Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Cadangan Devisa Melorot Jadi 124,9 Miliar Dolar AS, Cek Faktanya!

by Achmad Fauzi on 9 Mei, 2018

Tahukah Anda apa itu cadangan devisa? Setiap negara termasuk Indonesia pasti memiliki cadangan devisa. Perlu Anda ketahui, cadangan devisa merupakan modal bagi setiap negara untuk membayar utang luar negeri atau membayar ‎kegiatan impor.

Nah, tahukah berapa cadangan devisa Indonesia hingga saat ini? Berdasarkan catatan Bank Indonesia, cadangan devisa per akhir April 2018 mencapai 124,9 miliar dolar AS. Jika 1 dolar AS sama dengan Rp14.074, maka cadangan devisa per akhir April 2018 setara dengan Rp1.757,8 triliun .

Posisi cadangan devisa tersebut merosot dibandingkan pada ‎akhir Maret lalu yang tercatat sebesar 126 miliar dolar AS. Jumlah tersebut jika dikonversikan ke dalam rupiah mencapai sekitar Rp1.773,3 triliun.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Serta berada di atas standar kecukupan internasional yaitu sekitar 3 bulan impor,” ujar Agusman seperti dikutip dalam siaran pers BI.

Meskipun cukup untuk impor, Anda tetap harus mengamati angka penurunan cadangan devisa yang terbilang cukup besar. Tak tanggung-tanggung, penurunan cadangan devisa itu sebesar 1,1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp15,4 triliun.

Berikut ini fakta-fakta tentang penurunan cadangan devisa yang perlu Anda ketahui, yuk cek!

Pelemahan Rupiah Jadi Penyebab Turunnya Devisa

Pasti Anda bertanya-tanya, apa sih penyebab cadangan devisa ‎merosot jauh pada akhir April 2018? Dalam hal ini, Bank Indonesia menjawab kemerosotan tersebut dikarenakan adanya pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Pasalnya, sejak dua hari ini rupiah terjun jauh ke level Rp14.074. Dengan kondisi semacam itu, pastinya Bank Indonesia menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan rupiah agar tidak kembali merosot.

Selain itu, penyebab lain turunnya cadangan devisa negara adalah pembayaran utang luar negeri. (Baca juga: Investasi Saat Ramadan? Simak Harga Emas!)

Ekspor Harapan Cadangan Devisa

Meski cadangan devisa turun, Bank Indonesia tetap merasa optimistis untuk ke depannya. Karena, Bank Indonesia menjadikan kinerja ekspor pada tahun ini sebagai penolong cadangan devisa. Lihat saja, kinerja ekspor pada kuartal I-2018 mencapai 44,26 miliar dollar AS atau tumbuh 8,78 persen.

Apalagi, dengan kondisi rupiah yang tembus Rp14.000, maka para produsen dan eksportir juga menaruh harapan positif terhadap kinerja ekspor. Pasalnya, kondisi rupiah saat ini bisa menguntungkan eksportir dan kemudian meningkatkan kinerja ekspor.

Kenaikan Suku Bunga Jadi Solusi

Mungkin ini waktu yang tepat untuk Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Karena Bank Indonesia tidak akan mungkin terus-terusan mengandalkan cadangan devisa sebagai satu-satunya instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. (Baca juga: Cek Yuk! Inspirasi Usaha Unik Saat Bulan Puasa!)

Nah, dengan adanya kenaikan bunga acuan, diharapkan bisa menaikkan return instrumen investasi di Indonesia sehingga dana asing tidak melanjutkan capital flight.

Tentang Penulis

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.