Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Begini Cara Miliarder Kelola Uangnya Agar Makin Kaya

by Ariesta on 30 Maret, 2016

Bukan rahasia lagi jika milarder punya kualitas, kebiasaan, dan jalan pikiran yang berbeda dari kebanyakan orang. Cara berpikir mereka yang out of the box mengantarkan mereka pada kekayaan.

Sebut saja Bill Gates dengan ide menciptakan komputer yang bisa memudahkan pekerjaan manusia, Facebook sebagai terobosan media sosial, dan Warren Buffet dengan keputusan antimainstream membeli saham perusahaan yang nyaris bangkrut. Meski kamu tidak memiliki ide-ide secanggih mereka, kamu bisa semakin kaya lewat upayamu sendiri dengan meniru cara mereka dalam mengelola uang seperti berikut ini.

Mereka tidak impulsif

Impulsif adalah bertindak tanpa pikir panjang dan tanpa pertimbangan. Seberapa sering kamu membuat keputusan impulsif saat sedang berbelanja? Wanita pada umumnya sangat impulsif ketika melihat barang yang didiskon besar-besaran tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau kualitas barang. Para miliarder sebaliknya, bisa menahan diri dan berpikir baik sebelum memutuskan membeli sesuatu.

Mereka tahu perbedaan antara keinginan dan kebutuhan

Miliarder juga paham perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Kita pasti punya keinginan untuk punya rumah besar, mobil baru, atau baju baru setiap ada momen istimewa. Tapi apakah kita benar-benar membutuhkannya? Atau hanya keinginan untuk tampil mewah? Daripada menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan, para miliarder mengalokasikan uang mereka ke tempat-tempat yang bisa membuat kekayaan mereka bertambah seperti investasi.

(Baca juga: Boleh Ditiru, Inilah Kebiasaan Hemat Para Tokoh Dunia)

Mereka fokus pada masa depan jangka panjang

Gol jangka panjang membutuhkan satu sampai lima tahun untuk diwujudkan. Gol jangka panjang merupakan motivator paling efektif, karena mampu membuatmu menahan diri demi tujuan yang ingin kamu raih. Misalnya saat ada diskon besar-besaran di mal, kamu memilih tidak menuruti keinginan hati untuk belanja karena sedang giat menabung untuk membayar DP rumah.

Mereka punya banyak sumber penghasilan

Miliarder tidak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Mengapa? Karena mereka sadar kalau mereka bisa kehilangan pekerjaan kapan saja. Untuk menghindari kebangkrutan tiba-tiba, mereka punya sumber penghasilan cadangan baik berupa pekerjaan sampingan atau berupa investasi.

Mereka mematuhi bujet yang dibuat

Dengan mematuhi bujet, miliarder dapat mengetahui berapa uang yang datang dan berapa yang pergi. Ini membuat mereka bisa merencanakan anggaran berdasarkan kebutuhan dan mengeliminasi pengeluaran yang tak perlu.

Mereka bersiap untuk kondisi darurat

Sedia payung sebelum hujan adalah prinsip mereka. Mereka sadar kalau pasti ada suatu saat di mana krisis mungkin terjadi, misalnya kehilangan pekerjaan atau ditinggalkan anggota keluarga yang disayangi. Alih-alih meminjam uang pada orang lain, mereka sudah punya dana cadangan untuk hidup sampai krisis berakhir. Banyak bencana yang efeknya bisa diminimalisir dengan memiliki dana emergensi. Agar lebih aman, miliki setidaknya dana emergensi dengan besaran 12 kali dari penghasilan per bulan.

(Baca juga: Kesalahan Atur Uang Saat Usia 20 yang Bikin Bangkrut di Usia 30)

Mereka selalu tahu ke mana uang pergi

“Loh, kok gaji sudah habis padahal masih tengah bulan?” Pasti banyak di antara kamu yang mengeluh seperti ini. Tahukah kamu ke mana setiap rupiah yang kamu miliki dihabiskan? Jika tidak, mulailah mencatat pengeluaran harian, bulanan, bahkan tahunan seperti yang biasa dilakukan miliarder. Dengan cara ini, kamu akan dengan cepat menyadari mana yang sebenarnya tidak kamu butuhkan dan mana yang bisa dihemat.

Mereka hidup di bawah kemampuan

Bukan rahasia lagi kalau para miliarder dunia justru memilih hidup sederhana terlepas kekayaan mereka yang mencapai miliaran dollar. Mereka juga tak segan menyumbangkan seluruh gajinya seperti yang dilakukan Bill Gates lewat yayasan miliknya.

Contoh lainnya adalah Steve Ballmer. Mantan CEO Microsoft ini selalu naik kelas ekonomi, meskipun sebenarnya dia mampu membeli pesawat jet pribadi. Balmer tetap berhemat karena baginya tidak ada gunanya tampil berlebihan.

Mereka tidak terlilit utang

Miliarder tidak akan membiarkan diri mereka terjebak dalam utang. Mereka tidak meminjam uang dan menghindari memakai kartu kredit jika sadar tidak mampu membayar tepat waktu, kecuali jika pinjaman tersebut dalam rangka mengembangkan bisnis. Dengan kata lain, kalau tidak punya uang, mereka tidak akan menghabiskannya.

Mereka menggunakan jasa penasihat keuangan

Tidak semua miliarder paham tentang finansial dan investasi. Oleh karenanya, mereka meminta bantuan penasihat keuangan atau akuntan untuk membantu.

(Baca juga: Lakukan 30 Trik Berhemat Ini! Dampaknya Kamu Bisa Lebih Kaya Sepanjang Tahun)

Mereka tidak berhenti belajar meski tanpa institusi pendidikan

Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Amancio Ortega berhasil meraih kekayaan mereka tanpa gelar sarjana. Mereka memang tidak menuntaskan pendidikan formal, tapi mereka tidak pernah berhenti belajar. Mulai sekarang, biasakanlah dirimu untuk membaca satu buku sehari.

Mereka menganilisis persoalan sebelum mengambil keputusan

Bukan berarti kamu harus menganilisis seperti menyelesaikan persoalan matematika. Tapi pertambahan, pengurangan, atau perkalian bisa membantumu dalam membuat keputusan tepat. Misalnya kamu ingin mobil baru. Tapi jika mobil lama bisa dimodifikasi seperti baru dengan biaya yang lebih murah, maka kamu tahu mana keputusan yang lebih tepat dan pastinya hemat.

Tentang Penulis