Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Baru Lulus SMU, Bagaimana Agar Tetap Produktif dan Bisa Investasi?

by JTO on 13 Oktober, 2015

Hai CekAja,

Saya Fitrah Alamsyah, Saya ingin bertanya mengenai hal-hal yang mulai harus dilakukan pada usia 18 tahun untuk mencapai kesuksesan dalam jangka waktu 4 atau 5 tahun ke depan. Saya baru saja menyelesaikan SMU.
Awalnya saya berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang kuliah di universitas negeri tapi saya tidak lolos seleksi, saya tidak ingin mencoba tes masuk melalui jalur mandiri karena biaya pasti akan sangat tinggi, saya bukan berasal dari keluarga berada.
Saya tetap ingin melanjutkan kuliah dan mulai mencari beasiswa full, tetapi sepertinya tidak ada. Kalaupun ada, masa pendaftarannya sudah berakhir. Beasiswa di luar negeri pun ingin saya coba tetapi saya belum menemukan yang tepat. Jadi, saya sepertinya akan menunggu tahun depan untuk ikut seleksi lagi.
Saya meminta saran, apa saja yang harus saya lakukan untuk bisa mencapai kesuksesan tanpa menyianyiakan waktu “nganggur” saya. Sempat terpikir untuk memulai usaha tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya.
Saya sebenarnya lebih suka pekerjaan berbasis IT. Saya juga membaca di artikel CekAja mengenai investasi. Apakah investasi itu? Apakah saya bisa berinvestasi? Apa yang saya investasikan?
Terima kasih.

 

Jawaban:

 

Hi Fitrah,

Kami sangat salut atas keinginan kamu untuk berinvestasi sejak dini, dan hal tersebut adalah langkah yang tepat. Semakin cepat memulai akan semakin baik untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih menguntungkan.

Investasi yang paling utama tentu saja pendidikan, dan di saat kamu memutuskan untuk sedikit menunda untuk mendapatkan tempat kuliah yang kamu inginkan pun tidak ada salahnya memang untuk tetap produktif dan mencoba investasi lain. Sebelumnya mari kita lihat bersama apa sajakah jenis-jenis investasi itu

1. Reksa dana

Ini adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas.

(Baca juga: Kesalahan Atur Uang Saat Usia 20)

Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi. Selain itu, reksa dana bisa menjadi solusi untuk mereka yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi. Atau, yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.

2. Mata uang asing

Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Sistem semacam itu membuat nilai mata uang Rupiah sangat fluktuatif.

 

 

3.  Properti

Investasi dalam properti yaitu investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang dapat diperoleh dari properti ada dua macam yaitu:
(a) Menjual properti itu dengan harga yang lebih tinggi.
(b) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga memperoleh uang sewa dari penyewaan itu.

(Baca juga: Cara Mudah Beli Rumah di Usia 20-an)

 

4. Saham

Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntungan yang disebut deviden.

Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut dengan capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.

 

 

5. Emas

Emas merupakan barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7.

(Baca juga: Investasi Emas dengan Cara Gadai)

Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.

6. Obligasi

Obligasi atau sertifikat obligasi ialah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan ataupun membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito.

Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi bisa juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.

 

7. Deposito

Deposito merupakan suatu produk yang hampir sama dengan produk tabungan, yang membedakannya di sini adalah dalam melakukan deposito tidak bisa diambil dalam waktu kapan saja sesuai keinginan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara 1, 3, 6, 12, sampai 24 bulan, tetapi ada juga yang harian).

 

 

Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Selama deposito itu belum jatuh tempo, uang pada deposito tersebut tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya suku bunga di bank.

 

Jadi, jika melihat jenis investasi di atas, kamu membutuhkan modal awal untuk melakukan investasi. Bahkan beberapa jenis investasi seperti investasi properti misalnya membutuhkan modal yang tidak sedikit. Untuk Fitrah yang saat ini memang masih memiliki modal terbatas, kami menyarankan untuk mengisi 1 tahun waktu luang dengan membuka usaha. Kini, sangat banyak pilihan usaha bermodal kecil yang bisa dikembangkan dengan mudah asal dijalani dengan serius.

Beberapa contoh usaha kecil yang bisa dijalankan adalah online shop, kios makanan, ataupun menjadi agen asuransi. Hasil yang didapat dari usaha tersebut bisa digunakan untuk memperbesar lagi usaha yang ada saat ini, modal kuliah ditahun depan ataupun bisa untuk berinvestasi. Dari margin atau keuntungan usaha itu kamu bisa segera memilih jenis investasi yang paling cocok untuk kamu.

 

Salam,

PROFILE PICTURE-02

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami