Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Belajar Kaya Raya dari Jack Ma, Si Manusia Rp500 Triliun

by Miftahul Khoer on 3 September, 2018

Konglomerat asal China, Jack Ma hadir dalam penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (2/9/2018). Jack Ma menjadi perwakilan dari Hangzhou, China yang bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2022 mendatang.

jack ma _ investasi - CekAja.com

Tak hanya hadir, Jack Ma sempat memberi sambutan dengan memperkenalkan Hangzhou. Bagi, Jack Ma, Hangzhou merupakan kota yang indah. Apalagi ia sendiri lahir dan besar di kota tersebut.

Jack Ma tidak bisa dilepaskan dari China. Sebab, ia merupakan salah satu orang terkaya di Negara Bambu itu. Wajar saja jika Jack Ma diutus mewakili dan memperkenalkan Hangzhou sebagai tuan rumah Asian Games berikutnya.

Ngomong-ngomong soal Jack Ma, Anda penasaran kan siapa sebetulnya orang super tajir satu ini. Dan bagaimana seorang Jak Ma bisa menjadi orang paling kaya di dunia? Lebih lengkapnya simak sekilas ulasan hidup Jack Ma berikut ini.

(Baca juga: 6 Kiat Susun CV Agar Lamaran Kerja Anda Menarik)
Sering gagal

Hampir semua orang kaya dan sukses pasti pernah gagal. Memang, menjadi orang kaya tidak bisa didapat secara instan. Pastinya harus melalui tahapan dan proses. Dan hal tersebut dialami oleh Jack Ma.

Jack Ma lahir di Hangzhou, 10 September 1964. Ia bukan berasal dari keluarga kaya raya. Latar belakang keluarga yang sederhana itulah yang membuat Jack terpacu.

Kemampuan akademisnya pun tak bagus-bagus amat. Malah sejak SD hingga perguruan tinggi, Jack Ma sering gagal saat tes masuk. Hingga akhirnya ia kuliah di D3 jurusan Sastra Inggris.

Bukan hanya urusan akademis, Jack Ma juga kerap gagal saat mengadu nasib. Ia sempat melamar menjadi karyawan KFC tapi kandas. Begitu juga ia harus gigit jari saat mendaftar jadi polisi.

(Baca juga: 6 Wanita yang Jadi Orang Nomor Satu di BUMN)

Jadi guru

Kuliah mengambil Sastra Inggris membuka peluang karir bagi Jack Ma. Di Hangzhou, Jack sempat mengajar dan membuka kursus bahasa Inggris. Para murid yang diampu Jack senang dengan cara mengajarnya.

Untuk memperdalam bahasa Inggrisnya, Jack menjadi pemandu gratis bagi para turis. Ia tak segan menghampiri para turis di hotel untuk berbincang mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya.

Hingga suatu saat, kemampuan berbahasa Inggrisnya memberi kesempatan bagi Jack berkunjung ke Amerika Serikat pada 1995.

(Baca juga: Ini 10 Perusahaan Fintech Terbesar di Dunia!)
Belajar dari internet

Perjalanan Jack ke Amerika bukan untuk berwisata. Melainkan ia ditugaskan sebuah perusahaan China untuk menagih utang pada seseorang. Di Seattle, Amerika, Jack berkunjung ke rumah seorang temannya, Ken Morley.

Di sinilah Jack pertama kali mengenal internet. Di rumah Ken, Jack mencoba komputer yang terhubung dengan internet. Ia takjub segala macam informasi ada di internet.

Sayangnya, informasi soal China di internet begitu minim. Ide liar Jack muncul. Suatu saat, internet harus menjadi medium sebagai tempat bisnis. Ia bermimpi sebuah bisnis besar bisa tercipta dari internet. Di sinilah cikal bakal nama Alibaba lahir.

(Baca juga: Proses Pendaftaran CPNS Bakal Lebih Mudah, Cek di Sini!)
Sukses mendirikan Alibaba

Nama Alibaba.com yang didirikan Jack Ma tak ujug-ujug besar begitu saja seperti sekarang. Salah satu e-commerce terbesar itu harus melalui proses panjang hingga akhirnya sukses dan menjadikan Jack jadi orang paling tajir di muka bumi ini.

Awalnya, Jack menjadikan Alibaba sebagai fasilitator para pedagang yang menjual barangnya ke luar negeri melalui internet. Perlahan, jualan lewat online yang dikelola Jack dengan nama Alibaba.com itu makin besar.

Hingga akhirnya, Alibaba melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada 2014. Tak tanggung-tanggung, dana segar yang didapat dari IPO Alibaba mencapai sekitar Rp289,9 triliun saat itu hingga dinobatkan menjadi IPO tersukses online marketplace.

Adapun, kapitalisasi pasar Alibaba saat ini mencapai 500 miliar dolar AS atau sekitar Rp6.655 triliun, bersanding dengan perusahaan-perusahaan bonafit lain macam Microsoft, Amazon, Facebook, Apple dan lainnya.

(Baca juga: Fakta-fakta Bambang Hartono, Atlet Tertua dan Orang Terkaya Indonesia)

Investasi Alibaba di mana-mana

Selain di China, Jack melalui Alibabanya berusaha mengguritakan pundi-pundi duitnya. Di Turki misalnya. Alibaba mengakuisi Trendyol, salah satu e-commerce terkenal di negara itu.

Begitu juga di Indonesia. Alibaba telah menyuntik salah satu situs marketplace terbesar, Tokopedia sebesar US$1,1 miliar. Selain Tokopedia, Jack Ma melalui Alibaba juga telah investasi sekitar US$5 miliar ke situs marketplace Lazada. Saat ini pemegang saham mayoritas Lazada atau sekitar 83% dikuasai Alibaba.

Jauh sebelum itu, Alibaba juga telah investasi di Indonesia untuk membesarkan UCNews dan UCBrowser.

(Baca juga: Keuntungan Jadi Pegawai BUMN, Apa Saja?)
Manusia Rp564 triliun

Setiap kerja keras pasti membuahkan hasil. Ini berlaku bagi siapa saja. Termasuk Jack Ma. Ketekunan dan kegigihan dalam bekerja membuat Jack Ma masuk dalam daftar orang paling kaya sedunia. Ia masuk urutan ke-21 orang paling tajir versi Forbes.

Saat ini, harta kekayaan Jack mencapai US$38,2 miliar atau sekitar Rp564 triliun. Di China sendiri, Jack masuk dalam tiga besar orang super kaya. Ia berada di bawah konglomerat properti Hui Ka Yan yang punya kekayaan US$42,5 miliar dan miliarder Ma Huateng yang memiliki kekayaan US$39 miliar. Ma Huateng merupakan pemilik perusahaan teknologi Tencent.

Nah, itulah sekilas gambaran sosok Jack Ma, manusia super tajir asal China. Ngomong-ngomong, setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Sabtu (1/9/2018), investasi apa lagi yang bakal ditanam Jack Ma di Indonesia ya?

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.