Peluang Bisnis Katering untuk Pasien Isoman dengan Tunaiku

Memanfaatkan peluang bisnis katering untuk pasien isoman dengan Tunaiku boleh-boleh saja. Namun sebelum itu, pastikan kamu paham mengenai prosedur menjalankannya.

Peluang Bisnis Katering untuk Pasien Isoman dengan Tunaiku

Peluang Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Bisnis kuliner memang enggak ada matinya. Hal itu tentu bukan tanpa sebab, mengingat makanan merupakan salah satu kebutuhan primer bagi manusia.

Makanya, menggeluti bisnis kuliner pasti akan memberikan cuan besar, dengan catatan kamu pandai dalam mencari celah peluang tersebut.

Nah, di musim pandemi seperti sekarang, salah satu bisnis dibidang kuliner yang dirasa cukup menjanjikan keuntungannya adalah bisnis katering.

Bisnis katering ini dapat kamu geluti dengan sasaran konsumen yakni pasien isoman. Mengapa begitu?

Pasalnya, seperti yang kamu lihat sendiri, saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia sangat berhati-hati dalam menjaga kesehatan mereka.

Lalu, mereka yang akhirnya harus berjuang dengan Covid-19 mau tak mau harus tetap menjaga kesehatan tubuhnya agar imun tetap stabil.

Untuk menjaga imun tubuh, tentu diperlukan asupan bergizi setidaknya makanan yang memang sudah sesuai dengan standar pemulihan Covid-19.

Dari hal itulah, tak sedikit orang yang menganggap bahwa mencoba peruntungan dengan menggeluti bisnis katering untuk pasien isoman cukup menjanjikan.

Karena nantinya pun, bisnis ini tetap bisa berjalan meski tak hanya ditujukan untuk pasien isolasi mandiri saja, namun juga masyarakat biasa yang butuh makanan sehat tepat bergizi.

Kalau kamu mau, kemungkinan peluang bisnis katering untuk pasien isoman dengan Tunaiku bisa saja dicoba.

Pasalnya, Tunaiku di sini berperan sebagai ‘wadah’ untuk kamu yang ingin menambah modal dengan sistem cicilan yang ringan dan bunga terjangkau.

(Baca Juga: 7 Peluang Bisnis di Bidang Jasa di Masa PPKM)

Kiat Membuka Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Sebelum kita masuk ke topik bahasan utama artikel yakni mengenai bisnis katering untuk pasien isoman dengan Tunaiku, baiknya CekAja memaparkan tentang bagaimana langkah yang tepat untuk memulai bisnis tersebut.

Sehingga, kamu pun bisa mengikuti langkah-langkah itu untuk nantinya diterapkan pada bisnis kateringmu.

Tanpa berlama-lama, yuk langsung saja cek ulasan mengenai kiat membuka bisnis katering untuk pasien isoman, di bawah ini.

1. First things first, lakukan riset pasar

riset pasar - Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Mencoba bisnis katering untuk pasien isoman, tentu kamu butuh persiapan yang matang terlebih dulu. Contohnya dengan melakukan riset pasar.

Riset pasar ini sangat penting, dimana gunanya sendiri agar kamu dapat bersaing secara maksimal dan memperoleh pangsa pasar yang tepat.

Nah, ketika melakukan riset, pastikan kamu tahu mengenai seberapa besar persentasi persaingannya.

Pahami mengenai apa produk yang ditawarkan oleh pesaing, cara pemasarannya, hingga penentuan harga yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Jika semuanya dipelajari, otomatis kamu pun dapat mencoba langkah serupa namun dengan konsep bisnis sendiri, yang tentunya telah dimodifikasi sedemikian rupa sesuai target pasarmu.

2. Pahami target pelanggan

target pelanggan - Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Selanjutnya kiat yang tepat dalam mencoba peluang bisnis katering untuk pasien isoman adalah dengan menentukan sekaligus memahami target pelanggan atau konsumenmu.

Hal itu bisa kamu lakukan setelah pembahasan di poin satu sudah kamu terapkan. Sebenarnya, jika berbicara mengenai target pelanggan, dalam bisnis katering ini tentu beragam.

Akan tetapi, kalau kamu hanya menargetkan pada pasien isoman, maka konsep utama untuk bisnis katering yang dijalankan adalah makanan bergizi nan menyehatkan.

Makanan bergizi ini banyak macamnya, dan tentu harus kamu sesuaikan pula dengan kondisi pelangganmu.

Baiknya sih, ketika sudah mendapatkan pelanggan, tanyakan dulu mengenai kondisi tubuh dan minta bukti cek laboratorium atau setidaknya obat-obat yang mereka konsumsi.

Dengan begitu, menu yang kamu buat dapat disesuaikan dengan kondisi pelanggan dan memang tidak memiliki kandungan yang kontradiksi dengan obat.

3. Persiapkan modal, peralatan, dan lainnya

modal - Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Setiap bisnis yang dijalankan tentu perlu modal. Dari modal ini, biasanya bisnis akan berkembang dan menjadi besar.

Begitupun saat kita berbicara mengenai bisnis katering. Pada tahap awal, kamu bisa mempersiapkan modal yang nantinya digunakan untuk membeli peralatan penunjang.

Peralatan-peralatan yang digunakan baiknya memang yang diperlukan guna menghemat dana yang dimiliki.

Karena hitungannya untuk bisnis baru, tentu jumlah pelanggan yang dipunya belum sebanyak bisnis yang sudah berkembang ataupun besar.

Nah perihal modalnya, kamu bisa mencoba alternatif pinjaman online seperti Tunaiku. Pinjaman ini sudah pasti aman karena terdaftar OJK dan merupakan produk finansial di bawah naungan Amar Bank.

4. Pelajari bidang bisnis yang digeluti

Pelajari bisnis - Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Tak lupa setelah mempersiapkan modal dan target pasar, kamu pun harus tahu bahwa dalam menjalankan bisnis, kamu memang mesti paham seluruh seluk beluk mengenai bidang bisnis tersebut.

Pelajari semua hal yang dibutuhkan, baik dari segi bidang itu sendiri maupun ilmu dasar mengenai bisnis, seperti memanfaatkan peluang dan risiko-risiko yang pasti muncul.

Jangan sampai niat untuk berbisnis hanya sekedar keinginan belaka namun tidak diimbangi dengan aksi nyata. Karena bukan keuntungan yang pasti akan didapat kedepannya, melainkan kerugian.

(Baca Juga: Peluang Bisnis Ekspedisi beserta Modalnya)

5. Jalin kerjasama dengan ahli gizi

Jalin kerjasama - Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Karena berhubungan dengan isoman alias isolasi mandiri, tentu kamu butuh seorang ahli gizi yang tepat dalam menjalankan bisnis katering ini.

Dengan begitu, konsumen pun pasti percaya mengenai kualitas dari menu yang disajikan.

Seorang ahli gizi nantinya akan memberikan catatan mengenai apa saja makanan yang tepat untuk dikonsumsi konsumen sesuai dengan kondisi selama isoman.

Tidak hanya itu saja, mereka juga biasanya bakal menyarankan tentang makanan-makanan yang patut dihindari, atau tidak boleh disajikan dalam menu katering berdasarkan obat-obatan yang tengah dikonsumsi pasien isoman.

6. Lakukan inovasi

inovasi - Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Kiat selanjutnya dalam bisnis katering untuk pasien isoman yang perlu kamu perhatikan adalah mengenai inovasi.

Inovasi dalam bisnis itu penting. Tujuannya tak lain untuk terus mengembangkan bisnis yang dijalankan agar tampak lebih baik dan mampu bersaing dengan bisnis serupa lainnya.

Inovasi yang dilakukan ini bisa saja dari segi kreasi menu hingga cara pemasaran yang tepat untuk menarik lebih banyak lagi konsumen ataupun membuat konsumen menjadi loyal.

7. Dorong dengan pemasaran yang efektif

pemasaran - Bisnis Katering untuk Pasien Isoman

Promosi dari mulut ke mulut memang efektif. Namun alangkah baiknya promosi itu juga diimbangi dengan mengandalkan teknologi digital.

Ya, kebanyakan bisnis saat ini pasti akan memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari promosi mereka. Hal ini dilakukan sebab, masyarakat kini lebih percaya akan apa yang mereka lihat dari sosial media lho.

Untuk itu, selain menggunakan kekuatan promosi mulut ke mulut, kamu juga perlu melakukan pemasaran lewat sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, hingga TikTok yang dianggap efektif.

Dengan pemasaran secara online ini, tentu jangkauan konsumen pun akan jauh lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan promosi lewat brosur, banner, ataupun mulut ke mulut.

Memanfaatkan Bisnis Katering untuk Pasien Isoman dengan Tunaiku

Setelah memahami tentang kiat-kiat bisnis katering di atas, tentu kamu sudah punya gambaran kan bagaimana membangun bisnis tersebut yang benar?

Untuk urusan modalnya, CekAja ingin merekomendasikan kamu pinjaman Tunaiku. Memanfaatkan bisnis katering untuk pasien isoman dengan Tunaiku mungkin saja bisa dilakukan.

Pasalnya, pinjaman ini sudah terdaftar OJK dan memiliki nilai plafon yang bervariasi sekaligus dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Nominal terendahnya ada diangka Rp2 juta dan tertingginya di Rp20 juta.

Untuk suku bunganya, Tunaiku termasuk salah satu produk dengan bunga terjangkau, kira-kira hanya 3-4 persen per bulannya, dengan masa tenor paling lama 20 bulan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan bayarmu.

Pinjaman Tunaiku ini juga memiliki syarat yang enggak ribet alias praktis. Namun sebelum itu, ada beberapa biaya yang mesti kamu ketahui ketika mengajukan pinjaman Tunaiku, diantaranya:

  • Biaya administrasi sebesar Rp540 ribu
  • Biaya pelunasan lebih awal gratis
  • Biaya keterlambatan pembayaran cicilan sebesar Rp150 ribu per bulan

Syarat Pengajuan Pinjaman Tunaiku

  • Minimal usia pengajuan 21 tahun dan maksimal 55 tahun
  • Penghasilan per bulan minimal UMR
  • Menyertakan fotokopi e-KTP dan memiliki rekening bank aktif
  • Berstatus pekerjaan sebagai karyawan atau wiraswasta
  • Domisili di coverage area Tunaiku, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Jogja, Gresik, Medan, Palembang, Pekanbaru, Denpasar, dan Makassar.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka akan lebih mudah jika pengajuannya dilakukan lewat CekAja.com.

CekAja sendiri merupakan salah satu situs perbandingan dan pengajuan produk finansial yang telah terdaftar maupun diawasi oleh OJK.

Saat ini, Tunaiku termasuk produk mitra dari CekAja, dimana pengajuannya dapat dilakukan secara online.

Sehingga kamu eggak perlu repot lagi mendatangi kantor Tunaiku untuk sekedar apply pinjaman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengajuan pinjaman Tunaiku di CekAja, kamu bisa langsung cek halaman utama atau langsung apply pada tabel di bawah ini.