdapat di kertas juga memiliki tekstur yang kasar. Tekstur kasar itu akan terasa timbul.

Uang palsu

Sementara pada uang palsu, karena dibuat dari kertas tipis, uang palsu kerap sekali mudah lecek seperti koran. Lambang negaranya pun tidak memilik tektur kasar yang timbul. ‎(Baca juga: Cek Pentingnya Asuransi Perjalanan Saat Mudik)

Diterawang

Uang asli

Apabila diterawang, uang asli akan memiliki tanda air yang menggambarkan sosok pahlawan. Gambar tersebut satu dan tidak berlawanan. Selain itu, gambar juga terlihat timbul berdasarkan kertasnya.

Uang palsu

Meski uang palsu apabila diterawang juga memilik tanda air yang menggambarkan sosok pahlawan, tetapi tanda air tidak hanya  satu alias berlawanan jika diterawang bolak balik. Selain itu, ‎tanda air tersebut permukaannya tidak ada tekstur yang timbul.

Rawat Uang Rupiah Asli Anda

Setelah Anda mendapatkan uang rupiah yang asli, maka Anda harus merawat uang rupiah asli agar tidak rusak. Oleh karena itu, mulai dari sekarang Anda harus merawat uang rupiah.

Menurut Rosmaya Hadi, untuk merawat uang rupiah Anda harus ikuti 5J. Pertama, uang rupiah jangan dicoret. Kedua, jangan diplester, jika uang Anda sobek, maka jangan sekali-sekali Anda memperbaikinya dengan cara diplester. Hal itu tidak diizinkan oleh BI, karena uang yang telah sobek tidak bisa digunakan untuk bertransaksi.

Ketiga, jangan diremas, apabila uang asli Anda diremas maka akan terlihat lecek dan terlihat jelek. Orang juga tidak akan menerima uang dalam kondisi lecek. Keempat, jangan dibasahi, jangan sekali-sekali membasahi uang, karena akan terlihat lecek dan tidak bisa digunakan.

Terakhir, jangan dilipat. Apabila dilipat, maka uang juga akan terlihat lecek dan ujung-ujungnya tidak bisa digunakan.

Nah, setelah Anda mendapatkan dan merawat uang yang baru dan tidak lecek, maka Anda akan pede untuk melakukan transaksi membeli barang atau apapun. Namun, jangan lah menggunakan uang Anda untuk membeli hal yang tidak perlu.

Anda harus pertimbangkan agar uang Anda digunakan untuk berinvestasi. Karena, jika berinvestasi, maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang berlebih. (Baca juga: Solusi Rumah Tetap Bersih Ketika ART Mudik)

Anda bisa mengajukan investasi di CekAja.com. E-commerce finansial nomor satu di Indonesia ini menyediakan berbagai pilihan investasi. Yuk cek!

Tentang Penulis

Achmad Fauzi

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami