Berpotensi Jadi Pandemi, Seperti Apa Flu Babi Jenis Baru?

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Dunia kembali geger dengan kemunculan virus lain asal Tiongkok. Covid-19 belum selesai, flu babijenis baru sudah ditemukan. Melansir dari Kompas.com, temuan itu diungkap oleh sebuah penelitian yang diterbitkan PNAS jurnal sains di Amerika Serikat pada Senin, (29/6).

Flu Babi Jenis Baru Berpotensi Pandemi

Virus dengan nama G4 atau Genotip 4 ini dikatakan bisa menular dari babi ke manusia, serta berpotensi menimbulkan pandemi dalam waktu dekat. “Virus G4 memiliki semua ciri penting dari kandidat virus pandemi,” sebut peneliti dalam studi, mengutip Euro News.

Walaupun masih dugaan dan belum ada data pasti terkait virus G4 tersebut, kita tetap perlu waspada mengantisipasi kemungkinan penyebarannya. Jangan sampai terlanjur mewabah hingga memakan banyak korban seperti virus corona saat ini.

Kasus Positif Flu Babi Terbaru

Pandemi flu babi pertama berlangsung selama 2009-2010. Adapun upaya pencegahan kala itu, salah satunya dilakukan melalui vaksinasi rutin. Setelah WHO menyatakan pandemi infeksi H1N1 berakhir, virus tersebut pun dianggap sebagai flu musiman biasa.

Seperti de javu, WHO mengakui bahwa flu babi kembali dalam pengawasan ketat. Virus G4 secara genetik merupakan turunan dari strain H1N1, penyebab flu babi yang sebelumnya mewabah. Namun, ada sejumlah perubahan baru pada flu yang virusnya bernama lengkap G4 EA H1N1 ini. Menurut pada ilmuwan, virus G4 dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia.

Flu babi jenis baru tersebut ditemukan kembali melalui serangkaian penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di area peternakan, tepatnya pada 10 provinsi di Tiongkok. Menurut tes darah yang menunjukkan antibodi manusia, sekitar 10,4% pekerja di rumah pemotongan hewan dan industri tersebut sudah terinfeksi flu babi. Tes lainnya menunjukkan 4,4% dari populasi umum juga tampaknya positif mengidap virus tersebut.

Peneliti menemukan bahwa virus flu babi ini banyak yang bermutasi, sehingga menghasilkan virus jenis baru. Akan tetapi, potensi berkembangnya wabah virus G4 masih terus dievaluasi oleh peneliti terkait. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya pandemi seperti Covid-19.

(Baca Juga: Daftar Negara yang Mewajibkan Asuransi Perjalanan Luar Negeri)

Penularan dan Gejala Flu Babi

Penularan dan Gejala Flu Babi - Berpotensi Jadi Pandemi Seperti Apa Flu Babi Jenis Baru

Seperti virus influenza lainnya, flu babi menyerang sel-sel pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru manusia. Penularan virus ini pun tergolong sederhana, yakni melalui percikan dahak atau air liur penderita flu babi ketika batuk atau bersin. Seseorang juga dapat tertular virus ini saat menyentuh benda yang telah terkontaminasi droplet tersebut. Kalau ada yang menyebut penularannya terjadi lewat daging babi, itu hoax ya.

Ketika dulu menjadi pandemi, flu babi sering terjadi pada anak-anak, dan orang dewasa muda. Gejala flu babi mirip dengan penyakit flu biasa dan biasanya muncul sekitar 1-3 hari setelah seseorang terinfeksi virus penyebabnya. Gejala flu babi antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Mata berair dan merah
  • Badan terasa pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual dan muntah

Lebih Ganas dan Belum Ada Vaksinnya

Virus G4 kabarnya jauh lebih ganas daripada flu burung terdahulu. Studi PNAS menunjukkan bahwa virus ini bisa menghinggapi sel-sel manusia, terutama yang melapisi trakea. Dengan melekat di tabung penguhubung saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah serta paru-paru, virus G4 bisa dengan mudah mengganggu pernapasan.

BBC mewartakan, vaksin influenza yang ada sekarang banyak dijual tampaknya tidak bisa melindungi seseorang dari paparan virus G4. Sehingga hal ini mendesak pemerintah China untuk memantau para pekerja yang bekerja di industri yang memiliki kontak dengan hewan babi.

(Baca Juga: Pilih Asuransi Pendidikan atau Pinjaman Pendidikan? Cek Bedanya di Sini!)

Tips Mencegah Penularan Flu Babi

Meski informasi seputar virus G4 masih sangat minim, tak ada salahnya bila langkah-langkah pencegahan dilakukan sejak dini. Apalagi penelitian juga menunjukkan bahwa kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman tidak memberikan perlindungan dari flu babi jenis baru.

Hampir sama dengan upaya menangkal Covid-19, penyebaran virus flu babi dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Menutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian segera buang tisu tersebut ke tempat sampah.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70%.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.
  • Menjaga jarak atau membatasi kontak dengan orang yang sakit.
  • Menghindari keramaian atau kerumunan orang, khususnya pada area di mana virus flu babi sedang merebak.

Kehadiran suatu penyakit memang sulit diprediksi. Begitu jatuh sakit, kita bukan hanya tersiksa secara fisik, tapi juga dibebani oleh tingginya biaya pengobatan di rumah sakit. Maka itulah, asuransi kesehatan semakin penting untuk dimiliki.

Ciputra Life siap memberi proteksi terbaik untukmu lewat beragam produk asuransi kesehatannya. Asuransi kesehatan mahal? Tenang, ada premi dengan harga spesial melalui program Receh. Dengan memiliki asuransi ini, kamu pun akan mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik, sigap, dan berkualitas. Makanya, yuk miliki asuransi Ciputra Life sekarang juga dengan mengajukannya langsung melalui CekAja.com!

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang