Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Belajar Dari Tragedi Penembakan Wartawan TV di Virginia, 8 Profesi Ini Sangat Butuh Asuransi

by JTO on 8 September, 2015

Setiap profesi memiliki risikonya sendiri. Tapi ada beberapa profesi yang memiliki risiko lebih tinggi, dan mau tidak mau perlu asuransi sebagai perlindungan tugasnya.

Masih ingat dengan kejadian penembakan tragis terhadap reporter dan juru kameranya di Virginia, AS? Kejadian itu jadi gambaran risiko yang paling tidak diinginkan ketika seseorang bekerja sebagai seorang jurnalis.

Insting dan kewajiban mereka untuk mendekatkan diri pada kejadian berbahaya memang menjadi salah satu bagian dari tugas mereka sebagai wartawan. Selain jurnalis, ada juga beberapa pekerjaan lain yang memiliki risiko besar.

Profesi di bidang pertambangan serta kesehatan biasanya memberikan tantangan pekerjaan yang berisiko. Biasanya gaji yang didapat memang menggiurkan. Tetapi, seperti pepatah yang ada pada tokoh Ben, paman dari Spider-Man, “with great power. comes great responsibility”. Tantangan pekerjaan yang harus dilakukan memang berisiko besar, entah itu kecelakaan kerja ataupun risiko lainnya.

Data dari International Labour Organization (ILO) mencatat, setiap hari terjadi sekitar enam ribu kecelakaan kerja mengakibatkan korban fatal di dunia. Di Indonesia, ada 20 kasus kecelakaan dialami para buruh dari setiap 100 ribu tenaga kerja, dan 30 persennya terjadi di sektor kontruksi. Oleh karena itu, asuransi sangat penting melindungimu dari berbagai kemungkinan risiko di saat kamu terjun sebagai jurnalis atau beberapa profesi berikut ini.

Tenaga pertambangan atau konstruksi

Profesi di kedua sektor ini memang jelas memiliki risiko kecelakaan kerja yang besar. Beberapa jenis pekerjaan konstruksi seperti pekerja bangunan ataupun teknisi menara tentu membutuhkan skill yang cukup mumpuni.

Sama halnya bagi mereka yang bekerja di dunia pertambangan ataupun kilang minyak. Dari daftar yang dirilis Occupational Safety and Health Administration (OSHA), OSHA menilai 15,8 fatalitas per 100 ribu pekerja pada 2011.

 

Menurut Statistik Biro Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat, tingkat kematiannya sebesar 15,5 per 100 ribu pekerja. Sementara angka kematian untuk pekerja tambang batu baru sebesar 29,5.

Mekanik kelistrikan dan jaringan kabel

Memasang atau memperbaiki listrik berarti pekerjanya harus berurusan dengan jaringan bertegangan tinggi. Selain itu, urusan perbaikan jaringan komunikasi atau lainnya di menara yang tinggi juga tak kalah mengerikan. BLS mengatakan, pada 2011 tingkat kematian teknisi listrik mencapai 29,1 per 100 ribu pegawai.

 

Tenaga perawat

Pekerjaan sebagai tenaga medis yang satu ini memang tidak mudah. Mereka bekerja layaknya asisten pribadi yang harus memenuhi kebutuhan pasien mereka Terkadang kondisi penyakit tertentu membuat mereka harus berjibaku dengan kelelahan mental dan fisik.

Menurut majalah Health, perawat rumah sakit memiliki tingkat depresi yang tinggi seperti halnya pekerja lain di bidang kesehatan. Para perawat orang-orang tua juga memiliki risiko serupa. Sekitar 56% dari perawat ini mengalami kelelahan dan reaksi tubuh yang ganjil. (Baca juga: Beda Pria dan Wanita dalam Membayar Asuransi)

 

Petugas kasir dan pelayan restoran cepat saji

Kedua pekerjaan ini tidak menawarkan pekerjaan yang rumit. Meski begitu, mereka juga memiliki risiko yang besar akan kemungkinan datangnya penyakit fisik maupun jiwa. Menurut data BLS, banyak kasir yang menderita sakit setelah melakukan pekerjaannya. Hal ini bisa jadi karena rutinitas berulang yang dilakukannya seperti membuka cash register dan memberikan uang kembalian.

Tak hanya itu, kasir juga berisiko menerima virus yang berasal dari nafas para pembeli saat tengah membayar belanjaannya. Sementara, untuk pegawai restoran cepat saji, ada dua masalah.

Mereka bisa cenderung depresi akibat tekanan pekerjaan. Tuntutan tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen tentu melelahkan. Sementara itu, upah yang kecil kerap membuat mereka lebih derepsi.

Pilot

Risiko kecelakaan kerja untuk seorang pilot sudah sangat jelas. Demi mencapai titik berada di ruang pengendali pesawat pun, seseorang harus melalui sertifikasi yang tidak mudah. Jadi, tentu saja risiko yang dibebankan padanya juga besar. (Baca juga: Cara Pilih Bengkel Asuransi Kendaraan Agar Klaim Tidak Repot)

Pemadam kebakaran

Petugas pemadam kebakaran mendatangi bahaya. Bahaya utama yang harus ditaklukkan adalah api Selain itu, mereka juga dibutuhkan bantuannya ketika terjadi situasi darurat lainnya misalnya bencana alam. Mereka yang menjadi pemadam kebakaran sangat disarankan memiliki asuransi, walaupun preminya tentu akan sedikit lebih tinggi dibandingkan orang lain yang memiliki profesi yang berbeda.

Aktor/Aktris

Mereka yang tertantang melakukan adegan berbahaya pantas mendapatkan perlindungan asuransi. Mungkin kamu bisa mencontoh Daniel Craig yang seluruh tubuhnya diasuransikan senilai $9.5 juta saat syuting film Quantum of Solace. (Baca Juga: 15 Klaim Asuransi Termahal di Dunia)

Nelayan

Nelayan di Indonesia mungkin memang tidak semakmur profesi nelayan di negara lain, misalnya di Jepang atau Amerika Serikat. Padahal risiko pekerjaan ini sangat besar. Laut bukan lingkungan yang ramah, terutama saat cuaca sedang buruk. Di Amerika Serikat, profesi ini bahkan terhitung sebagai profesi dengan risiko terbesar, dihitung berdasarkan jumlah kecelakaan yang berakibat kematian saat melakukan pekerjaan ini.

 

Lindungi properti Anda dari segala risiko kebakaran, kemalingan, dan lainnya di sini.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.