Segini Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru Beserta Cara Mengurusnya

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Sejak 10 Agustus lalu, Ditlantas Polda Metro Jaya memberlakukan aturan sanksi dan biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru. Aturan ini berlaku kembali pasca PSBB selesai diterapkan di ibu kota pada awal April 2020.

Selama 4 bulan kemarin, terhitung dari April hingga Agustus, aturan ganjil genap tidak diberlakukan lantaran kasus Corona yang kala itu kian memuncak di wilayah DKI Jakarta.

Namun, setelah sosialisasi mengenai sanksi sekaligus biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru yang berakhir pada 9 Agustus 2020.

Aturan tersebut kembali diberlakukan, mengingat masa PSBB transisi yang membuat volume kendaraan kembali normal.

Sehingga untuk mengakali situasi seperti itu, Ditlantas menilai bahwa hanya kebijakan ganjil genaplah yang mampu menekan laju volume kendaraan di jalan raya. 

Polda Metro Jaya Lakukan Sosialisasi Sebelum Aturan Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru Berlaku

Sebelumnya, seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Polda Metro Jaya telah lebih dulu melakukan sosialiasi mengenai aturan ganjil genap beserta besaran biaya dendanya.

Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari, terhitung sejak 3 hingga 5 Agustus 2020 tersebut.

Dalam sosialisasi yang berlangsung di persimpangan Sarinah, tim Polda Metro Jaya menurunkan sejumlah Polwan di kawasan tersebut, sembari membentangkan spanduk sosialisasi pemberlakuan aturan pembatasan kendaraan ganjil genap.

Selain itu, petugas juga mengimbau kepada para pengendara untuk tetap menaati protokol kesehatan di masa New Normal ini.

Mulai dari selalu menggunakan masker saat berkendara, menjaga jarak dengan orang lain, hingga selalu menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

(Baca Juga: 25 Lokasi E-Tilang Sepeda Motor di Jakarta)

4 Hal yang Perlu Diperhatikan dari Aturan Ganjil Genap Jakarta

Nah, sebelum kita membahas mengenai besara biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru, kurang afdal rasanya jika tidak mengetahui akan detil dari aturan tersebut.

Mulai dari kebijakan plat nomor hingga titik penilangannya. Dan berikut informasinya seperti yang dihimpun tim CekAja dari berbagai sumber.

1. Kebijakan plat nomor

Dalam aturan ganjil genap, pemerintah DKI Jakarta mengikuti kalender nasional.

Berarti, kalau di tanggal genap, hanya kendaraan roda empat yang berplat genap sajalah yang boleh melintasi kawasan tertentu yang masuk dalam aturan tersebut.

Begitupun sebaliknya, tanggal ganjil hanya boleh dilewati oleh pengendara dengan kendaraan berplat ganjil.

2. Waktu berlakunya aturan ganjil genap

Sejatinya penerapan waktu aturan ganjil genap telah diatur dalam Peraturan Gubernur.

Dalam aturan tersebut, ganjil genap hanya berlaku di hari kerja saja, yakni dari Senin hingga Jumat dengan waktu aturan terbagi menjadi dua sesi, pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Sementara untuk libur nasional, aturan ganjil genap ditiadakan.

3. Tidak semua kendaraan diberlakukan aturan ganjil genap

Uniknya, aturan sekaligus biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru ini enggak selamanya berlaku pada kendaraan roda empat di wilayah ibu kota tersebut.

Ya, aturan ini bisa menjadi pengecualian bagi 13 jenis kendaraan.

Mulai dari ambulance, mobil pemadan kebakaran, kendaraan pejabat, mobil listrik, kendaraan pejabat negara asing, tamu negara seperti lembaga internasional, sepeda motor, hingga kendaraan dinas operasional dengan plat berwarna dasar merah.

4. Titik penilangan

Terakhir, informasi yang enggak kalah penting untuk diketahui oleh pemilik kendaraan roda empat adalah mengenai titik penilangan.

Setidaknya ada 25 lokasi razia yang masuk dalam aturan ganjil genap, mulai dari jalan protokol hingga jalan penghubung.

Berikut informasi lebih jelasnya:

  • Jalan Pintu Besar Selatan
  • Jalan Gajah Mada
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan MH Thamrin
  • Jalan Sisingamangaraja
  • Jalan Panglima Polim
  • Jalan Fatmawati
  • Jalan Balikpapan
  • Jalan Suryopranoto
  • Jalan Kiai Caringin
  • Jalan Tomang Raya
  • Jalan Jenderal S. Parman
  • Jalan Gatot Subroto
  • Jalan MT Haryono
  • Jalan HR Rasuna Said
  • Jalan DI Pandjaitan
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani
  • Jalan Pramuka
  • Jalan Salemba Raya Sisi Barat dan Sisi Timur
  • Jalan Stasiun Senen
  • Jalan Gunung Sahari
  • Jalan Kramat Raya

Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru

Pasti inilah pembahasan yang sedari tadi kamu tunggu-tunggu. Ya, apalagi kalau bukan tentang biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru.

Perlu diketahui, jika aturan ganjil genap yang kembali diberlakukan ini bukan hanya digelar tilangan secara manual saja. Akan tetapi pihak Ditlantas juga bakal menggelar tilang E-TLE alias tilang elektronik.

Kedua jenis tilangan ini dilakukan berdasarkan ruas jalanan. Jadi dari 25 lokasi penilangan, setidaknya 13 diantaranya menggunakan sistem tilang elektronik, sementara sisanya yakni 12 lokasi memakai sistem tilang manual.

Nah, untuk biaya denda ganjil genap Jakarta terbarunya sendiri, pelanggar aturan tersebut bakal diberi sanksi sesuai dengan Pasal 287 Ayat 1 UU No. 2 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Di mana pelanggar aturan ganjil genap akan dikenakan denda paling besar Rp500 ribu, atau dipidana penjara selama kurang lebih dua bulan lamanya.

Bagaimana jika Tidak Mengikuti Aturan Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru?

Jika kamu tidak mengikuti aturan biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru, apalagi bila penindakan yang terjadi adalah e-tilang, maka denda yang dibayar otomatis bakal diakumulasikan saat pemilik kendaraan melakukan pembayaran pajak.

Artinya, ketika kamu membayar pajak, biaya denda ganjil genap sebesar Rp500 ribu tersebut juga mesti dibayarkan saat itu juga.

(Baca Juga: Ini Cara Kerja Tilang E-TLE dan Pembayarannya)

Beda Cara Mengurus Tilang Manual dan Tilang Elektronik

Seperti yang kita tahu, penilangan aturan ganjil genap biasa dilakukan dengan dua penindakan, yaitu tilang manual dan tilang elektronik.

Untuk tilang manual, pelanggar akan diberi tilang slip biru yang nominal denda tilangannya bisa dibayarkan lewat bank BRI di sekitar lokasi kejadian, tanpa perlu mengikuti persidangan.

Apabila pihak pelanggar menolak dakwaan dan tidak ingin membayar denda maksimal yakni Rp500 ribu, petugas biasanya akan langsung meminta si pendakwa untuk mengikuti prosedur persidangan dengan tanggal yang telah ditentukan.

Sementara untuk tilang elektronik, sistem dalam kamera lalu lintas akan secara otomatis menjepret pengendara yang melanggar aturan ganjil genap.

Kemudian hasil tersebut akan langsung masuk ke sistem milik Ditlantas Polda Metro Jaya.

Setelah itu, pihak Ditlantas akan langsung mencocokkan kendaraan dengan data yang ada pada pihak kepolisian.

Jika hasilnya sesuai, selanjutnya petugas bakal mengirim surat yang menyatakan bahwa pihak terdakwa pada hari dan jam yang sesuai dengan data di kamera, telah melanggar aturan ganjil genap.

Dari surat tersebut, pemilik kendaraan bisa langsung mengonfirmasi penerimaan suratnya lewat website https://etle-pmj.info/id/.

Adanya metode konfirmasi ini diklaim bakal memudahkan petugas untuk mengetahui siapa sebenarnya yang menjadi subjek pelanggaran.

Nah, itu tadi sederet informasi mengenai aturan sekaligus biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru.

Ada baiknya ketika berkendara, kamu lebih tertib dan memperhatikan aturan yang berlaku. Sehingga risiko kecelakaan pun bisa diminimalisir.

Untuk merasa lebih aman saat berkendara, enggak ada salahnya untuk melindungi diri sendiri dengan asuransi yang disediakan oleh CekAja.com.

Lewat layanan kami, kamu bisa membandingkan serta membeli asuransi dengan perlindungan super lengkap dan bantuan klaim cepat.

Yuk, tunggu apalagi? Miliki asuransi dari CekAja dan dapatkan penawaran premi setahun hemat 2 bulan

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri