Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Beda, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona

by Anes Saputra on 24 Maret, 2020

Penularan COVID-19 yang semakin masif, tak ayal membuat korban terus berjatuhan di Indonesia. Hingga kini, 686 pasien harus berjibaku melawan penyakit tersebut. Korban meninggal pun naik menjadi 55 orang, dengan jumlah sembuh mencapai 30 pasien.

Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona

Virus ini memang tak main-main ketika menghampiri seseorang. Ketika dinyatakan positif COVID-19, saat itulah mereka harus berpisah dengan orang-orang tersayangnya untuk proses isolasi ketat. Keluarga tidak diperbolehkan menjenguk, paling hanya dapat berkomunikasi lewat telepon. Bahkan jika pasien meninggal dunia, tata cara pemakaman akan jauh berbeda. Jangankan ingin melihatnya untuk terakhir kali, melayat di kuburan saja mustahil dilakukan. Mengapa demikian?

Lain dengan penyakit biasa, jenazah pasien yang meninggal akibat virus corona sendiri memiliki tata cara pemakaman khusus dan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab meski nyawanya sudah tiada, jasad tersebut tetap bisa menularkan penyakit.

Ketahui lebih dalam prosedur mengurus jenazah pasien virus corona berikut ini, menurut CDC (Center of Disease Control) dan Kementerian Agama Indonesia.

Himbauan CDC Terkait Pemakaman Jenazah Pasien Virus Corona

Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona

CDC adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Dalam hal ini, pihaknya juga telah mengeluarkan himbauan terkait pemakaman jenazah pasien virus corona secara global.

Melalui website resminya, CDC merekomendasikan untuk tidak menyentuh tubuh jenazah pasien virus corona. Pasalnya, ada kemungkinan virus menyebar dari jenis sentuhan tertentu. Seperti mencium, memeluk, memandikan, hingga proses pemasangan busana tertentu atau kain kafan ke tubuh jenazah.

Pastikan orang yang terlibat dalam proses pemandian dan pemakaman jenazah ini menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mulai dari baju hazmat, masker, sarung tangan lateks, kacamata goggle, dan pembungkus sepatu. Sementara itu, pelayat tentu saja tidak diperbolehkan hadir demi mencegah penularan virus corona.

(Baca Juga: Hindari Sosial Media Juga Bagus Untuk Tangkal Corona! Ini Alasannya)

Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona Menurut Kemenag

Di Indonesia, tata cara mengurus jenazah pasien sudah diatur oleh Kementerian Agama. Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan dalam website resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, bahwa jenazah pasien virus corona akan diurus oleh tim medis dan rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah.

Dari proses memandikan hingga pemakaman jenazah pasien virus corona, yuk simak tata cara yang dianjurkan oleh Kementerian Agama di bawah ini!

Memandikan

Saat jenazah pasien virus corona dimandikan, petugas harus memenuhi beberapa prosedur agar tidak membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Berikut 7 hal di antaranya:

  1. Menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti yang dihimbau oleh CDC.
  2. Tidak makan, minum, merokok, dan menyentuh wajah ketika berada di ruang jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.
  3. Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh dan darah jenazah.
  4. Jangan sampai terluka akibat benda tajam guna menghindari penularan infeksi.
  5. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, atau sanitizer berbahan alkohol. Apabila petugas punya luka, segera tutup dengan plaster atau perban tahan air.
  6. Usai dimandikan, jenazah harus disemprot disinfektan atau cairan klorin. Hal serupa juga harus dilakukan pada petugas yang menangani jenazah.
  7. Jenazah harus dimasukkan ke dalam peti mati atau kantong mayat khusus.

Bagi yang beragama Islam, Menag turut menghimbau bahwa pelaksanaan salat jenazah sebagiknya dilaksanakan di rumah sakit tempat pasien meninggal dunia, agar disinfeksi bisa dijalankan secara baik sesuai prosedur. Salat jenazah ini juga harus dilakukan tanpa menyentuh jenazah.

Pemakaman

Selanjutnya untuk tata cara pemakaman, diperbolehkan menurut agama dan kepercayaan masing-masing yaitu dikubur atau dikremasi. Namun, dengan catatan sebagai berikut:

  • Proses Penguburan

Bila jenazah pasien virus corona dikubur, maka ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Pertama, lokasi kuburannya harus berjarak paling tidak 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Lokasi tersebut pun harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman warga. Selain itu, jenazah pun harus dikubur kurang lebih pada kedalaman 1,5 meter, serta ditutup dengan tanah setinggi 1 meter.

  • Proses Kremasi

Bagi jenazah pasien virus corona yang hendak dikremasi, lokasi kremasi harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman warga. Tidak dianjurkan untuk kremasi beberapa jasad sekaligus guna mengurangi polusi udara.

Kalau seluruh proses pemakaman jenazah selesai dilakukan, jangan lupa untuk membuang APD, zat kimia, atau benda lainnya yang tergolong limbah klinis ke tempat aman dari jangkauan orang lain. Petugas juga harus kembali disemprot cairan disinfektan untuk menghindari risiko tertular COVID-19.

Begitulah kenyataannya jika seseorang tertular virus corona dan meninggal dunia. Sungguh memilukan, karena sejak dinyatakan positif COVID-19 hingga tinggal nama, tak ada lagi kesempatan untuk ditemani orang-orang tercinta saking berbahayanya wabah ini.

Intinya, jagalah kesehatanmu dengan mengikuti anjuran pemerintah dan tenaga medis. Selagi virus corona masih terus bergentayangan, diam #dirumahaja untuk menghindari penularannya. Hari-hari buruk ini akan berakhir, jika kita semua bisa disiplin terhadap aturan.

Intip berbagai penawaran menarik dari Kredit Pintar yang siap memberimu pinjaman online hingga Rp2,3 juta, selama kamu membatasi aktivitas di beberapa minggu ke depan. Sekarang bisa apply lewat CekAja.com juga!

(Baca Juga: Selain Masker, Please Jangan Timbun Alat-Alat Kesehatan Ini!)

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke