Biar Gak Stres, Simak 7 Kabar Baik Seputar Virus Corona Ini

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Kasus penularan virus corona tak kunjung usai. Di Indonesia per hari ini (31/3), 1528 orang diketahui positif terinfeksi.

Termasuk di antaranya kematian sebanyak 138 dan pasien sembuh tercatat baru 81. Jumlah ini terus bertambah non-stop setiap harinya.

Kabar Baik Seputar Virus Corona

Selalu cemas dengan berita seputar COVID-19? Mendadak dada terasa sesak, lalu curiga kalau tubuh sudah tertular virus dari Wuhan, China tersebut.

Tenang dulu, bisa jadi kamu hanya psikosomatis, kecemasan yang muncul gara-gara terlalu parno alias takut berlebihan.

Jadi sebenarnya tubuhmu tidak benar-benar sakit, namun alam bawah sadar pikiran lah yang membuatnya demikian.

Jangan salah, stres karena melihat berita saja dapat menurunkan imunitas kita, lho. Alhasil, jadi mudah sakit karena pikiran yang kacau balau.

Nah, daripada pusing karena berita-berita yang mendebarkan, mending lihat kabar baik seputar virus corona di dunia berikut ini:

1. Semua pasien RSUD Dr Moewardi sembuh

Kabar baik seputar virus corona hadir dari Solo, Jawa Tengah. Sebanyak tiga pasien positif COVID-19 yang sempat dirawat di RSUD Dr Moewardi dinyatakan sembuh.

Hal ini membuat rumah sakit tersebut, untuk sementar waktu telah menuntaskan kasus virus corona.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan meski telah sembuh, tiga mantan pasien itu diminta tetap menjaga diri dan beristirahat di rumah.

2. Tes COVID-19 drive thru sudah dilakukan

Dalam upaya menanggulangi virus corona di Indonesia, pemerintah telah menyiapkan tes COVID-19 drive thru seperti yang berhasil dilakukan oleh Korea Selatan.

Tes ini sudah dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Barat seperti Depok dan Bogor. Warga tinggal menunggu 10 menit sampai hasilnya keluar.

Bila negatif maka akan diarahkan ke pintu keluar dan pulang. Sementara jika terindikasi positif melaju ke jalur berbeda untuk penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis.

Mengenai alat untuk pengecekan dari kencaraan roda empat tersebut, Achmad Yurianto selaku juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa alat tesnya juga diimpor langsung dari Negeri Gingseng.

3. Sinar Mas Group akan produksi 1,8 juta masker

Meski pemerintah dinilai lamban menangani kasus virus corona, tapi beruntung negeri ini masih dianugerahi banyak orang baik.

Sinar Mas Group berencana memproduksi 1,8 juta masker untuk memenuhi kebutuhan paramedis yang berhadapan langsung dengan pasien-pasien COVID-19.

Produksi ini akan dimulai pada minggu kedua bulan April nanti. Untuk tahap awal, mesin akan memproduksi 1,8 juta masker per bulannya.

4. Nol kasus terbaru di Wuhan, China

Jelang dibukanya lockdown pada 8 April 2020 mendatang, Wuhan mengumumkan kabar baik yakni nol kasus baru penularan COVID-19 selama enam hari beruntun.

Melansir Kompas.com (30/3), beberapa orang nampak mulai bersiap untuk beraktivitas termasuk membuka tempat usahanya lagi.

Produsen mobil listrik Tesla Inc. juga telah membuka kembali showroom di sana.

Begitu pun kompleks ritel dan jalan-jalan pertokoan yang mulai dibuka lagi.

Dengan nihilnya jumlah kasus ini, pemerintah setempat rencananya akan membuka lagi bisnis dan pabrik, demi memacu kebangkitan ekonomi yang telah mati suri selama 2 bulan terakhir.

5. Korban sembuh Italia melebihi angka kematian

Hingga saat ini, Italia sudah melaporkan 6.077 kematiaan dan menjadi negara dengan korban meninggal dunia tertinggi karena COVID-19 di dunia.

Seperti diberitakan Newsweek, meski jumlah itu masih tergolong tinggi, Roma patut berbangga mengingat kini mereka sudah menyatakan 7.432 korban sudah berhasil pulih total dari virus corona.

Kabar baiknya lagi dalam dua hari berturut-turut, Ibukota Italia tersebut mengumumkan penurunan dalam laporan kematian harian sejak beberapa pekan lalu.

6. Profesor temukan obat COVID-19

Seorang profesor di Prancis, baru saja mengklaim telah melakukan penelitian tentang obat COVID-19. Dalam penelitian tersebut, mereka mengombinasikan dua jenis obat, yakni hydroxychloroquine dan azithromycin.

Melansir Al Arabiya, Minggu (29/3), hasil riset yang dipimpin Profesor Didier Raoult dari IHU-Mediterranee Infection menunjukkan, obat ini terbukti berhasil menyembuhkan pasien dari virus corona.

80 pasien yang dinyatakan positif corona di negara itu pun bisa disembuhkan hanya dalam waktu enam hari perawatan.

7. Ahli epidemi sebut corona berakhir pada Mei

Menurut Institut Einaudi untuk Ekonomi dan Keuangan yang berbasis di Ibu Kota Italia, Roma, virus corona diprediksi akan berakhir pada Mei 2020 mendatang.

Dikutip dari laman TASS, Selasa (31/3), skenario epidemiologis institut didasarkan pada algoritma yang memperhitungkan semua parameter utama wabah, termasuk jumlah kasus baru, rawat inap, pemulihan pasien dan tingkat kematian.

Semangat, yuk! Kita semua pasti bisa mengakhiri pandemi ini dengan happy ending. Semoga pemerintah Indonesia khususnya, lebih sigap mengambil keputusan untuk menekan angka penularan COVID-19 semaksimal mungkin, selain lewat himbauan social distancing.

Pengajuan kartu kredit terhambat karena mobilitas yang kini sedang dibatasi? Yuk, beralih ke CekAja.com dan ajukan kartu kredit Citibank secara online.

Nikmati berbagai promo menariknya yang akan menguntungkan hari-harimu kemudian!

 

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang