Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Bisnis Rumah Kontrakan: Cara Memulai dan Untung Ruginya

by Tisyrin N. T on 24 Oktober, 2017

Bisnis rumah kontrakan sangat menggiurkan bagi yang tinggal di kota besar. Meski butuh modal yang tak sedikit, tetapi bisa jadi sumber passive income yang bisa diandalkan hingga masa tua kelak.

Karena itu, tak sedikit orang yang memimpikan bisa punya kontrakan agar saat tua tak perlu kebingungan dan dapat menikmati pensiun dengan tenang karena masih memiliki penghasilan. Hanya saja, karena modalnya yang besar, tak semua orang dapat mewujudkannya.

Padahal, peluang bisnis yang satu ini sangat cerah. Pemilik kontrakan bisa menyasar mereka yang belum siap membeli hunian atau masih mengumpulkan dana untuk kredit rumah. Basanya mereka adalah para pekerja baru, mahasiswa, hingga pasangan muda.

Ketika tekad sudah bulat, tak ada salahnya segera memulai bisnis ini, simak tipnya:

Cari lokasi strategis agar kontrakan laris

Dalam menentukan lokasi, jangan terburu-buru karena akan sangat berpengaruh terhadap harga jual beli tanah dan harga sewanya kelak. Lokasi yang kurang strategis juga bisa memicu sepinya peminat.

Lokasi yang tepat untuk bisnis sewa menyewa rumah tentu saja kawasan yang dekat dengan perkantoran, wilayah industri, hingga perguruan tinggi.

Harga tanah di lokasi semacam itu memang terbilang mahal, tetapi nantinya kontrakan tidak akan sepi peminat sehingga pemasukan akan lancar.

Selain itu, perhatikan juga bagaimana rencana pengembangan wilayah di lokasi incaran ke depannya. Apabila di sana sedang ada pembangunan gedung perkantoran baru misalnya, artinya terdapat peluang untuk bisnis kontrakan.

Untuk mendapatkan informasi tentang ini, perhatikan berita serta banyak bertanya kepada pihak-pihak terkait. Gunakan agen properti untuk urusan mencari lokasi yang strategis agar tidak membuang banyak waktu.

Biaya bangun rumah kontrakan tidak sedikit, maka persiapkan modal

Seperti telah disebutkan di atas, bisnis kontrakan membutuhkan modal tak sedikit. Apabila kita telah memiliki bangunan dari warisan yang layak untuk dikembangkan menjadi rumah kontrakan, tetap membutuhkan modal untuk merenovasi.

Jika modal tak cukup, mengajukan pinjaman ke bank bisa jadi solusi untuk urusan yang satu ini, asalkan dengan perhitungan yang matang. Contohnya, mengajukan pinjaman dengan agunan rumah yang saat ini ditempati, hasilnya untuk modal berbisnis kontrakan.

Tentukan harga sewa yang sesuai

Jangan sembarangan menentukan harga sewa. Carilah informasi terlebih dahulu rata-rata harga sewa properti di kawasan yang kita pilih. Misal, jika rumah kontrakan Jakarta Timur, tentu akan berbeda dengan harga rumah kontrakan Jakarta Pusat.

Survei lokasi terlebih dahulu untuk bandingkan dengan kontrakan lain di sekitarnya yang memiliki fasilitas kurang lebih sama. (Baca: Cara Membangun Bisnis Rumah Kos Lebih Menguntungkan)

Tujuannya tentu agar bisa menentukan harga sewa yang kompetitif. Jika terlalu mahal maka penyewa akan enggan. Namun, jangan pula membuat harga rumah kontrakan murah dan terlalu rendah.

Untung rugi bisnis rumah kontrakan

Meskipun terlihat sangat menjanjikan tetapi tentu saja bisnis rumah kontrakan juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk lebih jelasnya simak untung ruginya sebagai berikut:

Permintaan masih tinggi

Harga rumah yang melambung tinggi membuat banyak orang menunda untuk membelinya. Sembari menunggu uang terkumpul untuk miliki uang muka KPR (kredit pemilikan rumah) membeli rumah, tentu membutuhkan tempat tinggal yang layak. Salah satu pilihannya adalah dengan menyewa rumah.

Pasangan pengantin baru bisa saja untuk sementara tinggal di rumah orangtua. Namun, tinggal di rumah sewaan akan membawa banyak manfaat misalnya belajar untuk mandiri dan mendapatkan privasi. Maka dari itu, rumah sewaan yang strategis selalu diburu.

Mendapatkan passive income

Pemilik rumah berpotensi mendapatkan yield antara 3% – 5% per tahun atau lebih tinggi dengan menyewakannya. Yield maksudnya adalah keuntungan yang bisa diperoleh dari nilai sewa per tahun dibandingkan harga properti.

Jadi apabila harga rumah Rp500 juta, maka harga sewanya setidakanya sekitar Rp25 juta per tahun. Harga rumah yang meningkat setip tahunnya juga akan meningkatkan harga sewa.

Dapat digunakan sebagai agunan

Ketika pemilik kontrakan membutuhkan dana untuk mengembangkan usaha lainnya, bisa menjadikan kontrakan sebagai agunan untuk mengajukan pinjaman ke bank.

Berisiko mendapatkan penyewa yang kurang bertanggung jawab

Pemilik kontrakan bisa saja memdapatkan penyewa yang kurang bertanggung jawab sehingga angkat tangan untuk urusan perawatan rumah. Saat masa sewa selesai, bukan tidak mungkin rumah dalam kondisi mengalami kerusakan, mulai dari tingkat ringan hingga berat. Otomatis, biaya perawatan pun harus dikeluarkan.

Rawan digunakan untuk hal negatif

Terkadang muncul berita di televisi tentang penggunaan rumah kontrakan untuk hal negatif, misalnya sarang teroris. Untuk menghindari hal tersebut, maka selektiflah dalam memilih penyewa rumah.

Wajibkan sang pengontrak memiliki identitas yang jelas saat ingin menyewa. Bahkan bila perlu, lakukan wawancara singkat kepada mereka yang ingin menempati rumah kontrakan yang kita miliki. Tujuannya, kita dapat mengenal terlebih dahulu siapa mereka.

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.