Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Bujet Rp50.000 di Jakarta Cukup Buat Beli Apa Saja di Bulan Puasa?

by Miftahul Khoer on 7 Mei, 2019

Gak semua orang yang bekerja di Jakarta memiliki penghasilan besar. Orang yang merantau dan mencari rezeki di Jakarta bukan berarti mereka bekerja sebagai direktur atau jabatan lain yang penghasilannya selangit. Sama seperti daerah lain, gaji para pekerja di Jakarta juga ada yang pas-pasan. Paling tidak mentok sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP). Bahkan mungkin ada yang lebih rendah dari UMP.

Konon, saat bulan puasa, selalu ada pengeluaran tambahan yang menguras kantong. Lalu bagaimana menyiasati pengeluaran di Jakarta bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan?

Rp50.000 untuk Beli Apa?

Besaran UMP di Jakarta untuk 2019 mencapai Rp3,9 juta. Jika diasumsikan pengeluaran untuk makan per hari Rp50.000, maka untuk satu bulan pengeluarannya mencapai Rp1,5 juta. Dengan demikian sisanya yang sebesar Rp2,4 juta bisa digunakan untuk keperluan lain.

Pertanyaannya, bisakah mereka mengatur bujet Rp50.000 per harinya? Bisa cukup dan bisa juga tidak. Namun, jangan galau dulu deh ya, berikut ini kami akan mencoba mengestimasikan pengeluaran Rp50.000 per hari di Jakarta selama bulan puasa agar bisa mencukupi. Yuk cek!

  • Takjil

Sebagaimana tradisi warga muslim hampir di seluruh dunia, menu pembuka puasa selalu tersedia takjil yang biasanya terdiri dari menu yang manis-manis dan segar. Bagi para pekerja di Jakarta, biasanya sih jarang banget buat bikin menu takjil sendiri. Mereka memilih yang instan saja dengan membeli takjil di pinggir jalan.

Nah, harga menu takjil ini macam-macam. Untuk bujet Rp50.000 per hari, apa saja yang bisa didapat? Kamu bisa mengeluarkan uang Rp10.000 untuk secangkir kolak plus gorengan. Kamu bisa dapetin kok kolak yang dijual Rp5.000 dan juga sisanya dibelikan gorengan sebagai pengganjal perut sebelum makan besar. Dengan demikian sisa uang kamu tinggal Rp40.000 lagi dan bisa kamu gunakan untuk membeli makanan berat serta makanan untuk sahur.

(Baca juga: Biar Kantong Gak Jebol, Begini Cara Kelola Pengeluaran Selama Ramadan)
  • Buka puasa

Setelah takjil, tentu kamu harus makan dengan makanan pokok khas orang Indonesia yakni nasi. Ada istilah yang beredar di masyarakat, kalau orang Indonesia belum makan nasi berarti belum makan. Nah, di atas dipaparkan dari bujet Rp50.000 hanya tersisa Rp40.000 setelah dibelanjakan menu takjil.

Makanan di Jakarta memang tergolong mahal. Namun, kalau kamu pintar berburu kuliner, ada kok menu makanan enak yang bisa dikonsumsi dengan harga terjangkau. Kamu bisa makan di warteg, warung Padang atau warung nasi lainnya yang masih menjual menu makanan dengan harga bersahabat. Dengan mengeluarkan Rp20.000, kamu bisa kok makan dengan sayuran, telor, tumis serta minum air teh dingin.

Kamu juga bisa mencari warung nasi Padang yang menjual paket Rp15.000 dapat sepotong ayam goreng plus minumannya. Atau kalau kamu tinggal di kos, kamu bisa masak nasi sendiri dan membeli lauknya secara terpisah. Dengan bujet Rp20.000 untuk menu buka puasa, sepertinya kamu bisa membeli beberapa menu favorit kamu.

  • Sahur

Setelah membeli takjil dan menu buka puasa dengan pengeluaran Rp30.000, ada sisa bujet Rp20.000 untuk menu sahur. Apakah cukup uang Rp20.000 untuk membeli menu sahur? 

Nah, yang menjadi soal adalah, terkadang orang malas untuk bangun dan pergi membeli makan untuk sahur. Jika kamu salah satu orang yang demikian, maka kamu harus membeli stok menu sahur seperti roti, susu, dan makanan lainnya. Tenang saja, ada kok roti dan susu yang bisa dibeli dengan harga tak lebih dari Rp20.000.

Kalau kamu pejuang sahur sejati, kamu tetap bisa keluar rumah atau kos untuk berburu makan sahur di warung pinggir jalan, warteg, warung Padang dan tempat lainnya. Syukur-syukur sih kalau ada penjual ayam geprek 24 jam di Jakarta yang bisa diorder via ojol, ya kamu bisa pesen di situ saja. Untuk sahur, yang terpenting adalah kamu tetap mengonsumsi air putih secukupnya biar pas siangnya tenggorokan kamu gak kering-kering banget.

(Baca juga: Serba-serbi Umroh Saat Ramadan)
Lokasi Berburu Menu Buka Puasa

Sebetulnya hampir di setiap kawasan Jakarta selalu ada saja pedagang di pinggir jalan yang menjual menu buka puasa. Namun, ada beberapa tempat yang khusus menyediakan menu buka puasa di Jakarta yang setiap tahunnya menjadi incaran warga Muslim untuk sekedar membeli menu takjil, buka puasa bahkan menyiapkan stok untuk sahur.

Lokasi-lokasi kuliner selama bulan puasa di Jakarta antara lain adalah kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jalan Panjang Kebon Jeruk, Jalan Soka Jakarta Utara, Jalan Kramat Raya, hingga pelataran Masjid Sunda Kelapa. Di lokasi-lokasi ini, kamu bisa dapatkan aneka menu buka puasa mulai dari kolak, aneka kue, es campur, hingga lauk pauk yang enak buat buka dan sahur. Sudah siap berburu kuliner buka puasa sore ini?

Eits, kamu juga harus ingat ya untuk selalu jaga kesehatan di bulan puasa. Cek pilihan perlindungan kesehatan terbaik di CekAja.com!

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.