Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Baru Berlaku Sehari, Tarif Ojol yang Kemahalan Kebanjiran Protes

by Gentur Putro Jati on 3 Mei, 2019

Baru juga berlaku 1 Mei 2019, namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengevaluasi Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

Aturan penetapan tarif ojek online (ojol) berdasarkan tiga zona layanan tersebut, dinilai membuat tarif ojol naik Rp3.000 sampai Rp5.000 dan merugikan pengguna maupun pengemudinya.

“Kami akan mengevaluasi setelah tujuh hari berlaku karena ada masukan merasa enggak perlu dinaikkan karena kemahalan,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

(Baca juga: Tarif Ojek Online Naik, Angkutan Umum Kembali Diminati?)

Budi menyebut keputusan pemerintah menerbitkan aturan tarif baku sesuai permintaan pengemudi ojol, dan menyesuaikan dengan daya beli masyarakat.

“Kalau kemarin kan waktu kita tetapkan mau jadi Rp2.000 atau Rp1.600, kan enggak mau, makanya kita ikuti, itupun Rp2.000 ini sudah turun dari ekspektasi mereka yang Rp2.500. Sudah turun, tapi masih ketinggian. Jadi kami lihat lagi,” katanya.

Budi menambahkan saat ini Kemenhub masih menampung aspirasi masyarakat karena hanya baru beberapa pihak saja yang merasa keberatan.

“Saya akan menggunakan mekanisme tertentu merekam dengan baik mewakili masyarakat maupun pengendara-pengendara ojol,” katanya.

Besaran Tarif Baru

Berdasarkan KM Nomor 348 Tahun 2019, penetapan tarif ojol baru diberlakukan di 5 kota mewakili 3 zona yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Sebagi informasi, besaran tarif terbagi menjadi 3 zona, yaitu: zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali. Untuk zona 2 adalah Jabodetabek. Sementara untuk zona 3 adalah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya.

Adapun besaran tarif nett yang dibagi berdasarkan zonasi, adalah sebagai berikut:

  • Zona I – batas bawah Rp1.850 dan batas atas Rp2.300, dengan biaya jasa minimal Rp7.000-Rp10.000.
  • Zona II – batas bawah Rp2.000 dengan batas atas Rp2.500, dan biaya jasa minimal Rp8.000-Rp10.000.
  • Zona III – batas bawah Rp2.100 dan batas atas Rp2.600 dengan biaya jasa minimal Rp7.000- Rp10.000.

Penetapan biaya jasa batas bawah, batas atas, maupun biaya jasa minimal ini merupakan biaya jasa yang telah mendapatkan potongan biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi.

Biaya tidak langsung adalah biaya jasa yang ada di dalam pihak aplikator sebanyak maksimal 20 persen. Kemudian yang 80 persen adalah menjadi hak pengemudi. Selain biaya langsung dan tidak langsung, ada pula biaya jasa minimal (flag fall) yaitu biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 kilometer.

Dikutip dari Bisnis, Senior Manager Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Alvita Chen menuturkan Go-Jek masih melakukan simulasi internal terkait dengan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut. Menurutnya, hasil simulasi internal baru dapat terlihat setelah 1 Mei 2019.

“Terkait dengan pedoman tarif yang dikeluarkan Menteri Perhubungan, kami melihat maksud positif atas penetapan tarif batas bawah. Semangat ini sejalan dengan misi Go-Jek. Oleh karena itu, kami sedang melakukan simulasi di beberapa tempat Go-Jek beroperasi guna tercipta keadilan dan kenyamanan bagi seluruh mitra pengemudi dan pelanggan kami,” terangnya.

(Baca juga: Wahai Ojekers, Cek Nih Aturan Ojek Online yang Baru Diterbitkan)

Dia menyambut baik ditetapkannya Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Bagi Go-Jek, katanya, keamanan dan keselamatan mitra pengemudi dan pelanggan selalu menjadi prioritas utama.

Untuk mendapatkan perlindungan saat menggunakan transportasi ojol, ada baiknya kamu melindungi diri dan keluarga dengan asuransi terbaik yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami