Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Bonus Akhir Tahun Cair! Manfaatin Buat Hal Produktif Ini

by Gito on 27 November, 2019

Jelang akhir tahun, hampir semua perusahaan sudah mulai menghitung pencapaiannya. Apakah sesuai dari target yang sudah ditetapkan dalam rencana kerja anggaran  perusahaan (RKAP) tahun berjalan atau tidak. Jika sudah sesuai, kamu para karyawan siap-siap senyum bahagia, karena berbarengan dengan itu bonus untuk mengapresiasi kinerja kamu selama satu tahun biasanya juga cair.

Membincang bonus kinerja memang sangat mengasyikkan. Di situ semua upaya untuk membuat perusahaan tempatmu bekerja menjadi lebih bersinar seakan tidak sia-sia. Tidak ada umpatan ataupun pikiran negatif ke perusahaan.

Semua mengalir positif, seperti air yang mengalir dari puncak gunung ke samudra. Begitu sejuk, deras dan juga indah. Bonus bukanlah pendapatan rutin bulanan yang memang biasanya sudah di kavling-kavling kan untuk kebutuhan hidupmu.

Bonus merupakan “uang ekstra” dari perusahaan atas hubungan baik yang sudah tercipta selama ini antara pemilik perusahaan dengan karyawannya. Besaran bonus memang tidak mengikat, namun biasanya ada kesepakatan antara pimpinan perusahaan dengan karyawannya terkait jumlah bonus yang bisa diterima saat akhir tahun.

(Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru Makin Hemat dengan 7 Promo Kartu Kredit Ini)

Untuk kamu yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), bonus biasanya di sebut sebagai gaji ke-13. Jumlahnya gaji ke-13 konon lebih besar dari THR. Selain gaji pokok, PNS juga memperoleh tunjangan keluarga dan tunjangan umum/tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. Hal ini tidak terlepas dari fungsi diberikannya gaji ke -13, yaitu membantu PNS untuk bisa mencukupi kebutuhan di tahun ajaran baru anak sekolah.

Sedangkan buat kamu yang bekerja di perusahaan swasta, jumlah bonus yang diterima biasanya beragam. Ada perusahaan yang membayarkan bonus sebanyak 1 kali gaji, ada yang 2 kali gaji bahkan ada yang memberikan bonus sebanyak 12 kali gaji atau setara dengan total gaji kamu selama 1 tahun.

Agar bonusmu tidak habis secara percuma, misalnya hanya untuk membeli barang branded, liburan mewah bersama keluarga atau mengganti kendaraan, akan lebih bijak jika uang bonus yang kamu teriima dialokasikan ke hal-hal produktif yang bisa memancing datangnya uang di masa mendatang. Sektor yang dapat membantu perekonomian kamu dan keluarga nantinya. Jadi tahan diri ya, pergunakan dengan bijak ke sektor-sektor berikut yuk!

1. Lunasi Utang

Kalau kamu memilki cicilan rumah  ataupun kendaraan bermotor, cairnya bonus bisa menjadi momen yang pas untuk membantumu lepas dari jerat utang. Apalagi jika rapor beban tagihan kamu sudah lebih 30 persen dari total penghasilan bulanan.

Segera lakukan pelunasan sebagian. Nah setelah itu, kamu  bisa memilih, ingin melakukan pemotongan tenor atau pokok cicilan. Menurut penulis, yang terbaik adalah dengan memotong tenor.

Tetapi jika kamu membutuhkan dana ekstra setiap bulannya, memotong jumlah cicilan juga bisa dilakukan. Dengan begitu, uang gaji kamu menjadi bisa ditabung sedikit demi sedikit. Selain itu kamu bisa menikmati liburan akhir tahun dengan lebih nyaman, karena sudah terbayang besaran dana yang bisa ditabung.

2. Investasi

Tujuan investasi pada dasarnya adalah mendapatkan untung lebih besar dari yang kamu keluarkan. Untuk itu, jangan sia-siakan kesempatan ini selagi ada bonus akhir tahun di depan mata.

Namun tentu saja, pilih jenis instrumen investasi dengan hati-hati. Sehingga nantinya kamu terhindar dari risiko kerugian yang bisa saja terjadi.

(Baca juga: Tips Belanja dan Liburan Tanpa Takut Jatuh Misqueen di Awal Tahun)

Bila kamu menginginkan investasi jangka panjang, maka kamu bisa menanamkan uang bonus pada investasi reksa dana dan saham dengan jangka waktu dari 5-10 tahun.

Sedangkan untuk investasi jangka pendek, investasi emas mampu berikan keuntungan menarik dalam kurun waktu 1-3 tahun saja. Atau kamu juga dapat memilih deposito yang memilik tingkat bunga yang terus menerus meningkat setiap tahunnya.

3. Simpanan dana darurat

Dana darurat penting untuk keperluan yang amat mendesak, misalnya tiba-tiba mengalami musibah. Oleh karenanya, sisihkanlah bonus akhir tahun kamu untuk ditabung ke dalam pos dana darurat.

Berapa jumlah dana darurat yang ideal? Variasinya beragam, tergantung kemampuan dan keinginan. Kamu yang masih lajang, tentu memiliki lebih banyak dana ekstra untuk disimpan sebagai dana darurat.

Sedangkan ketika sudah berkeluarga dengan satu anak, minimal 6 kali pengeluaran bulanan. Berbeda lagi jika kamu sudah memiliki dua anak atau lebih, maka sebaiknya sediakan dana darurat 12 kali pengeluaran bulanan.

4. Beli franchise

Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk bisa mandiri secara finansial. Tetapi rata-rata tidak ada yang berani untuk keluar dari zona aman dan nyamannya untuk bergelut menjadi wirausahawan.

Padahal untuk bisa berada dalam tahap mandiri secara finansial, tidak ada jalan lain selain berdagang atau menjadi entrepreneur. Nah kamu bisa mulai menjajal bisnis dengan mengandalkan uang bonus kamu.

Jadi dana tabungan kamu masih aman dan tidak terganggu. Beli franchise yang memiliki pangsa pasar luas, tidak segmented. Jangan juga beli franchise yang happening sesaat saja.

(Baca juga: Liburan dengan Paylater, Yay or Nay?)

Usahakan yang memiliki masa bisnis yang panjang. Kenapa franchise? Karena dengan skema bisnis seperti itu kamu tidak perlu repot untuk memulai semua proses bisnis, seperti membuat rencana bisnis, menentukan kapan BEP-nya, dan hal imajinatif lainnya.

Semuanya rata-rata sudah disiapkan oleh franchisor selaku pemilik merek dan pemegang hak royalti. Tetapi ingat, jangan semua uang bonus kamu dihabiskan untuk bisnis. Sisihkan juga untuk tambahan dana tabungan kamu.

Kalau kamu membutuhkan tambahan modal untuk memulai bisnis. Menggunakan produk keuangan dari bank bisa menjadi solusi jitu. Akses CekAja.com dan temukan produk yang cocok untukmu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit