Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Kuy Ajukan Pinjaman Modal Usaha!

by Gito on 25 Oktober, 2019

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan BI 7Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5%. Selain itu, rapat juga sepakat untuk menjaga suku bunga deposit facility menjadi 4,25% dan lending facility 5,75%.

suku bunga acuan

Sepanjang tahun ini, BI telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 0,75%. Langkah strategis tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi global yang melambat. Sehingga pemerintah memberikan stimulus fiskal dan juga pelonggaran kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa kebijakan yang diambil oleh BI merupakan respon dari dipangkasnya suku bunga The Fed. Pada September lalu, The Federal Reserve (The Fed) juga kembali menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Sejak Juli tahun ini, Bank Sentral Amerika telah melakukan penurunan suku bunga acuannya sebanyak 2 kali sampai dengan September kemarin.

Disamping itu adanya dinamika dalam kondisi ekonomi global juga menjadi landasan keputusan strategis tersebut. Seperti diketahui, beberapa negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor dari Indonesia mengalami perlambatan, mulai dari Amerika Serikat, Eropa ,Jepang, Tiongkok dan juga India.

Oleh karena itu perlu adanya insentif bagi pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi dan juga arus modal asing dapat tetap terjaga.

(Baca juga: 7 Keuntungan Punya Tabungan Emas, Apa Aja?)
Kontraksi Ekspor

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan pertumbuhan ekspor sedikit membaik meskipun masih mengalami kontraksi ditengah permintaan global dan turunnya harga komoditas global.

Membaiknya ekspor dipicu oleh ekspor kendaraan bermotor ke negara ASEAn dan juga emas. “Sektor manufaktur yang mempengaruhi perbaikan ekspor,” katanya melalui keterangan resmi di Jakarta.

Kedepannya lanjut Onny, Pemerintah diharapkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan berada di bawah titik tengah kisaran 5,0% hingga 5,4% di tahun ini.

Inflasi tetap dijaga rendah

Sementara itu terkait dengan inflasi, secara tahunan, inflasi September 2019 tercatat 3,39% year-on-year (yoy). Angka itu lebih rendah dibanding inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,49% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2019 yang mencatat deflasi 0,27% secara month-to-month (mtm).

Terkendalinya inflasi dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap terjaga ditopang ekspektasi inflasi yang baik seiring dengan konsistensi kebijakan BI dalam menjaga stabilitas harga.

Disamping itu, BI juga sukses mengelola permintaan agregat, nilai tukar yang bergerak sesuai dengan fundamentalnya, dan pengaruh harga global yang minimal.

Ke depan, BI bakal tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal itu dilakukan guna memastikan terkendalinya

Inflasi

Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan terkendalinya inflasi.

Inflasi pada tahun ini diperkirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5±1% dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2020.

(Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Naik, Bagaimana Suku Bunga KPR?)
Suku Bunga BI Turun, Suku Bunga Kredit Bank Turun. Kuy Usaha!

Meskipun tidak secara serta merta, tetapi biasanya Lembaga perbankan juga bakal melakukan penyesuaian atas bunga kredit yang diberikan kepada konsumen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan selama periode Juli hingga September, perbankan menurunkan suku bunga deposito sebesar 26 basis poin dan suku bunga kredit 8 basis poin.

“Bank membutuhkan wakt uuntuk menyesuaikan suku bunga,” tambahnya.

Nah momentum penurunan suku bunga itu bisa kamu manfaatkan untuk mempertebal dompet. Kamu bisa melakukan sejumlah terobosan guna menambah pundi-pundi penghasilan melalui kegiatan kewirausahaan.

Dengan turunnya suku bunga, berarti ini saat yang baik untuk kamu mengajukan pinjaman ke bank sebagai modal usaha. Tetapi hitung dulu dengan benar berapa kebutuhan modalnya.

Hal itu perlu agar dana pinjaman dapat digunakan sesuai peruntukan. Selain itu kamu juga perlu mengetahui kemampuan yang dimiliki untuk membayar angsuran setiap bulannya.

Usahakan, jumlah angsuran yang harus dibayarkan tidak membebani kamu secara finansial, paling maksimal 1/3 dari total penghasilan per bulan.

Kamu juga harus disiplin dalam membayar angsuran pinjaman. Karena jika tidak, bisa mendapatkan penalti dengan nominal yang cukup tinggi. Belum lagi nama dan reputasi kredit kamu sebagai debitur akan menjadi buruk di mata Bank Indonesia, dan hal itu bisa menyusahkan kamu saat kamu membutuhkan modal lagi untuk usaha.

Jadi segera ajukan kebutuhan keuanganmu. Akses CekAja.com dan temukan produk yang paling cocok untukmu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit