Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Benda-benda Bawa Hoki yang Paling Sering Diburu Saat Imlek

by Ariesta on 20 Januari, 2017

belanja imlek - CekAja.com

Seperti tahun baru pada umumnya, Imlek menjadi momen yang dinanti bagi warga keturunan Tionghoa.

Karena dianggap sebagai permulaan tahun dalam penanggalan Tiongkok, Imlek diharapkan membawa keberuntungan untuk setahun ke depan. Menjelang Imlek, pertokoan maupun mal sudah mulai menjajakan pernak-pernik Imlek 2017. Bagi kamu yang merayakan, jangan sampai kehabisan. Pasalnya benda-benda ini yang paling banyak diburu.

Gambar 12 shio

Sistem kalender Tiongkok terinspirasi dari keharmonisan manusia dan alam. Para filsuf pada zaman dulu mempelajari hubungan antara kejadian di galaksi melalui bintang-bintang dengan kehidupan di bumi.

rp_CekAja-Daftar-Kartu-Kredit-belanja-online-harbolnas- CekAja.com

Kemudian lahirlah 12 penanggalan shio yang dipercaya mempengaruhi kehidupan di bumi seperti yang dikenal saat ini. Tahun ini dikenal sebagai tahun ayam api. Karenanya hiasan ayam api menjadi buruan warga Tionghoa.

Stiker FU untuk dipasang di depan rumah
foto: ablogtowatch-cekaja.com
foto: ablogtowatch

FU artinya prosperity atau kemakmuran. Stiker FU berwarna emas berukuran besar biasanya dipasang di depan pintu rumah. Tujuannya agar pemilik rumah makmur sepanjang tahun. Selain karakter FU, warga Tionghoa juga memasang stiker LU (beruntung) dan SHOU (panjang umur).

Fu Lu Shou dipercaya sebagai tiga dewa yang dapat mendatangkan kemakmuran, keberuntungan, dan panjang umur. Karakter huruf ketiganya ditulis dalam warna merah yang melambangkan hoki dan emas yang melambangkan kemakmuran.

Lampion

Rasanya ada yang kurang jika merayakan Imlek tanpa lampion. Lampion memang menjadi simbol perayaan-perayaan dalam budaya Tionghoa. Mengenai mengapa lampion selalu dilibatkan dalam perayaan imlek, ada banyak sekali mitos yang beredar.

Salah satunya kisah perampok bernaam Lie Cu Seng pada era dinasti Ming. Lie merampok karena ingin membagikan harta oarng kaya pada orang-orang miskin. Namun masyarakat tidak percaya dan malah menuduhnya kejam. Ia lalu berpura-pua jadi rakyat dan menyuruh semua rakyat miskin menggantung lampion di depan rumah supaya perampok menaruh harta sitaan orang kaya di sana. Sejak itulah lampion menjadi terkenal.

Lampion ada yang berbentuk pesegi, bulat, dan oval. Namun yang paling terkenal tentu saja bentuk oval dengan hiasan jumbai emas. Semakin mahal bahan pembuatan, misalnya kawat baja dan sutera, maka semakin mahal. Namun lampion berbahan bambu dan kertas pun tak kalah cantik.

Amplop angpao
foto: Iceo
foto: Iceo

Sudah menjadi tradisi kalau yang sudah menikah membagi-bagikan angpao pada anak-anak atau saudara yang belum menikah saat imlek. Angpao sebenarnya berasal dari bahasa Hokkian, sedangkan bahasa Mandarinnya adalah ‘Hong Bao’ yang artinya amplop merah atau kantong merah.

Tujuan dari pemberian angpao adalah agar si penerima angpao bisa mendapatkan keberuntungan dan nasib baik sepanjang tahun. Amplop angpao pasti banyak diburu menjelang Imlek.

Baju Cheongsam
cheongsam
foto: aliexpress

Cheongsam merupakan busana berkerah tegak yang dengan model rok pipa. Kerah tegak membuat leher penggunanya terkesan langsing dan rok pipa membuat kaki terlihat jenjang. Kedua hal ini sesuai dengan standar kecantikan Tiongkok.

Sebenarnya memakai baju Cheongsam saat Imlek bukanlah kewajiban. Cukup memakai baju warna merah saja sudah dianggap membawa hoki. Tapi saat ini baju Cheongsam banyak diburu dan cantik dikenakan saat jamuan makan imlek.

Jeruk

Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut dengan ‘chi zhe’. ‘Chi’ artinya rezeki dan ‘zhe’ berarti buah. Jadi bila kedua istilah ini digabungkan, jeruk dalam kepercaaan Tionghoa berarti pembawa rezeki. Warnanya yang oranye melambangkan emas yang sering dikaitkan sebagai kemakmuran.

Alkisah, jeruk mandarin pada zaman dalu hanya disediakan untuk para pejabat kerajaan. Saat Imlek, selain angpao, warga Tionghoa juga membagikan jeruk ke pada sanak saudara dengan harapan rezeki terus bertambah.

(Baca juga: Tahun Ayam Api, Ini Bisnis yang Bakal Cemerlang)

Kue keranjang
foto: lampungtimes
foto: lampungtimes

Kue keranjang terbuat dari tepung ketan dan gula. Teksturnya kenyal, lengket, dan rasanya manis. Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang tahun baru Imlek dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek.

Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah tahun baru Imlek). Bentuknya yang bulat bermakna agar dapat terus bersatu, rukun, dan punya tekad bulat dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami