Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Bikin CV, Yuk! Begini Tipsnya Biar Langsung Ditaksir HRD

by Sindhi Aderianti on 8 Agustus, 2019

Ketika ingin melamar kerja, tentunya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Selain menyiapkan arsip-arsip seperti ijazah atau sertifikat, kamu juga perlu menyusun berkas lain yakni Curriculum Vitae (CV). Simak tips membuat CV menarik yuk!

tips membuat CV

Sebelum membuat CV, pahami dulu bahwa CV merupakan komponen terpenting saat hendak melamar pekerjaan. Setiap perusahaan membutuhkan berkas rangkuman tersebut agar lebih mudah dalam mengevaluasi seberapa besar kemampuan calon kandidatnya. Karena melalui CV, perekrut bisa melihat profile dan garis besar kehidupanmu seperti riwayat pendidikan dan pengalaman di dunia kerja.

Biasanya CV dilampirkan bersama dengan surat lamaran kerja sebelum memanggilmu untuk proses wawancara atau interview langsung.

Beda CV dengan Surat Lamaran Kerja

Sering kali, CV dan surat lamaran kerja dianggap sama. Padahal, dua hal tersebut jelas berbeda. Surat lamaran kerja bisa dibilang merupakan bentuk komunikasi antara pelamar dengan perusahaan yang dituju.

Isi dari surat lamaran kerja biasanya terdiri dari pembuka, perkenalan berupa data diri singkat, maksud dan tujuan dibuatnya surat lamaran pekerjaan, daftar lampiran berkas, serta penutup.

Sedangkan CV adalah daftar riwayat hidup yang berisikan perjalanan hidup seseorang, mulai dari pendidikan hingga pengalaman magang dan kerja. Pada umumnya, konten yang ada dalam sebuah CV antara lain:

  • Identitas diri (nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan alamat email)
  • Pendidikan (pendidikan terakhir, jurusan dan IPK)
  • Personalita (gambaran singkat karakter diri)
  • Skill (keterampilan yang kamu miliki)
  • Pengalaman kerja (termasuk saat magang)
  • Informasi lain (hobi, interest, prestasi, atau social media/blog jika ada)
(Baca juga: Pekerjaan Tanpa Ngantor: Dari Wartawan Sampai Freelancer, Cek Yuk!)
Yuk, Mulai Buat CV yang Rapi nan Menarik!

Dalam proses rekrutmen pegawai, pastinya yang ikut melamar banyak. Pelamar untuk satu posisi di sebuah perusahaan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan orang. Dari banyaknya yang mendaftar, tentu hanya dipilih beberapa yang terbaik sesuai kualifikasi. Salah satu trik untuk membuat perekrut terkesan selain skill, ternyata adalah dengan membuat CV yang menarik.

Bagaimana cara membuat CV yang menarik? CV tak mesti dibuat dalam berlembar-lembar kertas, lho. Alih-alih menarik perhatian agar diterima kerja, perekrut justru akan merasa bingung dan mengabaikannya duluan. Maka itu, perhatikan tips membuat CV yang HR friendly berikut ini. Dijamin, perusahaan incaranmu tertarik!

  • Buat layout menarik

Pertama, buat layout terlebih dulu agar tampilan CV tidak polos-polos amat. Pilih kombinasi warna yang mewakilkan kepribadianmu secara umum. Tambahkan beberapa grafis agar lebih sedap dipandang. Agar lebih memudahkan bayanganmu ini, cari desain atau formatnya di mesin pencarian dengan kata kunci “CV Design”.

  • Jangan lupa foto yang bagus

Foto juga menjadi komponen yang tak kalah penting dalam membuat CV. Pas photo atau foto non-formal boleh saja. Namun, sesuaikan style foto dengan posisi kerja yang kamu lamar. Tentu kurang profesional kalau menyantumkan foto non-formal bila kamu melamar ke perusahaan seperti perbankan. Sebaliknya, divisi kreatif justru lebih menyukai foto yang luwes dan tidak kaku. Resolusi foto sebisa mungkin diperkecil, agar tidak sulit diunduh jika kamu mengirimkannya lewat email.

  • Riwayat pendidikan harus jelas

Dalam menulis riwayat pendidikan formal, pastikan harus sejelas mungkin. Susun dengan urutan yang muda dibaca. Contoh urutannya begini; nama sekolah atau universitas, lamanya menempuh pendidikan, jurusan/konsentrasi, lalu nilai Ujian Nasional (UN) atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

  • Cantumkan pengalaman kerja

Bukan rahasia lagi kalau perekrut melihat pengalaman kerja sebagai pertimbangan mereka sebelum memanggil calon kandidat ke tahap wawancara. Untuk para fresh graduate, jangan kosongkan kolom pengalaman kerja. Kamu tetap bisa mencantumkan pengalaman magang atau pekerjaan lain, seperti menjadi freelancer. Asalkan masih ada hubungannya dengan pendidikan yang ditempuh ya.

  • Beri tahu skill yang dimiliki

Jangan malu untuk memberi tahu skill atau kemampuan yang kamu miliki di CV. Semakin banyak skill, tentu akan menjadi nilai plus di mata perekrut. Namun, ada baiknya cantumkan kemampuan atau skill yang relevan dengan pekerjaan incaranmu. Misalnya jika kamu melamar di posisi Graphic Designer, tuliskan skill Adobe Photoshop. Hindari memasukkan skill-skill yang semua orang bisa melakukannya, seperti Microsoft Word.

(Baca juga: Selain di Momen Lebaran, Ini Waktu yang Tepat untuk Resign Kerja)
  • Referensi lain tentang dirimu

Kamu juga boleh menuliskan referensi lain tentang dirimu. Meski tidak sekrusial riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan skill, ternyata beberapa perekrut juga memerhatikan poin-poin tersebut. Misalnya jika ada prestasi yang pernah kamu raih, masukkan saja. Bila perlu, cantumkan juga social media atau blogmu.

Beruntungnya hidup di era digital, membuat CV pun kini sudah tidak seribet dulu. Mengutip dari Jobscan.co, ada beberapa website yang bisa membantu kamu dalam menyusun CV secara online. Mulai dari Zety, VisualCV, atau CV Maker. Begitulah kira-kira tips yang perlu diperhatikan ketika membuat CV. Dengan bermodalkan CV rapi dan menarik, bukan tidak mungkin kamu nantinya diterima oleh perusahaan impian. Selamat mencoba!

Nah, kalau kamu butuh alat transaksi pembayaran yang praktis untuk berbagai keperluan termasuk berburu sesuatu yang dapat menunjang pekerjaan, gunakan kartu kredit terbaik! Cek pilihannya di CekAja.com!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami