Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Buntut Aksi Teror Selandia Baru, PUBG Haram?

by Gito on 28 Maret, 2019

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana mengeluarkan fatwa haram untuk permainan yang tengah viral sejak tahun lalu, Player Unknown’s Battleground (PUBG). Wacana yang timbul setelah adanya aksi teror di New Zealand itu, tengah menjadi polemik di berbagai kalangan saat ini.

Game PUBG - CekAja

Ya, buntut penembakan terhadap lebih dari 40 orang kaum muslim yang kala itu sedang berada di Masjid yang berlokasi di wilayah Christcurch, Selandia Baru itu masih berlanjut hingga sekarang.

Lembaga independen yang mewadahi para ahli ulama di Indonesia itu bahkan menduga terjadinya penembakan tersebut lantaran banyaknya permainan yang memuat konten kekerasan seperti PUBG.

Dugaan itu lahir dari senjata yang digunakan oleh pelaku teror, Brendon Tarrant yang menggunakan senapan serbu dan juga senapan gentle alias shotgun. Hal itu ditambah dengan direkamnya aksi brutal tersebut melalui kamera yang disematkan di helm sang penembak.

Jadi ketika itu viral, yang melihat seakan sedang menyaksikan permainan strategi sejenis PUBG, Freefire atau battle royal dan permainan sejenis lainnya. Padahal, ada atau tidaknya permainan tersebut, aksi teror bisa muncul kapan saja dan dengan teknik apa pun.

Meskipun masih dalam kajian dan keputusannya baru akan diterbitkan pada awal bulan depan, tetapi tetap saja ada pemikiran yang membuat bahwa aksi teror yang terjadi diinspirasi dari sebuah permainan. Padahal dalam sebuah pernyataan, Brendon sudah mengakui bahwa aksinya dilakukan karena permasalahan rasial.

Hal itu juga terlihat dari beberapa manifesto yang ditulis di akun twitter Brendon Tarrant yang diberi judul Great Replacement. Dia juga mengakui bahwa aksinya diinspirasi oleh teroris asal Norwegia yang melakukan pemboman di Oslo, Anders Behring Breivik.

Disamping itu, dalam manifestonya juga terlihat bahwa aksi yang dilakukan merupakan imbas kebenciannya terhadap kaum imigran.

(Baca juga: Mengenal E-Sport, Olahraga Baru di Asian Games 2018!)
Bentuk Komisi Khusus

Ketimbang larut dalam isu yang tidak jelas, Pemerintahan Selandia Baru mengambil langkah untuk membentuk komisi khusus guna menyelidiki motif penembakan yang terjadi di 2 Masjid itu. Komisi yang dinamakan Royal Commission itu dimaksudkan agar aksi teror tidak terjadi lagi.

Aksi konkret yang dilakukan oleh pemerintahan Selandia Baru merupakan hal besar yang bisa ditiru oleh negara-negara lain. Karena disaat masing-masing dari kita hanya bisa menduga atau menyelami dari sisi pelaku, pemerintahan Selandia Baru menyusun serangkaian “puzzle” dari berbagai sumber dan ahli untuk mengungkap motif utuh yang dilakukan oleh Brendon.

Dengan adanya petunjuk jelas dari komisi tersebut, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan dapat dimitigasi secara lebih baik lagi. Karena dengan begitu, aktivitas individu yang mencurigakan dapat diketahui sejak dini.

(Baca juga: Mereka Bisa Kaya Melalui Kompetisi Games dan Menang Lotre)
PUBG Permainan Strategi

Menanggapi polemik yang sedang beredar, Indonesia eSports Association (IESPA) angkat bicara. Menurutnya jika pada akhirnya MUI mengeluarkan fatwa haram bermain PUBG, hal Itu tidak akan berpengarh kegiatan para atlet E-Sport.

Pasalnya permainan daring PUBG dan atlet E-Sport merupakan dua hal yang berbeda. Karena dalam E-Sport, semua hal yang dilakukan dan dimakan oleh si atlet diawasi betul oleh pihak terkait. Mulai dari asupan gizinya, latihan fisiknya dan juga strategi untuk melakukan olahraga E-Sport.

Seperti diketahui, olahraga E-Sport mulai akrab dan populer sejak dilangsungkannya Asian Games 2018 lalu. PUBG sendiri dikatakan oleh IESPA masuk dalam kategori permainan strategi bukan kekerasan.

Meskipun saat ini PUBG masuk dalam salah satu permainan terpopuler di dunia, perjalanan panjang sudah dilewati oleh permainan besutan Tencent itu. Berikut merupakan beberapa hal menarik dari PUBG, simak yuk!

Keraguan Dari Investor

Seperti sebuah kesuksesan, Saat mau bekerja sama dengan Bluehole sebagai investor, PUBG sempat diragukan akan berkembang karena masalah bahasa dan kewarganegaraan. Di atas disebutkan sang pengembang yakni Greene merupakan warga Irlandia, sementara Bluehole berasal dari Korea Selatan.

Sempat terjadi perdebatan antara Bluehole dan pihak Greene. Mereka takut rencana kerja sama ini akan terhambat karena dua persoalan di atas.

Bluehole sendiri merasa ragu untuk mengucurkan modalnya mengembangkan PUBG karena dinilai berisiko untuk bekerja sama dengan orang asing.

Namun, waktu jugalah yang membuktikan bahwa PUBG berhasil dikembangkan dengan berhasil oeh Bluehole Inc bahkan dibuatkan anak perusahaan dengan nama PUBG Corp.

(Baca juga: Belajar Jadi Kaya ala Gamer Jess No Limit)
Pengguna rela gelontorkan banyak uang

Mungkin bagi banyak orang PUBG merupakan game menarik dan beda dengan game-game lainnya. Banyak orang yang rela mengeluarkan ratusan dolar untuk membeli bandana virtual saat awal-awal game ini dirilis.

Bandana virtual tergolong langka sebab hanya tersedia sebagai bonus untuk para pemain yang membeli PUBG versi PC ketika preorder.

Mengapa bandana virtual termasuk langka? Sebab, semkain banyak orang bermain PUBG menyebabkan pasar bandana virtual mulai seret. Seperti hukum ekonomi, semakin barang langka semakin orang banyak mencari. Maka tak heran jika harga bandana semakin meroket.

Saat ini, PUBG menjadi candu bagi ratusan juta orang yang ada di planet bumi ini. Nah, apakah Anda termasuk maniak game PUBG? Baiklah selamat menikmati Chicken Dinner!

Untuk kamu yang suka main game online,  gunakan kartu kredit untuk mendapatkan skin-skin unik. Jika kamu belum memiliki kartu kredit, ajukan di CekAja.com dan temukan produk mana yang cocok untukmu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami