Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Beda Ketakutan Antara Orang Kaya dan Orang Miskin

by Surtan Siahaan on 11 Mei, 2016

beda orang miskin dan orang kaya _ kartu kredit - CekAja.com

Setiap orang punya rasa ketakutan masing-masing, bahkan orang kaya yang memiliki harta berlimpah juga tidak bisa bebas dari rasa takut akan masa depan kehidupan finansial mereka. Lantas seperti apa sih perbedaan di antara keduanya? Simak artikel berikut ini hingga tuntas:

Orang kaya

1. Pajak

Salah satu ketakutan terbesar orang kaya adalah pajak. Alasannya, karena pajak orang-orang kaya berpikir akan kehilangan kesempatan untuk berinvestasi lebih banyak. Bagi jalan pikiran orang kaya, hal ini sangat buruk bagi keuangan mereka. Bahkan, untuk menghindari pajak, banyak orang kaya menyimpan uang di bank-bank luar negeri seperti swiss dan singapura. Tidak sedikit pula orang yang memindahkan harta kekayaan di negara yang lebih rendah punbgutan pajaknya.

2. Krisis ekonomi

Krisis ekonomi bisa menghantam pasar keuangan dan properti. Hal ini sangat ditakuti orang-orang kaya karena banyak di antara mereka berinvestasi pada dua instrumen itu. Selain itu, krisis ekonomi juga dianggap akan membuat industri lesu dan mengakibatkan penerus kekayaan keluarga mereka tidak bisa mendulang untuk sebanyak saat kondisi ekonomi stabil.

(Baca juga: 5 Kondisi yang Membuktikan Kamu Sangat Butuh Asuransi Kendaraan)

3. Aturan pemerintah

Seperti laporan Knight Frank yang dikutip dari Liputan6, orang kaya juga sangat takut dengan aturan pemerintah yang tidak konsisten. Sebab, aturan yang tidak konsisten dianggap memberikan ketidakpastian dalam bisnis dan investasi. Tidak stabilnya aturan pemerintah yang berkaitan dengan keuangan juga dianggap bisa mengurangi harta orang kaya di masa depan.

4. Keturunan berebut harta warisan

Dikutip CekAja dari laporan The Telegraph, salah satu ketakutan terbesar orang kaya terkait harta mereka adalah rusaknya hubungan baik dalam keluarga. Menurut laporan ini, satu dari tujuh miliarder dunia takut kekayaannya justru akan diperebutkan oleh anak-anaknya. Untuk itu, banyak di antara mereka menanamkan modal pada yayasan sosial dan perusahaan permodalan untuk tetap menjaga keutuhan keluarga.

Orang miskin

1. Tidak bisa bayar utang

Banyak di antara orang miskin tidak bisa lepas dari kemiskinan karena terlalu takut dengan utang. Akibatnya, banyak di antara mereka yang berbisnis mengalami kemandegan karena kesulitan permodalan. Namun, penyebab takutnya orang miskin dengan utang adalah ketidakmampuan mereka melunasi pinjaman di kemudian hari. Padahal, dengan melakukan perencanaan keuangan yang benar, ketakutan tersebut bisa dihindari. Buktinya, banyak di antara orang kaya yang juga memiliki utang besar.

(Baca juga: Walau Dilakukan di Rumah, 5 Pekerjaan Ini Miliki Bayaran yang Besar)

2. Kehilangan pekerjaan

Salah satu ketakutan terbesar anak muda adalah kehilangan pekerjaan. Tidak hanya dialami anak muda Indonesia, generasi muda di negara maju seperti Jepang juga memiliki ketakutan serupa. Bahkan, seperti dikutip CekAja dari Japanese Station, 4 dari 10 anak muda Jepang takut pekerjaan mereka akan hilang di masa depan. Alasannya, ternyata karena kebangkitan teknologi robot yang mulai menggantikan peran manusia dalam sejumlah lapangan kerja.

3. Tidak bisa beli rumah

Ketakutan orang miskin yang terkahir adalah tidak bisa membeli rumah. Kenaikan harga rumah yang tidak diimbangi dengan kenaikan penghasilan menyebabkan orang miskin sulit mendapatkan tempat tinggal. Tidak heran jika tingkat pembelian rumah melalui Kredit Pembelian Rumah (KPR) semakin tinggi. Sebuah survei terbaru menyebut, 75% pembelian rumah di Indonesia tahun 2015 dilakukan secara KPR.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami