Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

Belajar Sukses Jadi Pengusaha dari Para Konglomerat Dunia

by Miftahul Khoer on 19 Februari, 2019

Jadi pengusaha sukses tak semudah membalikkan telapak tangan. Hampir semua pengusaha sukses di muka bumi ini mengawali karir dari nol. Mereka tidak ujug-ujug lahir sebagai pengusaha yang berhasil meski sebagian dari mereka punya jatah warisan dari orangtuanya.

mark zuckerberg _ investasi - CekAja.com

Banyak contoh keberhasilan pengusaha kaya raya kelas kakap dunia yang berproses dari nol untuk bisa sukses. Nama-nama seperti Jeff Bezos, Jack Ma, Mark Zuckerberg, Michael Dell, hingga Warrren Buffet adalah buktinya. Memangnya apa sih resep para pengusaha dunia ini sehingga bisa sukses seperti sekarang?

Nah, kali ini CekAja akan mengulas rahasia sukses para pengusaha yang disebutkan di atas. Yuk simak saja pelajaran berharga dari para pengusaha dunia ini.

Belajar fokus dari Jeff Bezos

Kamu mungkin sering mendengar nama Amazon.com. Itu lho sebuah online marketplace terbesar di dunia yang menjual berbagai produk dari mulai pakaian, barang elektronik, otomotif, perkakas, dan banyak barang yang dijual lainnya.

Amazon didirikan oleh Jeff Bezos yang mulanya hanya menjual buku-buku secara online. Di tangan Bezos, Amazon menjelma menjadi online marketplace yang paling banyak dicari yang menjadikan bisnisnya tersebut sukses.

Salah satu nasihat yang diajarkan Bezos kepada banyak orang tak lain dan tak bukan adalah fokus. Ya, apapun yang kamu lakukan termasuk membuka bisnis, cobalah untuk lebih fokus, terutama fokus pada pelayanan terhadap konsumen.

“Jika Anda adalah seorang yang fokus pada pesaing, Anda harus menunggu sampai waktu di mana pesaing Anda melakukan sesuatu. Tapi jadi orang yang fokus pada konsumen, maka Anda akan menjadi pionir,” demikian kata Bezos yang kekayaannya saat ini mencapai 133 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1.878 triliun itu.

(Baca juga: Muda dan Sukses, Ini Biografi Singkat 5 Pengusaha Indonesia)

Mimpi setinggi langit seperti Jack Ma

“Alibaba bukan hanya sebuah pekerjaan. Itu adalah mimpi. Itu adalah akibat. Biar Wall Street mengutuk kita jika mereka mau.”

Inilah sebuah kutipan yang cukup menggelegar dari salah satu orang paling tajir di Asia, Jack Ma. Ya, bos Alibaba ini mengajak kita untuk berani bermimpi mendapatkan apa yang kita inginkan.

Jack Ma tak berteori. Ia benar-benar melakukan apa yang ia impikan selama ini. Ia tahu betul bagaimana rasanya ditolak oleh 30 investor saat mau mengembangkan Alibaba, perusahaan marketplace online yang sekarang menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Namun, Jack Ma tak pernah menyerah. Ia yakin, keinginan yang selama ini ia impikan bisa menjadi kenyataan. Akhirnya salah satu investor ventura tertarik untuk menyuntikan modalnya kepada Alibaba. Dan terbukti, berkat Alibaba, saat ini Jack Ma memiliki kekayaan mencapai 37,1 miliar dolar AS atau lebih dari Rp522 triliun.

Pertahankan reputasi seperti Warrren Buffet

Masih hangat menjadi bahan perbincangan, beberapa waktu lalu CEO Bukalapak Achmad Zaky yang menurut banyak orang bilang melakukan hal blunder. Ya, Zaky mengunggah cuitan kontroversialnya di akun Twitter yang diduga menyinggung salah satu capres yang bertarung di Pilpres 2019.

Sontak saja, nama Zaky dan bisnisnya Bukalapak diboikot habis-habisan di media sosial dengan tagar yang menjadi trending yakni #UninstallBukalapak. Di dunia bisnis, mungkin kasus yang dialami Zaky bukanlah perkara sepele karena menyangkut nama baik dan martabat perusahaan dan individunya. Namun nasi sudah jadi bubur. Meski Zaky sudah minta maaf, tetapi warganet seolah tak mau menggubris apa yang telah ia klarifikasi.

Seorang investor kelas kakap Warren Buffet yang kekayaannya mencapai 84,6 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.186 triliun memberikan nasihat berharga bagi kita semua. “Butuh 20 tahun untuk membangun reputasi dan hanya 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir demikian, Anda akan melakukan sesuatu dengan beda.”

(Baca juga: 5 Pengusaha Media yang Bisa Jadi Inspirasi Bisnis)

Berani ambil risiko seperti Mark Zuckerberg

“Risiko terbesar adalah bukan mengambil sebuah risiko. Di dunia yang berubah sangat cepat ini, satu-satunya strategi yang menjamin untuk gagal adalah tidak mengambil risiko sama sekali.”

Masih bingung apa yang diungkapkan bos Facebook di atas? Yuk ulangi kembali membacanya baik-baik. Intinya, jika kamu ingin sukses dan berhasil dalam menggapai sesuatu, jangan pernah untuk takut mengambil risiko. Zuckerberg memberikan nasihat berharga kepada kita bahwa jika tak ambil risiko, maka siap-siap kita gagal dalam menggapai impian.

Sebagian besar pengusaha tentu selalu siap mengambil risiko saat melakukan hal-hal yang dijalankannya dalam bisnis. Jangan jauh-jauh deh, kalau kamu mau menjadi seorang investor di pasar modal, maka jangan berharap untuk meraih cuan terus. Kamu juga harus bersiap untuk menerima risiko kalau suatu saat dana yang kamu investasikan bakal boncos karena saham yang kamu beli harganya anjlok.

Namun, bukan berarti kamu harus menyerah dan gak berani berinvestasi di pasar modal lagi. Justru, risiko-risiko yang pernah dihadapi harus menjadi evaluasi dan pengalaman untuk ke depannya. Begitu juga ketika kamu menjalankan bisnis. 

Menjadi ‘gila’ ala Michael Dell

Ada satu nasihat menarik dari pendiri perusahaan komputer Dell yakni Michael Dell. “Jadi gilalah dan jangan banyak mencari saran untuk melakukan tujuan Anda.”

Sepintas, apa yang dikatakan Dell tak jauh beda dengan prinsip salah satu pengusaha asal tanah air, almarhum Bob Sadino. Pengusaha nyentrik ini kerap melontarkan ungkapan menarik tentang bagaimana caranya memulai berwirausaha.

Dell dan Bob mungkin sepemahaman. Menjadi seorang pengusaha harus ‘gila’ untuk menelurkan banyak ide atau gagasan yang bisa membuat bisnis kamu semakin berkembang.

Untuk memulai menjadi pengusaha, kuncinya sangat sederhana. Mulailah. jangan banyak mendengar saran dari orang lain bagaimana cara memulai usaha. Seperti kata Bob: “Orang goblok itu gak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah.”

Hal itu juga dialami Dell, sebuah merek komputer yang diambil dari nama pendirinya. Dell berhasil menjadi sebuah brand yang berkembang pesat sejak 1988. Michael Dell bahkan tak lulus kuliah saat membangun Dell. Kapitalisasi pasar Dell yang semula 30 juta dolar AS menjadi 80 juta dolar AS saat itu. Tentu saja banyak inovasi yang dilakukan Dell ketika merek ini bersaing dengan produk-produk lain.

Menjadi ‘gila’ bisa juga diartikan sebagai upaya berpikir out of the box atau di luar kebiasaan dari orang lain. Tentu saja prinsip ini sangat diperlukan bagi para para pengusaha yang memulai merintis dari nol.

Intinya, ciptakan sebuah produk atau cara yang berbeda dengan para pelaku usaha kebanyakan. Menjadi ‘gila’ dalam menjalankan bisnis akan berpeluang besar untuk dilirik orang. Karena sederhana saja, orang akan melihat apa yang beda dari kita dengan yang lain. Maka dari itu, beranilah untuk berbeda?

Terkendala modal saat membangun bisnis? Cek berbagai tawaran kredit di CekAja.com!

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.