Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Berapa Lama Idealnya Jangka Waktu KPR? Ini Pertimbangannya

by Tisyrin on 16 Juli, 2017

cara ajukan KPR _ KPR - CekAja.com

Harga rumah yang semakin tinggi membuat banyak orang tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk membelinya secara tunai. Cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) jadi solusi. Berapa lama idealnya kita mencicil KPR?

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah jalan pintas untuk memiliki rumah idaman. Bank menawarkan jangka waktu KPR 5 – 25 tahun. Saat harus memutuskan tenor KPR yang paling pas, seringkali pasangan suami istri kebingungan.

Semakin lama jangka waktu KPR, maka semakin kecil cicilan bulanan yang harus ditanggung. Dan sebaliknya, semakin singkat jangka waktu KPR, semakin besar jumlah cicilan bulanan yang harus ditanggung. Namun, ingat pula apabila tenor KPR panjang, total bunga yang harus dibayarkan juga lebih besar.

Oleh karena itu, pertimbangkan matang-matang jangka waktu KPR yang tepat. Berikut ini beberapa bahan pertimbangan yang penting dalam menentukan tenor KPR.

Usia

Bank memiliki ketetapan terkait usia maksimal debitur ketika cicilan KPR berakhir. Jadi, perkara usia memang berkaitan erat dengan tenor KPR. Bank biasanya menetapkan usia maksimal 55 – 65 tahun.

Artinya, jika mengambil KPR di usia 20-an, rentu saja tak masalah mengambil tenor panjang 20 – 25 tahun. Namun, jika usia sudah 40-an tahun saat mengajukan KPR, tenor 20 – 25 tahun tentu sulit untuk mendapatkan persetujuan dari bank. Alternatifnya yaitu mengambil KPR dengan tenor 5 – 15 tahun saja.

Dengan gambaran semacam itu, memang idealnya mengajukan KPR saat usia masih muda, sehingga lebih fleksibel memilih jangka waktu.

Rencana jangka panjang

Selain usia, memilih tenor KPR juga harus diselaraskan dengan rencana jangka panjang keluarga. Misalnya, ingin membeli rumah kedua 15 tahun kemudian. Jadi, sebaiknya rumah pertama tenornya 10 – 15 tahun saja. Sehingga saat tiba waktunya membeli rumah kedua, rumah pertama telah lunas.

Contoh lainnya, baik suami atau istri berencana akan melepas pekerjaan kantoran dan fokus terhadap bisnis 10 tahun lagi. Keduanya ingin saat tidak lagi terikat pekerjaan kantoran, cicilan rumah sudah lunas sehingga beban finansial tidak terlalu berat. Tentu saja mengambil KPR dengan tenor 5 atau 10 tahun adalah pilihan yang tepat.

Pemasukan

Pasangan suami istri pasti menginginkan rumahnya cepat lunas. Sayangnya, seringkali kemampuan finansial belum mendukung untuk itu. Maka, jalan keluarnya adalah mengambil KPR dengan tenor panjang 25 tahun agar mampu membayar cicilan setiap bulannya.

Ya, apabila mengambil tenor hanya 15 tahun, belum tentu sanggup membayar cicilannya bukan? Daripada menunggak dan rumah disita, tentu lebih baik menyesuaikan dengan kemampuan. Coba saja hitung cicilan dengan kalkulator kpr CekAja.com.

Hitung Cicilan KPR Anda
Jumlah Pinjaman Rp.
Jumlah Angsuran
Bunga Efektif (per tahun) % per tahun
Estimasi Cicilan per Bulan Rp. per bulan
Estimasi Total Pinjaman Rp. per bulan

Cicilan lain-lain

Perencana keuangan seringkali memberikan saran agar cicilan utang tak melebihi angka 30% dari penghasilan. Hitung baik-baik berapa besaran cicilan KPR sesuai kemampuan. Apabila memiliki cicilan lain seperti mobil, hitung apakah jumlah kedua cicilan tak melebihi 30% dari penghasilan?

Setelah mengetahui seberapa besar cicilan KPR sesuai kemampuan, memilih tenor KPR pun akan lebih mudah.

 

 

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami