Biar Gak Panik, Yuk Selektif Dalam Memilah Informasi Saat Corona Melanda

3 min. membaca Oleh CekAja on

Penyebaran virus novel corona diprediksi oleh beberapa ahli bakal berakhir di bulan Juni tahun ini. Jika itu benar terjadi, artinya seluruh dunia masih harus berperang selama 2 hingga 3 bulan ke depan. Hingga saat ini, jumlah korban yang terjangkit virus tersebut sudah mencapai 723.700 orang. Selain itu, masih ada korban lain yang tidak tercatat, yakni mereka yang terkena dampak dari informasi bohong kala Covid-19 masih mewabah.

keahlian yang dibutuhkan freelance

Jumlah tertinggi penderita Covid-19 saat ini berada di Amerika Serikat (AS). Setidaknya sekitar 143 ribu orang terjangkit virus novel corona.

Di Indonesia sendiri, jumlah penderitanya juga terus bertambah signifikan.  Meskipun tidak sebanyak AS ataupun Cina, tetapi sekitar 1.285 orang dilaporkan positif terjangkit virus novel corona. 

Sementara untuk jumlah orang yang berhasil sembuh, sebanyak 64 orang dilaporkan pulang dari rumah sakit dalam keadaan sehat.

Jika dilihat secara global, jumlah korban yang berhasil pulih di seluruh dunia mencapai 152 ribu. Artinya persentase kesembuhannya bisa mencapai 21% dari total jumlah orang yang terjangkit.

Penyebaran virus novel corona memang membawa kekhawatiran. Banyak orang yang tidak terjangkit juga bisa sakit lo gegaga corona.

Mereka ini kebanyakan terserang sisi psikologisnya akibat derasnya pemberitaan negatif tentang corona. Hal tersebut dinamakan gangguan psikosomatik alias kondisi tubuh yang terganggu akibat pikiran.

Nah buat kamu yang sedang work from home (WFH), supaya tidak terserang psikosomatik simak 3 tips jitu berikut.

(Baca juga: Cek Situs Informasi Penyebaran Corona Real Time  )

1. Ambil informasi dari sumber yang terpercaya

Berseraknya informasi tentang Covid-19 di media sosial membuat cemas banyak orang. Padahal informasi tersebut sering kali belum diverifikasi kebenarannya.

Bahkan ada juga informasi yang tidak bisa diverifikasi. Karena ternyata sumber informasi yang digunakan bukanlah dari sumber resmi.

Namun karena luasnya cakupan auedience media informasi, membuat informasi yang belum jelas itu sudah tersebar ke khalayak.

Sayangnya, cepatnya distribusi informasi tidak disambut juga dengan cepatnya penyaringan informasi. Akibatnya terjadi gagap teknologi.

Banyak orang yang akhinya “termakan” oleh informasi tersebut dan menjadi panik.

Informasi yang di media sosial biasanya diawali dengan “Info dari Kapolri”, atau “Info dari Dokter A”.

Informasi tersebut sengaja menyematkan nama seorang tokoh atau profesi yang memiliki keterkaitan dengan topik bohong yang akan disampaikan.

Gunanya untuk memperlihatkan bahwa seakan-akan informasi tersebut benar. Maka biasakanlah untuk menyaring informasi dan melakukan cross check ke berbagai sumber.

Misalnya kamu bisa langsung cek di televisi ataupun di akun resmi, apakah benar Kapolri ataupun Dokter yang dimaksud memberikan pernyataan tersebut.

Karena bisa jadi informasi yang disampaikan melalui media sosial, tidak disajikan secara penuh. Tujuannya agar audiencenya terkecoh.

2. Biasakan untuk membaca secara utuh informasi yang disampaikan

Kebanyakan orang terbiasa melihat dari judulnya saja. Padahal untuk dapat menangkap maksud dan informasi yang dimaksud kamu harus membacanya secara utuh, tidak cukup hanya dari judulnya saja.

Ambil informasi dari sumber yang terpercaya - Biar Gak Panik Yuk Selektif Dalam Memilah Informasi Saat Corona Melanda

Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi mispersepsi. Karena bisa jadi isi yang ada dalam informasi tersebut bukanlah seperti judulnya. Judul dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan minat pembaca.

Budayakan untuk membaca secara penuh. Karena dengan begitu, kamu sudah ikut membantu mencerdaskan masyarakat.

(Baca juga: Biar Dompet Gak Boncos di Musim Corona, Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini)

3. Ada 305 hoaks terkait corona

Hingga minggu lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan terdapat 305 isu hoaks seputar corona yang sudah teridentifikasi.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa terdapat banyak sekali isu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya dan sudah dikonsumsi oleh masyarakat.

Oleh karena biasakan untuk membaca dari berbagai platform berita. Jangan percaya dengan isu yang bergulir di media sosial sampai media-media nasional menginformasikannya.

Apalagi, media bekerja berdasarkan kode etik dan selalu melakukan check and balance. Jadi isu yang ada di media bisa dijamin kebenarannya.

Budayakan membaca dengan baik. Lalu kamu sebarkan dengan baik pula. Selain itu, sebarkan informasi yang positif untuk membangun optimisme bangsa ini.

Nah sambil berselancar di dunia maya, kamu juga bisa menambah penghasilan kamu.

Caranya adalah dengan mengumpulkan informasi untuk memulai usaha secara mandiri. Butuh modal? Jangan ragu, ajukan saja di Tunaiku.

Tentang kami

CekAja

CekAja