Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Benarkah Perokok dan Vapers Rentan Terkena Corona? Ini Penjelasannya

by Nadhillah Kusindriani on 3 April, 2020

Benarkah perokok dan vapers rentan terkena corona? Pertanyaan semacam itu kerap kali dipertanyakan oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, virus Covid-19 ini mampu menyerang siapa saja, bahkan orang dengan tingkat imunitas tinggi sekalipun.

perokok corona

Meluasnya virus Covid-19 di Indonesia, menyebabkan kekhawatiran sendiri bagi masyarakatnya. Bagaimana tidak, persebaran dan penularan virus yang satu ini sangat cepat, sehingga perlu penanganan yang cepat pula untun menghentikannya.

Untuk itu, pemerintah menerapkan kebijakan social distancing dengan menghimbau masyarakatnya untuk mengisolasi diri di rumah demi menghentikan rantai persebaran virus Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga meminta agar setiap masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungannya masing-masing. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun.

Jika sedang berada jauh dari sumber air, kamu bisa menggunakan hand sanitizer untuk membunuh kuman yang menempel di tangan mu. Setelah itu, hindari menyentuh bagian wajah dengan tangan.

Sebab, tangan menjadi salah satu media yang membuat virus Covid-19 masuk dan menyebar ke dalam tubuh mu.

Nah, apabila semua kebijakan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 sudah diterapkan, namun kebiasaan merokok dan vape masih dilakukan, benarkah perokok dan vapers rentan terkena corona?

(Baca Juga: Cara Negara-Negara Lain Tangani Corona, Inspirasi Buat Indonesia)
Fakta Perokok dan Vapers Rentan Terkena Corona

Salah satu gejala jika kamu terserang virus Covid-19 adalah mengalami sesak nafas yang merujuk kepada penyakit pneumonia. Sebab, bagian utama yang diserang oleh virus corona sendiri adalah sistem pernapasan manusia.

Bagi orang yang sudah memiliki riwayat sakit pada paru-paru akan lebih rentan terkena virus Covid-19 ini. Namun nyatanya, para perokok dan pengguna vape juga memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi virus corona seperti yang dijelaskan di laman Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pada laman tersebut WHO menjelaskan, salah satu faktor rentannya perokok terinfeksi virus corona, yaitu dikarenakan ketika merokok, orang akan menjepitkan rokoknya di jepitan jari telunjuk dan jari tengah.

Di mana kedua jari tersebut belum tentu bersih dari kuman, dan secara tidak sadar jari-jari tersebut kerap kali menyentuh area bibir. Maka dari itu, kegiatan merokok berkemungkinan meningkatkan risiko penyaluran virus dari tangan ke mulut.

Pasalnya, dengan merokok fungsi kekebalan di paru-paru pun menjadi tertekan dan dapat memicu peradangan. Selain itu, paru-paru juga akan memproduksi lebih banyak lendir pada perokok aktif.

Lendir tersebut yang nantinya akan menyumbat area paru-paru dan menjadikannya sangat rentan terkena virus corona.

Lebih dari itu, para perokok dan pengguna vape jangka panjang memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit paru-paru kronis. Meski begitu, namun sampai saat ini belum ada penelitian secara mendalam terkait risiko vapers dengan infeksi virus corona.

Tetapi, bagi perokok yang sudah terinfeksi virus corona, tidak menutup kemungkinan jika proses penyembuhannya lebih lama dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Pada kondisi terparahnya, para perokok tersebut akan terkena virus corona dengan komplikasi yang serius.

Bagi pengguna vape sendiri, sejatinya paparan aerosol pada vape mampu merusak sistem pernapasan, sehingga mengurangi kemampuan dari sel paru untuk merespon sinyal dari infeksi virus.

Bahkan, vape juga memiliki efek akut bernama E-Cigarette or vaping use-associated lung injury (EVALI) atau yang disebut sebagai cedera paru akibat dari penggunaan vape.

Di mana, EVALI juga menjadi salah satu faktor yang mampu menyebabkan kerusakan paru-paru hingga kematian yag tidak kalah menyeramkan dengan virus Covid-19.

Maka dari itu, akan sangat wajar apabila mengasumsikan merokok dan vape dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus corona, seperti yang dikatakan para ilmuwan pada tulisan Scientific American.

(Baca Juga: Merayakan Earth Hour saat Corona? Kenapa Tidak!)
Cara Mengurangi Kemungkinan Tertular Virus Corona

Adapun cara untuk mengurangi kemungkinan tertular virus Covid-19 adalah dengan menerapkan beberapa kebijakan pemerintah, seperti yang sudah disinggung sedikit sebelumnya.

Di mana kebijakan pemerintah tersebut berisi anjur untuk setiap masyarakat agar melakukan social distancing, dengan tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak dalam keadaan darurat dan selalu mencuci tangan untuk menjaga kebersihkan.

Namun nyatanya, menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup. Tetapi kamu juga perlu menjaga kesehatan mental. Cara yang bisa kamu lakukan diantaranya yaitu olahraga, meditasi atau pun diet.

Dengan melakukan beberapa hal tersebut, kamu bisa membuat mental mu menjadi lebih tenang di tengah-tengah kepanikan dan kekhawatiran masyarakat menghadapi wabah virus corona.

Melansir dari lifestyle.kompas.com, mentalhealth.org juga menyarankan untuk lebih rutin melakukan kontak dengan keluarga atau pun kerabat melalui media sosial maupun telepon.

Kamu juga bisa melakukan aktivitas-aktivitas yang kamu sukai, seperti menonton film, membaca lebih banyak buku yang kamu sukai dan beberapa aktivitas lainnya.

Sebab, hal tersebut akan membuat mu lebih senang dan bahagia dalam menjalani hari-hari. Sehingga pikiran mu secara tidak langsung akan teralihkan dari kepanikan yang sedang terjadi.

Dengan begitu, imunitas tubuh mu pun menjadi meningkat dan sukar untuk terinfeksi virus.

Hindari pula konsumsi barang-barang yang tidak memiliki manfaat untuk jangka panjang dan untuk kesehatan diri, seperti merokok dan minum alkohol. Sebaiknya, kamu mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang baik untuk tubuh mu.

Tidak hanya itu, alangkah lebih baik jika kamu juga menjaga dan melindungi kesehatan diri dengan asuransi kesehatan. Kamu tidak perlu khawatir jika belum memilikinya.

Kini kamu bisa mengajukan asuransi kesehatan dengan mudah dan proses yang cepat hanya di CekAja.com. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang!

Tentang Penulis