Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Belajar Sukses dari Seniman Pidi Baiq

by Miftahul Khoer on 23 January, 2019

Jangan rindu, berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja. Kalimat ini begitu populer pada tahun lalu. Maklum, kalimat romantis ini berasal dari cuplikan buku dan juga film Dilan 1990 yang diangkat dari novel karya seniman Pidi Baiq.

Siapkan Bujet Segini Buat Nonton Konser Megadeth Di Jogjarockarta 2018

Pidi Baiq memang seniman yang nggak ada matinya. Dia terus menghasilkan karya-karya yang laku di pasaran. Seniman lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini bahkan boleh dibilang serba bisa. Setiap karya yang diciptakannya selalu menjadi viral dan banyak disukai orang.

Tentu saja Pidi Baiq tak secara instan mendapatkan semua hasil yang telah dibangunnya itu. Sejak tahun 1990-an Pidi sudah mulai berkreasi hingga kesuksesannya terus menanjak. Penasaran ingin mengenal lebih dekat siapa Pidi Baiq? Yuk langsung simak saja rangkumannya.

Musisi

Bagi yang belum tahu, Pidi Baiq adalah seorang musisi yang membentuk band The Panas Dalam pada 1995. Lagu-lagu The Pandal, sebutan band tersebut mengandung lirik-lirik lucu, kritis, dan reflektif. Pidi membangun band tersebut bersama kawan-kawan sekampusnya dulu.

Dalam band tersebut dia didaulat sebagai vokalis. Hampir semua lagu dalam band tersebut dia yang ciptakan. Band The Pandal tak pernah mau tampil di televisi. Mereka lebih memilih jalur independen dan manggung dari kampus ke kampus atau event lain yang tak ada kaitannya dengan televisi. Hingga kini, The Pandal masih terus tampil dari panggung ke panggung.

Foto: Instagram Pidi Baiq
(Baca juga: 10 Film Hollywood Paling Ditunggu di 2019)

Jago gambar

Salah satu keterampilan yang dimiliki Pidi Baiq adalah menggambar. Maklum, dia merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang kesehariannya tak lepas dari gambar dan desain. Dari setiap karya yang dihasilkan seperti buku, dialah yang mengisi ilustrasinya.

Bakat menggambarnya tersebut juga dituangkannya dengan membuat komik pada 1997 berjudul Bandung, Pahlawan Pembela Kebetulan: Kasus Tikus Tarka. Bakatnya juga menjadi inspirasi orang lain. Pada 1998 misalnya, dia menjadi ilustrator PT Pos dengan menghasilkan lebih dari 17 perangko bertema cerita rakyat.

Bukan hanya PT Pos, beberapa penerbit juga menggunakan jasa ilustrasinya. Misalnya untuk beberapa buku keluaran penerbit Mizan, Pidi Baiq kerap didapuk untuk mengisi ilustrasi. Tak terkecuali semua buku yang dia tulis selama ini.

Menerbitkan buku-buku best seller

Hampir semua buku yang ditulis Pidi Baiq menjadi best seller yang seringkali dicetak ulang untuk beberapa kali cetakan. Beberapa buku yang telah dia tulis antara lain Serial Drunken mulai dari Drunken Monster (2008), Drunken Molen (2008), Drunken Mama (2009), Drunken Marmut (2009), Al-Asbun Manfaatulngawur (2010).

Ada juga satu buku yang ditulis berdua dengan Happy Salma berjudul Hanya Salju dan Pisau Batu (2010). Buku karya Pidi Baiq lainnya yaitu At-Twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya (2012), S.P.B.U: Dongeng Sebelum Bangun (2012), Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990 (2014), Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1991 (2015), dan Milea: Suara dari Dilan (2016).

Hampir semua buku yang ditulisnya mengandung unsur humor karena itulah ciri khas yang selalu melekat pada Pidi Baiq. Namun, dalam buku-buku humornya itu mengandung makna yang dalam. Pidi dalam setiap tulisannya selalu merefleksikan kehidupan. Kadang-kadang pembaca dibawa senyum-senyum sendiri saat membaca karya-karyanya. Begitu pun dengan lagu-lagunya.

(Baca juga: 5 Film Marvel dengan Pendapatan Tertinggi Hingga Triliunan)

Membuka bisnis

Di tengah namanya yang semakin populer, Pidi Baiq bersama orang-orang dekatnya membuka bisnis merchandise terutama kaos. Desain kaos dibuat sendiri oleh Pidi Baiq yang diambil dari kutipan, ilustrasi buku, dan desain sendiri yang tetap menghadirkan kesan humor.

Saat ini, Pidi juga telah membuka Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam di Jalan Ambon No. 8A, Riau, Bandung. Ini adalah sebuah tempat makan sekaligus nongkrong bagi anak-anak muda yang difasilitasi wadah untuk berkreasi. Beberapa menu yang dijual di sini seperti nasi goreng, gorengan, roti bakar, dan aneka minuman mulai dari susu soda, es teh, kopi, hingga bandrek.

Bikin film

Sebelum sukses dengan film Dilan 1990, ada satu film yang ditayangkan pada 2017 berjudul Baracas: Barisan Anti Cinta Asmara. Film ini menggandeng beberapa pemain antara lain Ringgo Agus Rahman, Tika Bravani, Ajun Prawira, Cut Mini, Stella Cornelia, hingga Budi Doremi. Sayangnya, film yang dia sutradarai sendiri ini kurang diminati oleh penonton.

Namun, pada 2018, film Dilan 1990 berhasil menggebrak dunia sinema Indonesia. Film yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Priscillia ini berhasil tembus lebih dari 6,3 juta penonton. Film ini disutradarai oleh Pidi Baiq dan Fajar Bustomi.

Saat ini film lanjutan Dilan 1991 sedang proses penggarapan. Film ini masih diambil dari buku dengan judul yang sama. Pemerannya masih sama yakni Iqbaal dan Vanessa.

Film lain yang sedang digarap berjudul Koboy Kampus: Understanding the Panasdalam. Film ini merupakan perjalanan sejarah pembentukan band The Panas Dalam. Film ini akan dibintangi oleh Jason Ranti, Danilla Riyadi, Vinny JKT48, Bisma Kharisma, dan Ink. Terut terlibat pula dalam film tersebut aktor Ricky Harun, Miqdad, David John, Jennifer Lepas, Tasya, Ucup, Imam, Kamal, Raffa, dan Robby.

Nah, itulah daftar karya-karya yang telah diciptakan oleh seniman Pidi Baiq. Kesuksesannya dalam menghasilkan karya memang patut kita teladani. Paling tidak, semangatnya untuk tetap komitmen dan konsisten di satu jalur menjadi pelajaran bahwa seseorang yang fokus akan mendapatkan hasil setimpal. Bayangkan saja, dari semua karya yang dihasilkan, berapa besaran rupiah yang dihasilkan Pidi Baiq?

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami